Metode Penyuluhan (skripsi dan tesis)
Penyuluhan gizi Terhadap Pengetahuan Ibu (skripsi dan tesis)
Berbagai penelitian terkait edukasi gizi dengan pendidikan ibu, terutama yang berkaitan dengan status gizi balita, sering dilakukan dan hasilnya beragam. Penelitian yang dilakukan oleh Cut Rizki Azriah (2015) diketahui bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudah penyuluhan gizi terhadap pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita. Penelitian lain yang dilakukan oleh Dyah Ambarini di Dusun Ngulu Wetan, Wonogiri, terkait pengaruh penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan ibu, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil pre-test dan post-test
Pengertian Penyuluhan (skripsi dan tesis)
Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan (skripsi dan tesis)
.
Pengetahuan Gizi (skripsi dan tesis)
Peran Suami Sebagai Breastfeeding Father (skripsi dan tesis)
1) Menjadi juru bicara dan pelindung Disini ayah berperan dalam mencari informasi sebanyakbanyaknya kepada ahlinya. Jika istri bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasan agar istri diberi waktu, kalau perlu tempat khusus untuk memompa ASI. 2) Menjadi pendukung Berikan pesan singkat berisi kata-kata mesra di siang hari, kejutan kecil, ataupun sekedar memandikan anak tanpa disuruh. Hal tersebut bisa memberikan ibu kebahagiaan tersendiri sehingga saat menyusui akan membuatnya lebih rileks dan ASI pun menjadi lebih lancar. 3) Menjadi manajer yang baik Suami bisa melakukannya dengan membuat daftar yang diperlukan untuk menyimpan ASI perahan. Misalnya seperti mencari stok botol dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Menemani istri saat sedang memompa di malam hari dan mengingatkan istri untuk memompa ASI. 4) Menjadi orang tua yang sebenarnya Seperti mengurus anak, belanja keperluan keluarga dan lain-lain. Bayangkan ibu menyusui harus bertahan kurang lebih 15 menit di posisi yang sama selama 2-3 jam sekali. Proses yang cukup melelahkan ini butuh seorang super ayah yang ikut intervensi urusan rumah. 5) Bijaksana Menahan emosi saat menghadapi lingkungan yang terlalu fleksibel soal ASI. Mencari dan memberi pemahaman dengan cara yang tepat dan bijaksana pada orangtua, mertua, dan lainlain. 6) Tidak egois Prioritas seorang suami adalah keluarganya, bukan pekerjaan apalagi hobi, dan tugas suami tidak selesai ketika sejumlah uang ditransfer ke rekening istri. Tugas seorang ayah juga tidak selesai hanya ketika membelikan mainan pada anak atau mengajaknya jalan-jalan ke mall. Jadilah bagian dari keluarga dengan seutuhnya bukan sekedar ATM berjalan. 7) Lepaskan beban Jangan menjadikan dukungan terhadap proses menyusui sebagai beban. Mendampingi istri menyusui adalah bagian dari kewajiban alamiah seorang suami sekaligus tanggung jawab ayah pada anaknya. Belajarlah bersama-sama dengan istri. 8) Memberi motivasi, bukan memaksa Terkadang istri bisa menjadi emosional, merasa lelah, dan ingin berhenti menyusui. Dalam kondisi seperti ini, jadilah sebagai pendengar yang baik, memahami kesulitan istri, ajak istri istirahat sejenak dan nikmati waktu berdua. Kemudian yakinkan istri bahwa ASI adalah makanan yang terbaik untuk buah hati. 9) Berbagi Jangan menutup diri dan buka jaringan pergaulan serta informasi seluas-luasnya, dengan sharing membuat Anda semakin memahami persoalan, dan belajar lebih banyak tentang suatu hal. 10) Be a google! Jangan hanya istri yang cari tahu informasi tentang ASI. Alangkah baiknya jika ayah juga bisa menjadi sumber informasi. Buatlah daftar pertanyaan dari istri di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, dan ketika pulang ke rumah, sudah siap dengan segudang jawaban. Diskusikan dengan istri jawaban-jawaban itu
