Definisi NAPZA (skripsi dan tesis)

Menurut Kemenkes RI tahun (2010) NAPZA adalah zat yang memengaruhi struktur atau fungsi beberapa bagian tubuh orang yang mengonsumsinya. Manfaat maupun risiko penggunaan NAPZA bergantung pada seberapa banyak, seberapa sering, cara menggunakannya, dan bersamaan dengan obat atau NAPZA lain yang dikonsumsi. Menurut Badan Narkotika Nasional tahun (2004) NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya, meliputi zat alami atau sintetis yang bila dikonsumsi menimbulkan perubahan fungsi fisik dan psikis, serta menimbulkan ketergantungan. Menurut Farmakologi medis (2006) Narkotika adalah obat yang dapat menghilangkan (terutama) rasa nyeri yang berasal dari daerah Visceral dan dapat menimbulkan efek stupor (bengong masih sadar namun masih harus di gertak) serta adiksi. Menurut Amriel (2008) Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan atau zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral atau diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Menurut Hawari (2004) Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya adalah bahan atau zat dimasukan dalam tubuh manusia secara oral atau diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, harmonis, yaitu keutuhan suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Menurut Dirjosisworo (1986) bahwa pengertian narkotika adalah Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Berdasarkan beberapa definisi diatas tentang definisi NAPZA dapat disimpulkan dan dipahami NAPZA adalah Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif yang apabila dikonsumsi tidak sesuai prosedur dan kebutuhan yang penting dan panduan yang benar, akan menimbulkan efek ketergantungan yang mengakibatkan gangguan fisik maupun psikis.