Aspek-Aspek Kemampuan Manajerial (skripsi dan tesis)

Kemampuan manajerial dalam menjalan kegiatan usahanya
dipengaruhi oleh 7 aspek, yaitu :
1. Kepemimpinan
Konsep kepemimpinan erat sekali hubungannya dengan kekuasaan
pemimpin dalam memperoleh alat untuk mempengaruhi para
pengikutnya. Terdapat sumber dan bentuk kekuasaan paksaan,
leigitmasi keahlian, referensi, informasi dan hubungan (Veithzal
Rivai, 2003:4-5)
Kepemimpinan bukan saja bertanggung jawab agar orang-orang
bekerja namun juga mengendalikan kebanyakan alat pemuas
kebutuhan manusia dalam organisasi
2. Pemecahan Masalah
Dalam menjalankan perannya sebagai pengambil keputusan,
manajer harus mampu menangani masalah-masalah yang terjadi
dalam organisasi. Sebagai penanganan masalah, manajer
mengambil tindakan korektif sebagai tanggapan terhadap masalah-
masalah yang tidak diduga sebelumnya (Stephen P.Robbins,
2002:4)
3. Komunikasi
Perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa cara bentuk
penyampaian informasi, maka hanya melalui komunikasi
kebutuhan manusia dasar dapat terpuasi (Komaruddin
Sastradipoera, 2002:95). Dalam organisasi, pencapaian tujuan
dengan segala proses membutuhkan komunikasi yang efektif,
sehingga pemimpin menyampaikan informasi berupa perintah, atau
bawahan menyampaikan informasi laporan lisan maupun tulisan
sehingga mencapai sasaran dengan persepsi yang sama (Vehitzhal
Rivai, 2003:137-139).
Komunikasi yang efektif dan komunikatif merupakan hal yang
penting bagi manajer karena :
– Komunikasi merupakan alat bagi manajer untuk melaksanakan
fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi
kepemimpinan dan fungsi pengendalian
– Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap
manajer di setiap harinya dan memakan waktu paling banyak
dari waktu yang tersedia (Indriyo Gistosudarmo, 1997:203)
4. Keterampilan Manajerial
Robert Katz dalam Stephen P.Robbins (2002:4) dan Veitzhal
Rivai (2003 : 33) mengatakan keterampilan manajerial yang
efektif adalah :
– Keterampilan Teknis : yaitu keterampilan menerapkan
pengetahuan khusus dan keahlian spesialisasi
– Keterampilan Manusia : Kemampuan bekerjasama, memahami
dan memotivasi orang lain, baik perorangan maupun dalam
kelompok
– Keterampilan Konseptual : Keterampilan mental untuk
menganalisis dan mendiagnosis situasi rumit
5. Pengalaman
Melalui pengalaman, seseorang menjadi lebih mudah untuk
melaksanakan tugas yang sama dan mempunyai potensi untuk
menghadapi segala permasalahan yang bersangkut paut dengan
bidang keahliannya (Stephen P. Robbins, 2002 : 66)
6. Kewirausahaan
Kewirausahaan mempelajari tentang nilai kemampuan, dan
perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Oleh sebab itu,
objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan
seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut
Soeparman Soemahamidjaja 2003 : 9, Kemampuan seseorang
yang menjadi objek kewirausahaan meliputi :
– Kemampuan merumuskan tujuan hidup (usaha)
– Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad
kemauan yang menyala-nyala
– Kemampuan untuk berinisiatif, yaitu mengerjakan sesuatu yang
baik tanpa menunggu orang lain, yang dilakukan berulangulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif
– Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas (daya
cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan
motivasi.
– Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang
(capital goods)
– Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri
untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui
kebiasaaan yang selalu tidak menunda pekerjaan.
– Kemampuan mental yang dilandasi agama
– Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil
hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.
7. Motivasi
Teori motivasi terbagi kedalam dua kategori: teori kepuasan dan
teori proses (Gibson; Ivancevich; Donelly, 1996 : 186). Teori
kepuasan memusatkan perhatian pada faktor-faktor didalam
individu yang mendorong, mengarahkan, mempertahankan dan
menganalisa bagaimana perilaku dorong, diarahkan, dipertahankan
dan dihentikan
Teori motivasi yang termasuk dalam kategori teori kepuasan
adalah teori motivasi yang berpendapat bahwa manusia berperilaku
karena ingin memenuhi kebutuhan dasarnya. Sedikitnya ada tiga
kebutuhan pokok umum (Komaruddin Sastradipoera, 2002 : 92):
– Motif fisioligis : Kebutuhan pokok manusia paling
primitive yang melandasi motivasi yang meliputi sandang,
pangan, papan, dan tidur
– Motif sosiologis : kebutuhan akan cinta dan kasih sayang,
dan kebutuhan untuk diterima orang disekitarnya.
– Motif psikologis : kebutuhan untuk diakui, berprestasi,
status, dan lain-lain