Faktor yang Mendukung Suami sebagai Breastfeeding Father (skripsi dan tesis)
Suami sebagai breastfeeding father dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang berperan positif dalam mendukung proses pemberian ASI eksklusif (Februhartanty, 2008). 1) Faktor Internal a) Tingkat pengetahuan dalam pemberian ASI Keberhasilan dalam proses pemberian ASI dapat dilihat dari sikap dan perhatian yang diberikan suami kepada ibu dan bayinya. Keterlibatan suami dalam pemberian ASI dapat mempengaruhi praktik inisiasi menyusu dini yang memiliki manfaat penting bagi bayi. Apabila ayah yang masih berusia remaja dan tidak memiliki pengetahuan cukup terkait pemberian ASI, praktek pemberian ASI kepada bayi akan rendah. Dukungan suami sebagai breastfeeding father perlu didasari dengan pengetahuan dalam menjalankan perannya. Pemahaman suami yang tinggi dalam mendukung pemberian ASI akan menumbuhkan kesadaran dan empati yang tinggi kepada istri. b) Tingkat pendapatan Orang tua yang berpenghasilan rendah, kehadiran seorang bayi sering kali dilalui tanpa adanya dukungan dari suami. Orang tua yang masih sama-sama berusia remaja kebanyakan mereka masih tinggal bersama dengan keluarganya, hal ini dikarenakan kurang pendapatan orang tua. Selain stress akibat ketidakstabilan pendapatan, tingkat pendidikan yang rendah serta pekerjaan yang tidak menentu menjadi salah satu faktor penghambat (Bobak et al., 2004). c) Sikap Sikap suami dalam membuat keputusan terkait pemberian ASI pada bayi dapat mempengaruhi minat ibu dalam memberikan ASI (Februhartanty, 2008). Sedangkan sikap suami yang tidak mendukung dalam praktek pemberian ASI dapat mempengaruhi produksi ASI (Arieska & Sabarwati, 2009). d) Keyakinan Suami yang mampu meyakinkan istri bahwa istri mampu memberikan ASI pada bayi akan mempengaruhi minat ibu. e) Pengalaman Bertukar informasi dan pengalaman dengan sesama ibu menyusui dapat menambah semangat dan rasa percaya diri kepada ibu untuk memberikan ASI pada bayi. f) Umur Suami dengan usia remaja tingkat pengetahuan mengenai ASI dan perkembangan anak kurang dibandingkan dengan suami usia dewasa. Suami usia remaja cenderung 22 menggantungkan orang tua mereka dalam mengambil keputusan terkait mengasuh bayi. Pengetahuan yang terbatas dapat membuat suami usia remaja tidak memberikan respon yang tepat kepada bayi mereka (Bobak et al., 2004). g) Pendidikan Suami dan anggota keluarga yang memiliki pendidikan rendah akan mempengaruhi keberhasilan dalam proses pemberian ASI. Kesadaran ibu dalam memberikan ASI dipengaruhi oleh faktor sosial, kurangnya dukungan yang diberikan suami ataupun keluarga. Suami yang memiliki pendidikan tinggi dan cukup pengetahuan tentang pentingnya ASI akan berpengaruh terhadap kelancaran pemberian ASI.
Pengertian Breastfeeding Father (Ayah ASI) (skripsi dan tesis)
Peran suami sebagai breastfeeding father adalah dukungan secara penuh dari seorang suami kepada istri dalam proses menyusui, yang mana suami dapat menjadi pemberi dukungan aktif dalam memberikan ASI (Arieska & Sabarwati, 2009). Breastfeeding father merupakan peran penting ayah dalam proses pemberian ASI, yang mana ayah berperan memberikan kenyamanan kepada ibu dan juga bayi, seperti halnya memberikan sentuhan pada punggung ibu sehingga ibu akan merasa diperhatikan oleh suami karena secara psikologis perasaan senang yang dirasakan oleh ibu karena adanya perhatian dari suami akan membantu proses kelancaran pemberian ASI. Peran suami sebagai breastfeeding father yaitu keterlibatan aktif suami dengan memberikan dukungan moral maupun emosional kepada istri dalam proses pemberian ASI (Arieska & Sabarwati, 2009).
