Perencanaan Supply Chain Management


Menurut Siagian (2005:23), penerapan supply chain management terdiri dari 6
topik, yaitu tingkatan perencanan, luasnya daerah perencanan, tujuan pelayaanaan
konsumen, strategi fasilitas lokasi, keputusan persediaan, dan strategi
transportasi.
a. Tingkat Perencanaan
Perencanaaan scm bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang apa,
kapan, bagaimana, hal tersebut berlangsung pada tiga tingkatan, yaitu
strategis, taktikal, dan operasional. Perencanaan strategis, digolongkan
sebagai rencana jangka panjang logistik, dimana waktu yang dibutuhkan
lebih dari satu tahun. Perencanaan ini biasanya berhubungan dengan
kebijakan–kebijakan dalam menjalankan perusahaan. Perencanaan taktis,
merupakan perencanaan logistik jangka menengah, biasanya berlaku pada
jangka waktu menengah yang tidak terlalu lama, kurang dari satu tahun.
Perencanaan operasional, berorientasi pada kegiatan operasionaal logistik
sehari–hari, sehingga jangka waktunya sangat pendek, bahkan bisa
direncanakan secara harian atau jam. Setiap tingkatan perencanan
mempunyai perspektif yang berbeda. Perencanaan strategis bersifat
umum, karena data yang diperoleh untuk membuat perencanaan tersebut
sering diperoleh dari data yang tidak lengkap dan akurat, sedangkan
perencanaan operasional harus bersifat pasti, karena menggambarkan
kegitan logistik per kegiatan, hal ini sangat mempengaruhi kegiatan
logistik secara terperinci.
b. Luasnya Daerah Perencanaaan
Kegiatan logistik menyangkut empat keputusan penting, meliputi

  1. tingkat layanan kepada pelanggan
  2. lokasi fasilitas logistik, yaitu menentukan strategi logistik dapat
    berjalan lancar dan menjamin akan mendapatkan stock
  3. keputusan persediaan, berkaitan dengan persediaan yang dimiliki dan
    kecukupan stock barang
  4. keputusan transportasi, yaitu memilih model transportasi yang akan
    digunakan. Hubungan keempat masalah tersebut, dapat digambarkan
    dalam segitiga pengambilan keputusan logistik