Pengertian Stress (skripsi dan tesis)

Stress merupakan respon keseimbangan tubuh dan pikiran terhadap
perubahan. Perubahan dalam hidup tersebut dapat baik maupun buruk
terhadap situasi yang baru atau berbeda dari sebelumnya, bertambah atau
berkurangnya orang-orang dalam kehidupan, dan perubahan perasaan dalam
diri tiap individu. Masa remaja merupakan masa perkembangan yang
dialami setiap individu. Remaja mengalami perubahan yang cepat secara
fisik, kognitif, dan emosional. Perubahan tersebut awal stresor bagi setiap
individu dalam kehidupan. Menurut suat penelitian, stres dapat
berkontribusi menimbulkan permasalahan pada remaja secara fisik maupun
tingkah laku. Stres pada remaja dapat mengganggu fungsi kognitif, berkurangnya konsentrasi, memori, perhatian dan kemampuan dalam
membuat keputusan. Penyebab stres pada remaja beragam, salah satunya
stres psikologi yang disebabkan oleh lingkungan sosial individu. Stres yang
disebabkan oleh stresor lingkungan sosial disebut sebagai stres psikososial. Stres dalam arti secara umum adalah perasaan tertekan, cemas dan
tegang. Dalam bahasa sehari – hari stres di kenal sebagai stimulus atau
respon yang menuntut individu untuk melakukan penyesuaian. Menurut
Lazarus & Folkman, stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan
oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai
potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan
individu untuk mengatasinya. Stres juga adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis ( Chapplin, 2012). Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang digunakan dalam
ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi
fisik, biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada
organisme itu sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. (McGrath, dan Wedford dalam Arend dkk, 2012). Menurut Lazarus &
Folkman (2013) ada tiga bentuk yaitu:
1) Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang
menimbulkan stres atau disebut juga dengan stressor. 2) Respon, yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu
yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: jantung
berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung. 3) Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu
secara aktif dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi
tingkah laku, kognisi maupun afeksi. Rice (2012) mengatakan bahwa stres adalah suatu kejadian atau
stimulus lingkungan yang menyebabkan individu merasa tegang. Atkinson
(2012) mengemukakan bahwa stres mengacu pada peristiwa yang
dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang. Situasi ini disebut sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap
situasi stres ini sebagai respon stres. Berdasarkan berbagai penjelasan
diatas dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu keadaan yang
menekan diri individu. Stres merupakan mekanisme yang kompleks dan
menghasilkan respon yang saling terkait baik fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, dimana
mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara
individu yang satu dengan individu yang lain