Pengetahuan (Knowledge) (skripsi dan tesis)
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk tindakan seseorang (overt behaviour) (Maulana, 2009). Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Maulana, 2009). a. Tahu (know) Tahu berarti mengingat suatu materi yang telah dipelajari atau rangsangan yang telah diterima sebelumnya. Tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa seseorang itu tahu adalah ia dapat menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan dan menyatakan. b. Memahami (comprehension) Memahami berarti kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang paham harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, dan meramalkan. c. Aplikasi/penerapan (application) Aplikasi berarti kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, dan prinsip dalam konteks atau situasi nyata. d. Analisis (analysis) Analisis adalah kemampuan menjabarkan materi atau objek ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, tetapi masih dalam satu struktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan, membuat bagan, membedakan, memisahkan, dan mengelompokkan. e. Sintesis (synthesis) Sintesis merupakan kemampuan meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru atau kemampuan menyusun formulasi baru dari formulasi yang sudah ada. Sebagai contoh, dapat menyusun, merencanakan, dapat meringkas, dan dapat menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan yang telah ada. f. Evaluasi Evaluasi berkaitan dengan kemampuan melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kriteria sendiri atau kriteria yang telah ada.
Kelemahan booklet (skripsi dan tesis)
Selain memiliki kelebihan, booklet juga memiliki kelemahan sebagai media, antara lain: (1) Booklet merupakan media cetak sehingga tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak; (2) Mudah terlipat walaupun sudah dicetak pada kertas yang lebih tebal tetapi tetap saja masih dapat terlipat karena terbuat dari kertas; (3) Booklet kurang tepat bila digunakan pada sasaran yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf; (4) Bila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati, booklet justru akan kehilangan arti, maksud dan tujuan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang peran suami dalam pemberian ASI eksklusif; (5) Booklet kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunya teknik untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada sasaran (Notoatmodjo, 2014)
Kelebihan booklet (skripsi dan tesis)
Adapun kelebihan booklet sebagai media edukasi menurut Notoatmodjo (2014) yaitu: (1) Murah dan mudah dibuat, karena pembuatan media booklet menggunakan media cetak sehingga biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah jika dibandingkan dengan media audio dan media visual maupun media audio visual; (2) Proses edukasi menggunakan media booklet sampai kepada sasaran dapat dilakukan sewaktu-waktu dan disesuaikan dengan kondisi sasaran; (3) Booklet ini selain ada teks juga visual (gambar) sehingga dapat menimbulkan rasa keindahan serta meningkatkan pemahaman dan keinginan dalam belajar, lebih terperinci dan jelas, mudah dimengerti serta tidak menimbulkan salah persepsi (Suliha, 2002). Booklet adalah sebuah media informasi yang praktis. Praktis karena booklet sangat mudah dalam pendistribusian sehingga dapat langsung didistribusikan kepada sasaran dan mencakup banyak orang. Oleh karena itu booklet ini memiliki kelebihan praktis dalam penggunaannya; (4) Booklet merupakan media cetak yang tidak memerlukan listrik dan dapat dibawa kemana-mana (Notoatmodjo, 2014).
Pengertian Booklet (skripsi dan tesis)
Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku, baik tulisan maupun gambar. Booklet merupakan salah satu media cetak yang digunakan dalam edukasi kesehatan (Machfoedz & Suryani, 2009). Menurut Purwanto (2008), booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran, dan laranganlarangan kepada masyarakat, serta berbentuk cetakan. Booklet merupakan alternatif media edukasi yang memberikan efektifitas dan efisiensi dalam hasil dan proses edukasi. Booklet adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul (Purwanto, 2008). Booklet memiliki kemampuan untuk mengubah dan melakukan berbagai fungsi antara lain sebagai pamflet, program, souvenir, dan buku panduan singkat. Booklet adalah media pendidikan yang baik karena mudah dibagikan, disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tertentu, juga memungkinkan untuk disimpan, dibaca berulang kali, dan dibagikan kepada orang lain (Purwanto, 2008). 15 Booklet merupakan terbitan tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu, antara lain dengan stapler, benang, atau kawat. Biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras (Arsyad, 2003). Isi informasi dapat berupa kalimat, gambar maupun kombinasi. Informasi dalam booklet ditulis dalam bahasa yang ringkas dan mudah dipahami dalam waktu singkat. Booklet juga didesain untuk menarik perhatian dan dicetak diatas kertas yang bagus. Bentuknya sering terlihat seperti buku berukuran kecil. Media booklet merupakan sebuah media yang digunakan oleh edukator dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran tentang gizi (Arief, 2009).
