Gambaran Sektor Industri Pertambangan (skripsi dan tesis)

Industri pertambangan merupakan sektor industri yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam. Ada beberapa sektor dalam industri pertambangan, antara lain: batu bara, emas, minyak dan gas bumi, logam dan mineral, serta batu-batuan lainnya. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) Indonesia menduduki peringkat keenam sebagai negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam tambang. Potensi pada bahan galian batubara menduduki peringkat ketiga untuk pengekspor batubara, diikuti produksi timah, tembaga, serta emas. Dengan melimpahnya kekayaan alam indonesia membuat kalangan pelaku dunia pertambangan semakin percaya untuk berinvestasi di Indonesia (Asosiasi Pertambangan Indonesia: 2014). Industri ini juga memberikan sumbangan yang cukup banyak untuk negara seperti: meningkatkan pendapatan ekspor, membuka lapangan pekerjaan, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, sumber pemasukan bagi pemerintah pusat serta daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini industri minyak dan tambang mengalami penurunan yang cukup pesat hal ini tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada kuartal tiga tahun 2013 yang dikarenakan beberapa faktor seperti: harga komoditi pertambangan mengalami penurunan yang cukup tajam, minimnya permintaan impor batubara dari pasar global yang berakibat anjloknya ekspor mineral dan batubara, dan juga banyak negara lain sudah meninggalkan batubara sebagai sumber energi karna dianggap sebagai penyumbang emisi yang terbesar. Pada tahun 2011-2016 industri ini mengalami penurunan yang cukup tajam, tahun 2015 menjadi tahun yang cukup berat bagi para pelaku industri pertambangan. Setelah beberapa tahun sebelumnya industri ini mengalami penurunan kinerja keuangan dan terlebih karna turunnya permintaan dari pasar china yang menjadi salah satu tujuan pasar pertambangan indoneisa dan juga jatuhnya harga komoditas. Sehingga membuat perusahaan tidak mendapatkan profit yang di harapkan. Hal ini menyulitkan dan membuat para pelaku dunia pertambangan harus memutar otak agar perusahaan tetap berjalan baik yang salah satunya membuat keputusan berat dengan mengurangi jumlah karyawan perusahaan. Pada pertengahan 2016 mengalami peningkatan sehingga memberikan angin segar kepada pelaku idnustri pertambangan. Peningkatan in juga dipicu oleh meningkatnya harga minyak dunia yang semakin merangkak naik ke harga normal. Setelah mengalami pasang surut pada pertangan tahun 2016 industri ini termasuk dalam penyumbang terbesar Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sumber dalam alam. Yang mana didalamnya terdapat batubara, minyak, mineral dan gas bumi yang mencapai 95% dari total pendapatan sumber daya alam. Sektor ini pun masuk dalam kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) setelah pertanian, jasa kontruksi, dan juga perdangan pada tahun 2016. Pemilihan sektor pertambangan sebagai objek penelitian ini karena industri pertambangan masih menjadi salah satu sektor utama penggerak kegiatan perekomomian di Indonesia. Dunia pertambangan memegang peranan penting karena jumlah penduduk yang berberprofesi di sektor pertambangan mencapai 1,6 juta orang dengan kontribusi sebesar 11,78 % terhadap GDP Indonesia. Perusahaan pertambangan diharapkan mampu dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan melimpahnya hasil bumi Indonesia dapat menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan pertambangan yang etrdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dan dengan adanya pasang surut dalam perusahaan pertambangan, pihak internal perusahaan diharapkan dapat terus mempertahankan dan terus mengoptimalkan profitabilitas perusahaan agar perusahaan tetap terus bertahan dari efek penurunan harga komoditas tambang.