Whistleblowing (skripsi dan tesis)

Miceli dan Near (1985) mendefinisikan whistleblowing adalah pengungkapan yang dilakukan oleh anggota maupun mantan anggota organisasi atas illegal act, immoral acts, dan illegal practices kepada seseorang atau organisasi yang berwenang untuk menanganinya. Mustapha dan Siaw (2012) mendefinisikan whistleblowing sebagai mata-mata subversive atau korporasi yang bertanggung jawab dan memiliki keberanian untuk melakukan tindakan sesuai dengan hati nurani mereka. Menurut Khan (2009) whistleblowing adalah pelaporan yang dilakukan oleh anggota organisasi aktif maupun non aktif, mengenai pelanggaran, tindakan ilegal, atau tidak bermoral kepada pihak di dalam maupun diluar organisasi. Motivasi utama dari whistleblowing adalah motivasi moral demi mencegah kerugian bagi perusahaan tersebut (Keraf, 2000).  Whistleblowing dapat terjadi melalui jalur internal maupun eksternal. Whistleblowing internal terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan karyawan lainnya kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya. Sedangkan, whistleblowing eksternal terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan organisasi atau anggota dalam organisasi, kemudian memberitahukannya kepada pihak di luar organisasi atau penegak hukum karena kecurangan tersebut merugikan masyarakat (Elias, 2008). Park dan Blenkinsopp (2009) menjelaskan bahwa jalur pelaporan whistleblowing tidak hanya sebatas internal dan eksternal, tetapi terdiri dari tiga dimensi, yaitu formal dan informal, anonim dan teridentifikasi, internal dan eksternal, setiap dimensi tersebut merupakan pilihan bagi karyawan. Kaplan, et al. (2012) menemukan bahwa whistleblower berperilaku berbeda dalam membuat pilihan jalur pelaporan yang sesuai untuk mereka. Secara khusus, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelaporan niat peserta dalam hal jalur anonim atau teridentifikasi berpengaruh ketika adanya pertimbangan tindakan pembalasan. Istilah whistleblowing di Indonesia diidentikkan dengan perilaku seseorang yang melaporkan perbuatan yang berindikasi tindak pidana korupsi di organisasi tempat bekerja sehingga memiliki akses informasi memadai atas terjadinya indikasi tindak pidana korupsi tersebut. Sebenarnya whistleblowing tidak hanya melaporkan masalah korupsi, tetapi juga skandal lain yang melanggar hukum dan menimbulkan kerugian atau ancaman bagi masyarakat.