Penggolongan Inflasi (skripsi dan tesis)

Menurut Iskandar Putong (2013:422-423) penggolongan inflasi adalah sebagai berikut: 30 “1. Sifat inflasi a. Inflasi rendah, setiap tahun kurang dari 10% b. Inflasi menengah, setiap tahun 10%-30% c. Inflasi tinggi, setiap tahun 30%-100% d. Inflasi sangat tinggi, setiap tahun lebih dari 100% Sebab inflasi 2. Penyebab inflasi a. Demand pull, permintaan tinggi padahal penawaran tetap. b. Cost pull, penurunan produksi karena naiknya biaya untuk menghasilkan produk. 3. Asal inflasi a. Inflasi dalam negeri b. Inflasi luar negeri”. Menurut M. Natsir (2014:261) penggolongan inflasi adalah sebagai berikut: “1. Inflasi secara umum, terdiri dari: a. Inflasi IHK atau inflasi umum (headline inflation) adalah inflasi seluruh barang dan jasa yang dimonitor harganya secara periodik. Inflasi IHK merupakan gabungan dari inflasi inti, inflasi harga administrasi dan inflasi gejolak barang (volatile goods). b. Inflasi inti (core inflation) adalah inflasi barang dan jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum (faktor-faktor fundamental misalnya aksektasi inflasi, nilai tukar, dan keseimbangan permintaan dan penawaran) yang akan berdampak pada perubahan harga-harga secara umum yang sifatnya cenderung permanen dan persisten. c. Inflasi harga administrasi (administered price inflation) adalah inflasi yang harganya diatur oleh pemerintah terjadi karena campur tangan (diatur) pemerintah, misalnya kenaikan harga BBM, angkutan dalam kota dan kenaikan tarif tol. d. Inflasi gejolak barang-barang (volatile goods inflation) adalah inflasi kelompok komoditas (barang dan jasa) yang perkembangan harganya sangan bergejolak. Misalnya, bahan makanan yang bergejolak terjadi pada kelompok bahan makanan yang dipengaruhi faktor-faktor teknis, misalnya gagal panen, gangguan alam atau anolai cuaca. 2. Inflasi berdasarkan asalnya, terdiri dari: a. Inflasi yang berasal dari dalam negeri adalah inflasi barang dan jasa secara umum di dalam negeri. b. Inflasi yang berasal dari mancanegara adalah inflasi barang dan jasa (barang dan jasa yang diimpor) secara umum di luar negeri. 3. Inflasi berdasarkan cakupan pengaruhnya, terdiri dari: a. Inflasi tertutup (closed inflation) adalah inflasi yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau beberapa barang tertentu. b. Inflasi terbuka (open inflation) adalah inflasi yang terjadi pada semua barang dan jasa secara umum. 4. Inflasi berdasarkan sifatnya, terdiri dari: 31 a. Inflasi merayap (creeping inflation) adalah inflasi yang rendah dan berjalan lambat dengan persentase yang relatif kecil serta dalam waktu yang relatif lama. b. Inflasi menengah (galloping inflation) adalah inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dan sering kali berlangsung dalam periode waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselerasi. c. Inflasi tinggi (hyper inflation) adalah inflasi yang paling parah ditandai dengan kenaikan harga mencapai 5 atau 6 kali, pada saat ini nilai uang merosot tajam. 5. Inflasi berdasarkan tingkat pengaruhnya a. Inflasi ringan adalah inflasi yang besarnya <10% per tahun b. Inflasi sedang adalah inflasi yang besarnya antara 10%-30% per tahun c. Inflasi berat adalah inflasi yang besarnya antara 30%-100% per tahun d. Inflasi hyper adalah yang besarnya >100%per tahun. 6. Inflasi berdasarkan periode, terbagi menjadi tiga, antara lain: a. Inflasi tahunan (year on year), yaitu mengukur IHK periode bulan ini terhadap IHK di periode bualn yang sama di tahun sebelumnya. b. Inflasi bulanan (month to mounth), mengukur IHK bulan ini terhadap IHK bulan sebelumnya. c. Inflasi kalender atau (year to date), mengukur IHK bulan ini terhadap IHK awal tahun”. Berdasarkan teori-teori di atas, sampai pada pemahaman penulis bahwa penggolongan inflasi terdiri sifat inflasi, penyebab inflasi, asal inflasi, cakupan pengaruh, tingkat pengaruh, dan periode inflasi. Dengan mengetahui penggolongan inflasi ini, penulis dapat mengetahui bahwa inflasi bisa dilihat dari beberapa aspek.