Citra merek merupakan pandangan yang terbentuk alami dalam masyarakat tentang
suatu merek. Menurut Kotler & Keller (2016) citra merek merupakan bentuk respon dari
masyarakat terhadap penawaran-penawaran dari perusahaan. Menurut Fatema et al. (2013)
citra merek merupakan persepsi mengenai merek yang tertanam dalam benak konsumen. Kesan
yang teringat oleh konsumen akan suatu merek menimbulkan citra tertentu terhadap merek
tersebut. Citra merek tidak selalu bersifat positif, terdapat juga citra yang bersifat negatif atau
buruk. Citra merek yang buruk inilah yang akan menjatuhkan merek tersebut.
Menurut Mabkhot et al. (2017) kegiatan pemasaran dapat membangun citra merek
yang positif yang bertujuan untuk membangun hubungan yang kuat antara merek dengan citra
dalam ingatan konsumen. Menurut Fatema et al. (2015) citra merek yang positif akan
memberikan nilai tambah bagi konsumen terhadap merek, karena konsumen akan selalu
memilih merek yang dapat memberikan nilai tambah baginya dibandingkan merek lain.
Sehingga dapat dikatakan citra merek yang kuat akan memberikan nilai tambah bagi merek
agar konsumen memiliki pertimbangan yang baik terhadap merek. Walaupun citra merek
terbentuk alami dalam benak masyarakat, perusahaan perlu memiliki strategi yang kuat agar
citra yang muncul bertumbuh secara positif.
