Tolak Ukur Brand Image


Faktor-faktor yang menjadi pendukung brand image Menurut
Aaker yang dialihbahasakan oleh Aris Ananda (2009:196) adalah:

  1. Product Attributes.
    Sebuah brand dapat memunculkan sejumlah atribut produk tertentu
    dalam fikiran pelanggan, yang mengingatkannya pada karateristik
    brand tersebut.
  2. Consumer Benefits
    Sebuah brand harus bisa memberikan suatu value tersendiri bagi
    konsistennya yang akan dilihat oleh pelanggan sebagai benefits yang
    diperolehnya ketika ia membeli atau mengkonsumsi produk
    tersebut. Consumer benefits terdiri dari:
    a) Functional benefits.
    Merupakan serangkaian benefits yang didapatkan karena
    produk dapat melaksanakan fungsi utamanya.
    b) Emotional benefits
    Merupakan serangkaian benefits yang didapatkan karena
    produk dapat memberikan perasaan yang positif kepada
    pelanggan.
    c) Self Expressive Benefits
    Merupakan serangkaian benefits yang didapatkan ketika sebuah
    brand dianggap bisa mewakili ekspresi pribadi seseorang.
    d) Brand Personality
    Brand Personality dapat didefinisikan sebagai perangkat
    karakter personal yang akan diasosiasikan oleh pelanggan
    terhadap sebuah brand tertentu.
    e) User Imagery.
    User imagery dapat didefinisikan sebagai serangkaian
    karakteristik manusia yang diasosiasikan dengan ciri-ciri tipikal
    dari pelanggan yang menggunakan atau mengkonsumsi brand
    ini.
    f) Organizational Associations.
    Pelanggan seringkali menghubungkan produk yang dibelinya
    dengan kredibilitas perusahaan yang membuatnya. Hal ini yang
    kemudian mempengaruhi persepsinya terhadap sebuah brand
    yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
    g) Brand Customer Relationship.
    Sebuah brand harus bisa menciptakan hubungan dengan
    pelanggannya. Hal ini dapat diukur dengan tujuh dimensi, yaitu:
    1) Behavior interdevendence, seperti: pelanggan merasa sangat
    tergantung dengan suatu brand.
    2) Personal commitmen, seperti: pelanggan merasa loyal
    dengan brand.
    3) Love and passion, seperti: pelanggan akan merasa kecewa
    jika brand tidak dapat menemukan ketika dia
    membutuhkannya.
    4) Nostalgic connection, yaitu mengingatkan pelanggan akan
    sesuatu hal atau pengalaman di masa lalu.
    5) Self concept, yaitu mengingatkan pelanggan tentang dirinya
    sendiri.
    6) Intimacy, yaitu pelanggan merasa familiar dengan brand.
    7) Partner quality, yaitu pelanggan merasa suatu brand dapat
    mengerti kebutuhan dan keinginannya.