Norma Subjektif (Subejctive Norm) (skripsi dan tesis)

Menurut Aprani (2017) norma subyektif adalah faktor diluar individu yang memengaruhi persepsi atau pandangan seseorang terhadap perilaku yang akan dilakukan. Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika perilaku tersebut merupakan sesuatu yang dianggap wajar oleh orang lain. Sehingga seseorang tersebut hanya akan menunjukkan perilaku yang dapat diterima oleh orang-orang atau lingkungannya dan sebaliknya seseorang tersebut tidak akan melakukan perilaku yang lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Ajzen (2012) menyatakan bahwa norma subyektif lebih mengacu pada pengertian tentang persepsi atas tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku. Menurut Aprani (2017) norma subyektif juga dinyatakan sebagai personal atau moral norm, parental influence, human faktor, human influences, atau influence of significant people. Dalam teori perilaku terencana disebutkan bahwa norma subyektif (subjective norm) sebagai penentu kedua dari terbentuknya niat untuk berperilaku juga diasumsikan sebagai suatu fungsi kepercayaan yaitu kepercayaan seseorang bahwa individu-individu tertentu atau kelompok-kelompok menyetujui atau tidak menyetujui melakukan suatu perilaku. Seseorang tersebut akan memiliki suatu titik referensi untuk mengarahkan perilakunya antara lain orang tua, pasangan, teman dekat, teman kerja, dan pakar profesional (semacam akuntan) (Jogiyanto, 2007).