Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dan mengarahkan
para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka.Sebagaimana didefinisikan oleh Yukl (2010), kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task related activities of groupmembers. Kepemimpinanadalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Konsep kepemimpinan terbagi menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses di mana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai,bawahan, atauyang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantumenciptakan suatu budaya produktif dalamorganisasi. Adapun dari sisi atribut,kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorangpemimpin. Oleh karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai seorang yang memilikikemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan,sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka (Griffin & Lopez, 2005; Ullah, et.al., 2011; Alemu, 2016).

Menurut Rivai (2004) kepemimpinan (leadership) adalah proses mempengaruhi atau memberikan contoh kepada pengikutnya melaluikomunikasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Keseluruhan tindakan untuk mempengaruhi dan mendorong orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan definisi yang lebih lengkap bisa dikatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses pemberian jalan yang mudah daripada pekerjaan orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Kartono (2008) berpendapat bahwa kepemimpinan adalah salah
hubungan dan pengaruh antara pemimpin dengan yangdipemimpin. Kepemimpinan tumbuh dan berkembang sebagai hasil interaksi otomatis antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya. Pendapat lainnya tentang kepemimpinan dikemukakan oleh Sani yang menjelaskan kepemimpinan sebagai berikut: ”…kepemimpinan sebagai pengaruh, seni atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemampuan dan antusias…” (Sani, 1987:232). Maka, dapat diperoleh suatu gambaran bahwa pemimpinbertindak untuk mengarahkan kelompok, sehingga anggota kelompok mempunyai arah yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi. Pemimpin harus selalu berada di tengah untuk memberikan dorongan agar dapat tumbuh kehendak yang nyata, berada di depan untuk memberikan contoh teladan dan berada di belakang untuk memberikan pengaruh yang positif sehingga iklim dan kondisi organisasi secara sehat dapat dijaga. Disamping menjaga wibawa pemimpin terhadap bawahannya, maka seorang pemimpin harus berani tampil untuk maju ke depan.

Sedarmayanti (2009) menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah: a) Proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang diinginkan oleh seorang pemimpin; b) Hubungan interaksi antara pengikut dan pemimpin dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan; c) Proses mempengaruhi kegiatan /perilaku kelompok terorganisir untuk mencapai tujuan; d) Proses pengarahan berarti terhadap usaha kolektif dan menyebabkan kemauan untuk melakukan kegiatan/perilaku yang diinginkan untuk mencapai tujuan; dan e) Prosesmempengaruhi aktivitas individu/kelompok dalam usaha mencapai tujuan dalam situasi tertentu.

Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2000) menyatakan bahwa“Leaders are agents of change, persons whose act affect other people more thanother people’s acts affect them”, atau pemimpin merupakan agen perubahan,orang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari orang lainmempengaruhi dirinya. Kepemimpinan sebagai perilaku dikemukakan oleh Sweeney dan McFarlin (2002) yakni: “Leadership involvesa set of interpersonal influenceprocesses. The processes are aimed at motivatingsub-ordinates, creating avision for the future, and developing strategies forachieving goals”, yang dapat diartikan bahwa kepemimpinan melibatkan seperangkat proses pengaruh antar orang. Proses tersebut bertujuanmemotivasi bawahan, menciptakan visi masa depan, dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional. Kepemimpinan didefinisikan sebagai: perilaku; gaya; keterampilan; proses; tanggung jawab; pengalaman; fungsi manajemen; posisi otoritas; hubungan yang mempengaruhi; ciri; dan kemampuan (Algahtani, 2014).

Terkait dengan beberapa definisi kepemimpinan diatas, definisi kepemimpinan tersebut tercakup karakteristik pribadi, perilaku, dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Teori kepemimpinan pada dasarnyamerupakan kajian tentang individu yang memiliki karakteristik fisik,mental, dan kedudukan yang dipandang lebih daripada individu laindalam suatu kelompok sehingga individu yang bersangkutan dapat mempengaruhi individu lain dalam kelompok tersebut untuk bertindak kearah pencapaian suatu tujuan. Jadi disimpulkan, bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara tertentu
efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya.

Jadi, kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut bersedia untuk kerjasama dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Untuk menggerakan orang lain itu diperlukan kemahiran tersendiri, sehingga akan lebih luwes mendorong orang lain untuk berbuat sesuai dengan kehendak organisasi.