Pengaruh Struktur Aset terhadap Kebijkan Hutang (skripsi dan tesis)

Menurut Mayangsari (1996) dalam Kurniati (2007), menyatakan bahwa: Pemenuhan kebutuhan dana akan diutamakan dari modal sendiri jika perusahaan menggunakan sumber pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan sedangkan modal asing hanya sebagai pelengkap. Hal ini disebabkan oleh penggunaan aktiva tetap akan menimbulkan adanya beban tetap yang berupa fixed cost. Apabila perusahaan memakai modal asing, untuk membelanjakan aktiva tetapnya maka fixed cost yang akan ditanggungnya juga akan besar.  Menurut Bambang Riyanto (1995) dalam Nugroho (2006), menyatakan bahwa: Kebanyakan perusahaan industri dimana sebagian besar dari pada modalnya tertanam dalam aktiva tetap, akan menguntungkan pemenuhan modalnya dari modal yang permanen, yaitu modal sendiri, sedangkan hutang sifatnya sebagai pelengkap. Haris dan Raviv (1991) dalam Nugroho (2006), menyatakan bahwa: Perusahaan dengan level fixed assets yang rendah mempunyai lebih banyak masalah asymmetric information dibandingkan perusahaan dengan level fixed assets yang tinggi. Perusahaan dengan level fixed assets yang tinggi umumnya adalah perusahaan yang besar, yang dapat menerbitkan saham dengan harga yang fair sehingga tidak menggunakan hutang untuk mendanai investasinya. Dengan demikian diharapkan asset tangibility berpengaruh negatif terhadap leverage. Hasil penelitian oleh Wahyuning Kurniati (2007) yang menguji pengaruh struktur asset terhadap kebijkan hutang menemukan bahwa struktur asset mempunyai pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap kebijakan hutang.