Metode Edukasi (skripsi dan tesis)
Menurut Van deb Ban dan Hawkins yang dikutip oleh Lucie (2005), pilihan seorang agen edukasi terhadap suatu metode atau teknik edukasi sangat tergantung kepada tujuan 10 khusus yang ingin dicapai. Berdasarkan pendekatan sasaran yang ingin dicapai, penggolongan metode edukasi menurut Lucie (2005) ada tiga, yaitu: (1) Metode Berdasarkan Pendekatan Perorangan Edukator berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasarannya secara perorangan. Metode ini sangat efektif karena sasaran dapat secara langsung memecahkan masalahnya dengan bimbingan khusus dari edukator. (2) Metode Berdasarkan Pendekatan Kelompok Edukator berhubungan dengan sasaran edukasi secara kelompok. Metode ini cukup efektif karena sasaran dibimbing dan diarahkan untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerjasama. Pendekatan kelompok ini dapat terjadi pertukaran informasi dan pertukaran pendapat serta pengalaman antara sasaran edukasi dalam kelompok yang bersangkutan. Selain itu, memungkinkan adanya umpan balik dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap perilaku dan norma anggotanya. (3) Metode Berdasarkan Pendekatan Massa Metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah banyak. Dipandang dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, namun terbatas hanya dapat menimbulkan kesadaran atau keingintahuan semata. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa metode pendekatan massa dapat mempercepat proses perubahan, tetapi jarang dapat mewujudkan perubahan dalam perilaku. Adapun yang termasuk dalam metode ini antara lain rapat umum, siaran radio, kampanye, pemutaran film, surat kabar, dan sebagainya.
Edukasi Gizi (skripsi dan tesis)
Edukasi atau disebut juga dengan pendidikan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh edukator. Edukasi gizi merupakan pendekatan edukatif untuk menghasilkan perilaku individu/masyarakat yang diperlukan dalam peningkatan atau dalam mempertahankan gizi tetap baik (Notoatmodjo, 2014). Edukasi merupakan proses belajar dari tidak tahu tentang nilai kesehatan menjadi tahu (Suliha, 2002). Tujuan edukasi gizi diantaranya adalah: 1) Terciptanya sikap positif terhadap gizi, 2) terbentuknya pengetahuan dan kecakapan memilih dan menggunakan sumber-sumber pangan, 3) Timbulnya kebiasaan makan yang baik dan adanya motivasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan gizi (Suhardjo, 2003).
Aktivitas fisik untuk obesitas (skripsi dan tesis)
Aktivitas fisik dan olahraga yang dilakukan oleh penderita obesitas harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap. Aktivitas awal dapat berupa peningkatan aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan tangga atau berjalan pelan. Seiring berjalannya waktu untuk meningkatkan penurunan berat badan dapat dilakukan aktivitas lebih berat, yaitu aktivitas sedang. Aktivitas sedang dilakukan dalam 30 sampai 45 menit selama tiga sampai lima kali perhari . Tingkat aktivitas fisik harian yang lebih tinggi atau latihan fisik yang teratur dapat membantu mempertahankan keseimbangan energi dan dapat mencegah obesitas. Aktivitas fisik lebih merupakan bentuk multidimensional yang kompleks dari perilaku manusia daripada perilaku dan teoritis, meliputi semua gerak tubuh mulai dari gerakan kecil. Aktivitas fisik mengacu pada gerakan beberapa otot besar seperti saat menggerakkan lengan dan tungkai . Aktifitas fisik dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu santai, seperti menonton televisi. Seseorang harus membangun aktivitas fisik setiap hari. Contohnya, memarkir mobil lebih jauh dari tempat kerja atau belanja dan berjalan menggunakan tangga daripada menggunakan lift merupakan cara yang mudah untuk meningkatkan aktivitas fisik harian . Menurut Barasi (2007), cara termudah untuk meningkatkan aktivitas fisik pada seorang obesitas adalah menjadwalkan lebih banyak aktivitas ke dalam rutinitas normal setiap hari. Cara ini lebih mungkin dilakukan daripada meluangkan waktu dengan sengaja untuk melakukan latihan di pusat kebugaran. Rekomendasi mengenai jumlah aktivitas yang seharusnya dilakukan penderita obesitas, yaitu melakukan aktivitas sedang minimal 30 menit dalam 5 minggu. Untuk mencegah naiknya berat badan direkomendasikan untuk melakukan aktivitas sedang setiap hari selama 45-60 menit
