Arus kas investasi (skripsi dan tesis)

Arus kas investasi (Cash Flow of Investment) merupakan arus kas yang memuat peningkatan maupun penurunan aset jangka panjang yang dipergunakan perusahaan dalam setiap kegiatan operasionalnya. Pembelian aset tetap misalnya gedung merupakan salah satu contoh dari aktivitas investasi. Menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, yang mencakup aktivitas investasi yaitu: 1. Perusahaan memperoleh penerimaan kas yang bersumber dari penjualan aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset jangka panjang lainnya,kontrak yang akan dilakukan di masa mendatang, pelunasan uang muka dan pinjaman dari pihak lain. 2. Perusahaan memperoleh pengeluaran kas yang bersumber dari perjanjian kontrak yang akan dilakukan di masa yang akan datang, pembelian instrumen utang ataupun ekuitas selain untuk diperdagangkan, pembelian aset tidak tetap, aset tidak berwujud, dan biaya pengembalian kapitalisasi.
 Soumaya (2012) menyatakan bahwa MC (Kapitalisasi Pasar), sebagai ukuran dari ukuran perusahaan, memiliki efek positif dan signifikan arus kas investasi. Juga, DLMT (The Long and Medium-Term Debts) memiliki efek negatif pada sensitivitas arus kas investasi. Akhirnya, dampak dari aset likuid pada sensitivitas arus kas investasi tidak jelas. Karena efek CS (Cash Stock) adalah positif sementara efek LA (Aset Likuid) adalah negatif. Minton dan Schrand (1999) menyatakan bahwa perusahaantidaksepenuhnyavolatilitaskelancaran arus kasmelalui waktuuntuk mempertahankan tingkatinvestasi, melainkanmelupakanbeberapa investasi. Kami tidak mengklaimbahwa hasil iniberarti bahwaperusahaan harusmengurangi atau menghilangkanvolatilitas.Sebaliknya, efek darivolatilitasmerupakansalah satu faktorbahwa perusahaanharus mempertimbangkandalam keputusanmanajemen risiko.Perusahaanharusmemutuskan bagaimanauntukmemilih (trade-off)dampak negatifyang diharapkanvolatilitaspadatingkat investasiterhadap efeklain dalam mengelolavolatilitas