Tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam proses manajemen risiko oleh Gray dan
Larson (2007) adalah:
- Identifikasi risiko (Risk Identification)
Identifikasi risiko menurut Gray dan Larson (2007) adalah analisis proyek untuk
mengidentifikasi sumber risiko. Proses manajemen risiko memulai dengan berusaha
menghasilkan daftar semua risiko yang mungkin dapat mempengaruhi proyek. Satu
kesalahan umum yang pada awal proses identifikasi risiko adalah fokus pada
konsekuensi bukan pada peristiwa-peristiwa yang dapat menghasilkan konsekuensi.
Sebagai contoh, anggota tim mungkin mengidentifikasi kegagalan memenuhi jadwal
sebagai risiko utama. Apa yang perlu mereka fokuskan adalah peristiwa-peristiwa yang
bisa menyebabkan hal itu bisa terjadi. Hanya dengan memusatkan pada peristiwa nyata
maka solusi potensial dapat ditemukan.
Fokus pada awal seharunya adalah pada risiko yang mempengaruhi proyek secara
keseluruhan, bukan pada satu bagian spesifik dari proyek atau jaringan. Setelah risiko
makro dikenali, area spesifik dapat dicek. Metode untuk mengidentifikasi risiko yang
dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode Risk Breakdown Structure (RBS). - Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Menurut Soeharto (2001) penilaian risiko dilakukan dengan tujuan mengetahui dimensi,
ukuran, atau bobot dalam hubungannya dengan jenis risiko, dampak yang
ditimbulkannya, dan kemungkinan terjadinya risiko tersebut. Penilaian tersebut berguna
bagi hal-hal berikut.
a. Mendorong penggalian informasi lebih lanjut.
b. Meningkatkan pengertian terhadap risiko yang mungkin timbul.
c. Mengidentifikasi alternatif untuk menghadapinya atau menanggapinya.
Bila dikerjakan dengan baik, maka penilaian risiko meningkatkan komunikasi dan
koordinasi antara peserta proyek terutama dalam aspek pembagian (share) tanggung
jawab penanganannya. Beberapa cara yang sering digunakan untuk melakukan
penilaian risiko. Baik bisa berupa kuantitatif dengan dengan memakai metode Failure
Mode Effects Analysis (FMEA). - Tanggapan Terhadap Risiko (Risk Response Development)
Tanggapan terhadap risiko proyek adalah proses, teknik, dan strategi untuk
menanggulangi risiko yang mungkin timbul. Menurut Gray dan Larson (2007)
tanggapan terhadap risiko proyek dapat dikelompokkan sebagai respon pengurangan
(mitigasi), penghindaran (avoiding) pemindahan (transfering), berbagi (sharing) atau
menahan (retaining). Tanggapan tersebut juga merupakan tata cara untuk meningkatkan
pengertian dan kesadaran personil dalam organisasi yang bersangkutan (Soeharto,
2001). - Pengendalian Respon Risiko (Risk Response Control)
Pada dasarnya pengendalian respon risiko dapat dilakukan dengan mengidentifikasi
risiko atau ketidakpastian yang spesifik, kemudian memberikan tanggung jawab dan
wewenang kepada personil proyek tertentu sesuai dengan jenjang hierarki di dalam
organisasi proyek atau perusahaan yang bersangkutan, misalnya kepada pimpinan
proyek dan koordinator proyek (Soeharto, 2001)
