Pengungkapan (skripsi dan tesis)

Menurut teori keagenan, mekanisme pelaporan keuangan merupakan pengawasan yang digunakan dan diharapkan dapat mengurangi masalah keagenan antara prinsipal dan agen. Prinsipal mencari informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber pengetahuan perusahaan, seperti faktor risiko, petunjuk strategi, kualitas manajerial, kemampuan inovasi, pengalaman, dan integritas (Eccles, et 14 al., 2001). Informasi ini relevan karena menjadi parameter kinerja perusahaan ketika prinsipal menghadapi informasi yang asimetris, masalah keagenan, dan transparansi informasi. Selain itu, informasi SDM perusahaan, inovasi, pelanggan dan teknologi tidak bisa dimasukan dalam laporan keuangan karena kesulitan dalam pengidentifikasian, pengakuan, dan pengukuran. Padahal investor justru meningkatkan kepedulian akan pentingnya informasi perusahaan di luar yang telah dilaporkan di laporan keuangan (Mavrinac and Boyle, 1996). Pelaporan keuangan merupakan sarana pertanggungjawaban agen. Melalui pelaporan keuangan, prinsipal dapat mengukur, menilai, mengawasi kinerja agen, sekaligus mengetahui sejauh mana tindakan agen untuk meningkatkan kesejahteraan prinsipal.