Pengertian aktivitas fisik (skripsi dan tesis)
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi sehingga menyebabkan pembakaran energi. Energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik bervariasi menurut tingkat intensitas dan lama melakukan aktivitas fisik. Semakin berat dan semakin lama aktivitas fisik dilakukan, maka semakin tinggi energi yang diperlukan . Upaya menurunkan berat badan melalui aktivitas fisik umumnya hanya menurunkan berkisar 2-3%, sedangkan olahraga mempengaruhi kecepatan penurunan berat badan menurut frekuensi dan durasiny
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi (skripsi dan tesis)
Faktor yang mempengaruhi konsumsi panngan yang dimakan seseorang menurut Khomsan (2006), adalah faktor ekonomi dan harga, dan faktor sosial budaya dan religi. Faktor ekonomi dan harga dapat mempengaruhi secara langsung karena perbedaan pendapatan seseorang dapat mempengaruhi perubahan konsumsi mkananan yang dimakan. Faktor sosial budaya dan religi dapat mempengaruhi konsumsi makanan karena kebudayaan seseorang berpengaruh terhadap pemilihan bahan makanan yang digunakan untuk dikonsumsi, kebudayaan juga menentukan makanan yang boleh dimakan atau makanan yang bersifat tabu. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi pola makan seseorang12 , yaitu: (1) Presonal Preference, yakni pola makan atau konsumsi seseorang dapat dipengaruhi oleh kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap makanan tersebut. perasaan suka tidak suka seseorang terhadap makanan tergantung pada asosiasinya terhadap makanan tersebut; (2) Rasa lapar, nafsu makan, dan rasa kenyang, yang diartikan sebagai, rasa lapar merupakan sensasi yang kurang menyenangkan, karena berhubungan dengan kekurangan makanan. Sebaliknya, nafsu makan adalah sensasi yang menyenangkan berupa keinginan seseorang untuk makan. Ada pula rasa kenyang yaitu perasaan puas karena telah memenuhi keinginan makan
Pengertian konsumsi makanan (skripsi dan tesis)
Konsumsi pangan adalah jenis dan jumlah pangan yang dimakan oleh seseorang dengan tujuan pada waktu tertentu. Mengkonsumsi pangan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan individu secara biologis, psikologis, maupun sosial. Hal ini terkait dengan fungsi makanan yaitu gastronomik, identitas budaya, religi, magis, komunikasi, lambang status ekonomi, kekuatan dan kekuasaan10 . Asupan zat gizi pada orang dewasa lebih terfokus pada bagaimana memelihara berat badan yang sehat dan latihan fisik, menghindari berat badan yang berlebihan, dan melanjutkan untuk membangun kekuatan. Kebutuhan energi umum orang dewasa ditetapkan melalui batasan makan yang direkomendasikan dan tingkat aktifitas
Edukasi gizi (skripsi dan tesis)
Edukasi gizi menurut Fasli Jalal (2010) adalah suatu proses yang berkesinambungan untuk menambah pengetahuan tentang gizi, membentuk sikap dan perilaku hidup sehat dengan memperhatikan pola makan sehari-hari dan faktor lain yang mempengaruhi makanan, serta meningkatkan derajat kesehatan dan gizi seseorang. Tujuan dari pemberian edukasi gizi adalah mendorong terjadinya perubahan perilaku yang positif yang berhubungan dengan makanan dan gizi8 . Bentuk dari kegiatan edukasi gizi salah satunya adalah penyuluhan.
