Pengertian Konflik Pekerjaan-Keluarga (skripsi dan tesis)

 

Konflik pekerjaan-keluarga merupakan bentuk dari interrole conflict (konflik antar peran). Menurut Greenhaus dan Beutell (1985) konflik pekerjaan-keluarga adalah konflik yang terjadi pada individu akibat menanggung peran ganda baik dalam pekerjaan (work) maupun keluarga (family), di mana karena waktu dan perhatian terlalu tercurah pada satu peran saja di antaranya (biasanya pada peran dalam dunia kerja), sehingga tuntutan peran lain (dalam keluarga) tidak bisa dipenuhi secara optimal. Konflik pekerjaan-keluarga terjadi saat partisipasi dalam peran pekerjaan dan peran keluarga saling tidak cocok antara satu dengan lainnya, karenanya partisipasi dalam peran pekerjaan terhadap keluarga dibuat semakin sulit dengan hadirnya partisipasi dalam peran keluarga terhadap pekerjaan, stres yang bermula dari satu peran yang spills over ke dalam peran lainnya akan mengurangi kualitas hidup dalam peran tersebut, perilaku yang efektif dan tepat pada satu peran, namun tidak efektif dan tidak tepat saat ditransfer pada peran lainnya (Greenhaus & Beutell, 1985). Menurut Aycan dan Eskin (2005) konflik pekerjaan-keluarga merupakan konflik antar peran yang timbul apabila peran didalam pekerjaan dan peran didalam keluarga saling menuntut untuk dipenuhi, dimana pemenuhan peran yang satu akan mempersulit pemenuhan peran yang lain. Cahyaningdyah (dalam   Pangarso, 2015) menyatakan bahwa konflik pekerjaan-keluarga merupakan bentuk konflik antar peran yang timbul karena pelaksanaan fungsi pada satu peran mengganggu pelaksanaan peran lainnya. Frone, Russell dan Cooper (dalam Rahmadita, 2013) mendefinisikan konflik pekerjaan-keluarga sebagai konflik peran yang terjadi pada karyawan di mana di satu sisi karyawan harus melakukan pekerjaan di kantor dan di sisi lain harus memperhatikan keluarga secara utuh, sehingga sulit menentukan mana yang harus diprioritaskan antara pekerjaan dengan keluarga. Konflik pekerjaan-keluarga terjadi ketika kehidupan rumah seseorang berbenturan dengan tanggung jawabnya di tempat kerja, seperti masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas harian, atau kerja lembur.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konflik pekerjaankeluarga adalah konflik yang terjadi pada individu akibat menanggung peran ganda, baik dalam pekerjaan (work) maupun keluarga (family), di mana karena waktu dan perhatian hanya tercurah pada satu peran saja yaitu (peran di tempat kerja), sehingga tuntutan peran lain (dalam keluarga) tidak bisa dipenuhi secara optimal.