Menurut Sutrisno (2017: 22), menjelaskan bahwa jenis-jenis
komunikasi ke dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
a. Komunikasi Verbal
Bentuk komunikasi verbal adalah yang paling banyak digunakan dalam
organisasi. Oleh karena itu, penting bagi seorang pemimpin untuk
mengetahui lebih banyak tentang komunikasi verbal. Komunikasi
verbal merupakan komunikasi yang mengunakan simbol atau kata-kata
baik yang dinyatakan secara lisan dan tertulis. Komunikasi verbal
adalahkarakteristik khusus dari manusia. Tidak ada makhluk lain yang
dapat menyampaikan bermacam-macam makna melalui kata-kata.
Kemampuan untuk menggunakan komunikasi verbal secara efektif
sangat penting, karena dengan komunikasi verbal memungkinkan
identifikasi tujuan, mengembangkan strategi dan perilaku untuk
mencapai tujuan. Komunikasi verbal dapat dibedakan yaitu antara
komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Komunikasi lisan dapat
didefinisikan sebagai proses di mana seseorang pembicara berinteraksi
secara lisan dengan pendengar mempengaruhi tingkah dan perilaku
penerima. Sedangkan komunikasi tertulis, jika keputusan yang akan
disampaikan oleh pemimpin dikodekan dalam simbol-simbol tertulis
yaitu dalam kertas atau di tempat lain yang dapat dibaca, kemudian
dikirim ke karyawan yang dimaksudkan.
b. Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi non-verbal sama pentingnya dengan komunikasi verbal
karena keduanya bekerja sama dalam proses komunikasi. Dengan
komunikasi non-verbal anda dapat memberikan penekanan,
pengulangan, melengkapi dan menggantikan komunikasi verbal,
sehingga lebih mudah ditafsirkan artinya. Dalam hal ini, yang dimaksud
dari komunikasi non-verbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan
dengan tidak menggunakan kata-kata seperti komunikasi yang
menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh, suara, kontak mata, ekspresi
wajah, jarak jauh dan sentuhan. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa
semua peristiwa dalam situasi komunikasi yang tidak terkait dengan
kata-kata yang diucapkan atau ditulis. Dengan komunikasi non-verbal
orang dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui ekspresi wajah,
nada dan sebagainya.
c. Komunikasi dari Atas ke Bawah (downward communication)
Komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dimulai
dari manajemen puncak dan kemudian mengalir melalui tingkat
manajemen ke garis terendah dan karyawan staf. Tujuan utama
komunikasi dari atas kebawah yaitu dengan memberikan arahan,
informasi, instruksi serta saran dan penilaian kepada karyawan dengan
memberikan informasi kepada anggota organisasi tentang tujuan dan
kebijaksanaan organisasi. Pesan atau berita ke bawah dapat dalam
bentuk penulisan atau lisan, dan biasanya disampaikan melalui catatan,
laporan atau dokumen lain, buletin, rapat/pertemuan, dan percakapan
dengan melalui interaksi orang per orang atau kelompok kecil. Dalam
hal ini, kelemahan saluran komunikasi ini adalah kemungkinan
terjadinya penyaringan atau menjadi sensor informasi penting yang
ditujukan untuk bawahannya. Dengan kata lain, informasi yang
diterima oleh bawahannya tidak lengkap seperti aslinya.
d. Komunikasi dari Bawah ke Atas (upward communication)
Adapun fungsi utama komunikasi dari bawah ke atas (upward
communication) adalah untuk memberikan informasi pada tingkat
manajemen yang lebih tinggi tentang apa yang terjadi pada tingkat yang
lebih rendah. Jenis komunikasi ini meliputi laporan berkala, penjelasan,
ide, dan permintaan untuk keputusan. Dalam hal ini dapat dilihat
sebagai data atau informasi feedback untuk manajemen atas. Seorang
manajer harus memiliki rasa percaya akan bawahannya untuk mencapai
keberhasilan saluran komunikasi ini. Jika tidak, informasi sebagus apa
pun, dari bawahan, tidak akan berguna baginya, karena apa yang
muncul hanyalah kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap informasi
tersebut.
e. Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi Lateral atau Horizontal merupakan komunikasi yang
mencakup hal-hal seperti dibawah ini :
- Komunikasi di antara anggota dalam kelompok kerja yang sama.
Yaitu komunikasi yang dilakukan antara sesama rekan kerja, antar
pegawai dengan pegawai lainnya. - Komunikasi yang terjadi antara departemen-departemen pada
tingkat organisasi yang sama. Bentuk komunikasi ini pada
dasarnya bersifat koordinatif, dan merupakan hasil dari konsep
spesilisasi organisasi.
