Flourishing (skripsi dan tesis)

 

Flourishing merupakan pengalaman hidup yang berjalan dengan baik. Flourishing adalah kombinasi dari perasaan baik (good feeling) dan berfungsi secara efektif. Flourishing sinonim dari level kesejahteraan mental yang tinggi dan melambangkan kesehatan mental (Huppert, 2009; Keyes, 2002; Ryff dan Singer, 1998). Penelitian longitudinal dan penelitian-penelitian eksperimen, pada level tertinggi dari well-being menunjukkan terkait dengan positive outcome, termasuk pembelajaran efektif, produktivitas dan kreativitas, hubungan yang baik, perilaku pro-sosial, dan kesehatan yang baik dan harapan hidup (Diener dkk, 2010; Dolan dkk, 2008; Huppert 2009; dan Lyubomirsky dkk. 2005). Diener menambahkan purpose in life, positive relationship, engagement, competence, self esteem, optimish untuk enrichment of well being dalam konsep flourishing. Jadi orang dengan tingkat yang tinggi dari emosi positif dan memiliki fungsi yang baik secara psikis dan sosial yang baik memiliki complete mental health sebagai Flourishing. Dari penjelasan ini menunjukkan fourising adalah tingkat tinggi dari well being. Pada awal berdiri, yaitu tahun 2000, tujuan Psikologi Positif yang disampaikan oleh Seligman adalah Auntetic Happiness yang meliputi 3 dimensi (positive emotion ,engagement, dan meaning). Pada tahun 2006, konsep tersebut diperbaiki menjadi 5 pilar (PERMA) yang dikenal dengan flourishing. Adapun lima pilar PERMA sebagai high level of Well-being adalah: 1) Positive Emotion, adalah bagian esensial dari kesejahteraan/well being, termasuk didalamnya ada kesenangan, keceriaan, kebahagiaan, dan lain-lain yang merupakan bagian dari emosi positif; 2) Engagement, adalah fokus pada sesuatu yang dikerjakan dan benar-benar merasa kesenangan dalam keterlibatan penuh dengan yang sedang dikerjakan. Flow akan dirasakan pada kondisi ini baik pada kehidupan profesional¬†maupun kehidupan pribadi; 3) Relationship/Positive Relationship, setiap orang memerlukan orang lain dan meningkatkan kesejahteraannya dengan membangun hubungan yang kuat dengan keluarga, teman, ataupun tetangga; 4) Meaning, kehidupan menjadi terbaik jika dapat mendedikasikan lebih besar pada hal lebih luas yang berdampak pada`orang lain, bukan hanya pada diri sendiri, sehingga kehidupan menjadi lebih bermakna; 5) Accomplisment/Achievement¬ładalah tujuan-tujuan yang dapat diperoleh, baik tujuan kecil, sedang atau besar. Kesejahteraan berkembang bila manusia dapat berkembang lebih baik dengan tujuan-tujuannya tercapai. Apabila orang memiliki ke lima pilar tersebut, maka kehidupan orang tersebut akan merasa sejahtera (Seligman, 2002). Pada PERMA secara tidak langsung juga mempengaruhi kesehatan dan finansial. Pada achievement/acomplisment dan engagement akan membuat seseorang mengembangkan diri dan melakukan pekerjaan yang terlibat penuh dengan emosi, sehingga akan memiliki kontribusi dan pengembangan diri yang baik. Hal ini akan berdampak positif pada karirnya, secara tidak langsung terkait dengan fiansial. Sedang Keadaan fisik juga dipengaruhi adanya emosi positif. Emosi menggambarkan adanya kecenderungan manusia untuk bertindak dan juga terkait sistem fisiologis manusia. Emosi dibagi menjadi 2 (Barret & Russel, dalam Mayne & Bonanno, 2001), yaitu emosi negatif (misal, tertekan, sedih, depresi, fatiq, cemas dan lain-lain) dan emosi positif (misalnya bersemangat, senang, rileks, dan lain-lain). Emosi juga mempengaruhi sistem dalam tubuh yang akan mempengaruhi sistem imunitas. Seseorang yang memiliki sistem imunnitas yang baik akan menjadi lebih produktif dari pada yang memiliki sistem imun tidak baik, dari ketidak hadiran dalam bekerja, sakit dengan berobat jalan maupun di rumah sakit. Selain tidak produktif juga membuat seseorang mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya kesehatan. Aspek psikologis seperti stres dapat mempengaruhi sistem imun. Stres sangat berpengaruh pada aksis HPA yang akan mempengaruhi sistem imun. Stres meningkatkan CRH yang selanjutnya merangsang peningkatan glucocorticoid dan catecholamine. Hal ini akan mempengaruhi ekspresi sel Th1 dan Th2 yang menyebabkan imunitas seluler dan humoral (Putra, 1997)