Literasi Lingkungan (skripsi dan tesis)

Literasi lingkungan adalah suatu sikap sadar untuk menjaga lingkungan yang ada disekitar agar tetap seimbang. Sikap sadar itu tidak hanya memiliki pengetahuan terhadap lingkungan tetapi juga memiliki sikap tanggap dan mampu untuk memberikan solusi atas isu-isu lingkungan. Dalam hal ini siswa yang merupakan bagian dari masyarakat perlu disiapkan sebagai generasi penerus dan agen perubahan di dalam masyarakat perlu untuk dibekali dengan kemampuan literasi lingkungan sejak dini, baik dilingkungan rumah tangga terkhususnya lagi dilingkungan sekolah. Menurut Kusumaningrum (2018) literasi lingkungan mempunyai komponen karakter seseorang yang dapat menjaga lingkungan dengan baik dan benar, tidak hanya memanfaatkan saja tetapi mampu juga untuk mengatasi dan memberikan solusi mengenai masalah-masalah lingkungan yang timbul. Literasi lingkungan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk memahami dan melaksanakan perilaku serta skap kepedulian terhadap lingkungan. Literasi lingkungan ini adalah pemahaman mengenai bagaimana manusia serta masyarakat itu dapat berhubungan dengan baik antara satu dengan yang lainnya dan dengan alam sekitar, serta bagaimana masyarakat melakukan pedidikan keberlanjutan untuk menanamkan pemahaman mengenai lingkungan kepada siswa dengan cara yang lebih spesifik berupa pengetahuan dan keyakinan. Literasi lingkungan disini, difokuskan pada pengetahuan, pemeliharaan, dan kemampuan. Literasi lingkungan bermula dari program National Environmental Literacy Assesment (NELA) yang diselenggarakan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi lingkungan pada sekolah-sekolah menengah yang ada di Amerika. Penelitian mengenai literasi dilingkungan sekolah terdapat 2 fase, fase pertama untuk mengumpulkan data di literasi lingkungan sekolah menengah dengan menggunakan sampel probabilitas-proporsional siswa kelas 6 dan 8 sedangkan fase kedua bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi lingkungan di kelas, sekolah bagian Amerika Utara yang menjalani serangkaian program berupa pendidikan lingkungan (W. McBeth & Volk, 2010). Kemampuan literasi lingkungan dapat diukur dengan beberapa komponen. Menurut McBeth & Volk (2010) kemampuan literasi lingkungan seseorang dapat diukur melalui empat kompenen yaitu : 1. Pengetahuan lingan meliputi pengetahuan ekolagi 2. Sikap terhadap lingkungan yang meliputi niat untuk bertindak, kepekaan terhadap lingkungan, dan perasaan terhadap lingkungan 3. Keterampilan Kognitif yang meiliputi Identifikasi masalah, analisis masalah, dan perilaku pelaksanaan perencanaan 4. Perilaku yang meliputi tindakan nyata (perilaku pro-lingkungan) Kemudian menurut Hollweg et al. (2011) Literasi lingkungan terdiri dari lima jenis pengetahuan yang harus digunakan untuk menanggapi secara kompeten situasi atau masalah lingkungan. Ini adalah pengetahuan tentang: sistem fisik dan ekologi; sistem sosial, budaya, dan politik; isu yang berkaitan dengan lingkungan; berbagai solusi untuk masalah lingkungan; dan partisipasi warga dan strategi aksi. Kemampuan literasi lingkungan diperlukan seseorang untuk memberikan suatu tindakan yang nyata terhadap lingkungan agar tetap terjaga keseimbangan dan kelestariannya. Kemampuan tersebut sebaiknya ditanamkan sejak dini seperti lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dasar, karena apa yang diajarkan kepada anak diusia dini akan mudah diterima oleh mereka dan akan tertanam lama dalam ingatan mereka. Menurut Kusumaningrum (2018) masa terbaik dalam penanaman pendidikan karakter adalah pada masa anak usia dini dan jika masa tersebut terlewatkan maka akan semakin sulit untuk membentuk karakter pada anak tersebut.