Perancangan Basis Data (skripsi dan tesis)

Perancangan basis data merupakan suatu proses pembuatan sebuah desain yang akan mendukung tujuan dan operasi dari perusahaan untuk kebutuhan sistem basis data (Connolly dan Begg, 2005). Tujuan utama dari perancangan basis data adalah untuk mempresentasikan data dan relationship antar data yang dibutuhkan oleh seluruh area aplikasi dan grup pengguna, kemudian menyediakan model data yang mendukung segala transaksi yang diperlukan pada data, serta menspesifikasikan rancangan minimal yang secara tepat disusun untuk memenuhi kebutuhan performa yang ditetapkan pada sistem. Untuk mendesain basis data sebuah perusahaan, ada proses desain yang harus dilalui yang dibagi menjadi tiga fase utama yaitu perancangan basis data konseptual (Conceptual Database Design), perancangan basis data logikal (Logical Database Design), dan perancangan basis data fisikal (Physical Database Design) (Connolly dan Begg, 2005). Perancangan konseptual (Conceptual Database Design) adalah proses membangun model data yang digunakan dalam perusahaan, yang terlepas dari semua pertimbangan-pertimbangan fisik seperti platform perangkat keras (dasar atau tempat untuk menjalankan perangkat lunak) contohnya personal computer (PC), MAC, PDA/Smartphone, dan lain-lain, kemudian program aplikasi, masalah kinerja, bahasa pemograman, target DBM dan pertimbangan fisik lainnya. Tujuan dari perancangan basis data konseptual adalah mengidentifikasi entitas penting beserta atribut-atributnya dan hubungan antar entitas yang satu dengan yang lainnya. Setelah melalui tahap perancangan basis data konseptual, tahap selanjutnya adalah melakukan perancangan basis data logikal (Logical Database Design). Pada tahap ini dibangun sebuah model data yang akan digunakan pada perusahan berdasarkan sebuah model data spesifik tetapi terlepas dari DBMS (Sistem 15 Manajemen Database) dan pertimbangan fisik lainnya. Tujuan perancangan basis data logikal adalah untuk menerjemahkan model dan konseptual menjadi model data logikal dari basis data yang meliputi perancangan relasi-relasi dan kemudian memvalidasi model tersebut untuk mengecek apakah sudah terstruktur dengan benar dan mampu mendukung kebutuhan transaksi. Tahap akhir dari perancangan basis data adalah membangun perancangan data fisikal (Physical Database Design) yang menghasilkan deskripsi dari pengimplementasian suatu basis data pada media penyimpanan kedua. Menjelaskan relasi dasar, pengaturan file, dan indeks yang digunakan untuk mencapai akses data yang efisien, integrity constraint yang terkait, serta ukuran keamanan. Tahap ini menerjemahkan model data logikal global untuk target DBMS. Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan skema basis data relasional dari model data logikal yang dapat diimplementasikan pada DBMS pilihan.