Jenis-jenis Pertumbuhan Laba (skripsi dan tesis)

Menurut Zaki Baridwan (2011:33), jenis-jenis pertumbuhan laba meliputi: “1. Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan. 2. Laba usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi beban-beban usaha. 3. Laba bersih sebelum pajak, yaitu laba bersih ditambah dan dikurangi pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha. 4. Laba bersih sesudah pajak, yaitu laba bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan. 5. Laba bersih dan elemen-elemen luar biasa, yaitu laba bersih sesudah pajak ditambah dan dikurang dengan elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa”. Menurut K. R. Subramanyam dan John J. Wild (2013:120) pertumbuhan laba dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu: “1. Laba kotor Laba kotor merupakan pendapatan dikurangi harga pokok penjualan. Apabila hasil penjualan barang dan jasa tidak dapat menutupi beban yang langsung terkait dengan barang dan jasa tersebut atau harga pokok penjualan, maka akan sulit bagi perusahaan tersebut untuk bertahan.   2. Laba operasi Laba operasi mengukur kinerja operasi bisnis fundamental yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dan didapat dari laba kotor dikurangi beban operasi. Laba operasi menunjukkan seberapa efisien dan efektif perusahaan melakukan aktivitas operasinya. 3. Laba sebelum pajak Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil usaha dan dikurangi biaya di luar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu dalam hal pajak, angka itu adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatakan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan. 4. Laba bersih Laba sesudah pajak atau laba bersih merupakan laba setelah dikurangi dengan pajak. Laba bersih dipindahkan ke dalam perkiraan laba ditahan atau ratainer earning. Dalam perkiraan ini akan diambil suatu jumlah tertentu untuk dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham”.

Berdasarkan teori-teori di atas, sampai pada pemahaman penulis bahwa jenis-jenis pertumbuhan laba terdiri dari laba bruto, laba usaha bersih, laba bersih sebelum pajak, laba bersih, laba kotor, dan laba operasi. Dengan mengetahui jenis laba ini, penulis dapat mengetahui perusahaan bisa membuat keputusan atau menentukan strategi tentang bagaimana cara meningkatkan laba perusahaannya