Profesionalisme (skripsi dan tesis)

a. Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme dapat diartikan sebagai komitmen anggota
suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan
terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya
dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu. Orang
yang profesional memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang
yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama atau
katakanlah berada pada satu ruang kerja (Danim, 2002).
Konsep profesionalisme dapat dipahami sebagai sikap
seseorang atau sekelompok orang yang berhasil menjadikan diri atau
kelompoknya memiliki sistem budaya yang mampu memberikan
pelayanan yang memuaskan bagi yang dilayani sesuai tugas dan
tanggung jawabnya. Seorang profesional akan memaknai
pekerjaannya bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai
kebutuhan. Dengan demikian seorang profesional akan melakukan
tugasnya dengan nyaman (Sairin, et, al., 2003).
b. Karakteristik Profesi
Pendekatan karakteristik memandang bahwa profesi
mempunyai seperangkat elemen inti yang membedakan dengan
pekerjaan lain. Seorang penyandang profesi dapat dikatakan
profesional manakala elemen elemen inti itu menjadi bagian integral
dalam kehidupannya. Karakteristik profesi yang dimaksud adalah
sebagai (Danim, 2002) berikut:
1) Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan
2) Memiliki pengetahuan spesialisasi
3) Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung
oleh orang lain atau kalien
4) Memiliki teknik kerja yang dapat dikomunikasikan
(communicable)
5) Memiliki kapasitas mengkomunikasikan kerja secara mandiri
6) Mementingkan kepentingan orang lain
7) Memiliki kode etik
c. Guru Profesional
Guru profesional seperti yang dipaparkan Sumarno (2009)
dalam penelitianya adalah sebagai berikut:
1) Menguasai kurikulum
2) Menguasai materi setiap mata pelajaran
3) Menguasai metode dan evaluasi belajar
4) Setia terhadap tugas
5) Disiplin.
d. Dimensi Profesionalisme
Hasbullah dan Moeins dalam penelitiannya memaparkan tiga
dimensi prrfesionalisme, antara lain:
1. Pengetahuan (Knowlage), yang diukur dengan indikator:
a) Tingkat pengetahuan mendalam tentang subjek,
b) Pengetahuan tingkat mendalam tentang mengajar dan
belajar,
c) Tingkat pemahaman masyarakat,
d) Tingkat pengetahuan kebijakan dan organisasi dalam
pendidikan kepemimpinan.
2. Keterampilan (Skill), yang diukur dengan indikator:
a) Kemampuan untuk berkomunikasi dan mendiskusikan
masalah-masalah pendidikan dengan khalayak yang lebih
luas,
b) Tingkat kemampuan untuk menjelaskan kualitas
pekerjaannya kepada orang luar,
c) Tingkat kemampuan untuk melakukan kelas tindakan
penelitian,
d) Tingkat kemampuan untuk berkontribusi pada pembelajaran
bekerja sama dengan masyarakat profesional,
e) Sejauhmana menerjemahkan hasil penelitian pendidikan
sebagai inovasi di kelas / sekolah
3. Sikap (Attitude), yang diukur dengan indikator:
a) Tingkat dedikasi mengajar,
b) Tingkat komitmen terhadap profesi dan kelompok
profesional,
c) Tingkat pengetahuan berkontribusi pada pengembangan
kelompok profesional,
d) Tingkat komitmen untuk mematuhi kode perilaku
profesional dan integritas profesi,
e) Fokus pada tingkat pengembangan profesional
berkelanjutan,
f) Tingkat fokus pada peningkatan dan inovasi pengajaran.