Faktor-faktor Informal yang Mempengaruhi Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi dan tesis)

Anthony & Govindarajan (2012:110) menyatakan 2 faktor yang mempengaruhi penerapan sistem
pengendalian manajemen, faktor eksternal dan internal.
1. Faktor-faktor Eksternal
Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi
perusahaan, konsekuensinya, kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat pencapaian keselarasan tujuan,
namun yang juga diperhatikan oleh para perancang sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang
berkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya melingkupi, karena untuk
menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan seiring dengan mekanisme
informal, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih
tujuan perusahaan.
Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai prilaku yang diharapan dalam masyarakat, dimana
organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap yang secara kolektif sering juga disebut etos
kerja, keuletan, semangat, dan kebanggan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas secara tepat
waktu.
2. Faktor-Faktor Internal
a. Budaya
Faktor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang meliputi keyakinan
bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang implisit diterima dan
secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Norma-norma budaya sangatlah penting karena hal tersebut bisa menjelaskan mengapa dua perusahaan dengan sistem pengendalian manajemen formal yang
sama, bervariasi dalam hal penengendalian aktual.
b. Gaya Manajemen
Faktor internal yang barangkali memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen
adalah gaya manajemen. Biasannya, sikap-sikap bawahan mencerminkan AO yang mereka anggap sebagai
sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO. Para
manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. Beberapa diantaranya memiliki kharisma dan ramah,
sementara yang lain ada yang bergaya agak santai. Ada manajer yang banyak melewatkan waktunya dengan
melihat-lihat dan berpicara pada banyak manajemen dengan cara berkeliling (management by walking around)
sementara ada juga manajer yang menyibukkan dirinya dengan menulis laporan.
c. Organisasi Informasi
Garis-garis dalam bagan organisasi menggambarkan hubungan-hubungan formal yaitu. Pemegang
otoritas resmi dan bertanggungjawab dari setiap manajer. Kenyataan-kenyataan yang ditemui selama
berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak bisa dipahami tanpa mengenali arti penting dari
hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat informal.
d. Persepsi dan Komunikasi
Upaya untuk meraih tujuan-tujuan organisasi, para manajer operasi harus mengetahui tujuan dan
tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. Mereka menyerap informasi ini dari berbagai jalur,
baik itu jalur formal (seperti anggaran dan dokumen-dokumen resmi lainnya) ataupun jalur informal seperti dari
bahan obrolan yang tidak resmi