Push Pull Mooring Factors (skripsi dan tesis)

Push-pull merupakan komponen dari model PPM migrasi yang memiliki sejarah panjang, bahkan sejak abad ke 19 (Bansal et al., 2005). Moon (1995) dalam Bansal et al. (2005), mendefinisikan faktor pendorong sebagai faktor-faktor yang memotivasi pelanggan untuk berpindah dari penyedia jasa (service provider) lama yang diasumsikan memiliki pengaruh negatif pada kualitas indikator kehidupan. Dalam jasa, faktor pendorong ini dapat dikaitkan dengan rendahnya kualitas layanan pada penyedia jasa, sehingga mendorong pelanggan untuk berpindah ke penyedia jasa baru. Faktor-faktor yang dapat mendorong perpindahan pelanggan antara lain: kualitas, kepuasan, nilai, kepercayaan, komitmen, dan persepsi harga. Faktor penarik merupakan faktor positif yang terdapat di penyedia jasa alternatif yang dapat menarik pelanggan untuk berpindah (Bansal et al., 2005). Salah satu alasan konsumen memiliki pertimbangan untuk berpindah ke produk subtitusi karena produk substitusi memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan produk asal. Menurut paradigma push-pull, faktor positif yang ada pada penyedia jasa alternatif akan menarik pelanggan untuk berpindah. Variabel yang merupakan faktor penarik ini adalah daya tarik alternatif, yaitu karakteristik positif dari penyedia jasa alternatif yang secara positif mempengaruhi intensi berpindah pelanggan. Bansal et al. (2005) menyatakan bahwa paradigma push-pull tidak cukup mampu untuk menggambarkan kompleksitas keputusan migrasi. Paradigma push- pull menjadi lebih kompleks dengan adanya variabel intervening. Adanya hambatan-hambatan seperti kewajiban dalam keluarga serta biaya perpindahan yang tinggi dapat menjadi hambatan dalam perpindahan. Jadi meskipun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang kuat, seseorang belum tentu akan melakukan migrasi. Variabelvariabel penghambat ini meliputi sikap terhadap perpindahan, norma subyektif (pengaruh sosial), biaya berpindah (switching cost), perilaku masa lalu, dan kecenderungan dalam mencari variasi.