Turnover Intention (Intensi Keluar) (skripsi dan tesis)

 

Intensi adalah niat atau keinginan yang timbul pada individu untuk melakukan sesuatu. Sementara turnover adalah berhentinya atau penarikan diri seseorang karyawan dari tempat bekerja. Dengan demikian, turnover intention (intensi keluar) adalah kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya (Zeffane, 1994). 31 Turnover Intention diartikan sebagai kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya secara sukarela atau pindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja yang lain menurut pilihannya sendiri (Mobley, 1986). Turnover mengarah pada kenyataan akhir yang dihadapi organisasi berupa jumlah karyawan yang meninggalkan organisasi pada periode tertentu, sedangkan turnover intention mengacu pada hasil evaluasi individu mengenai kelanjutan hubungan dengan organisasi yang belum diwujudkan dalam tindakan pasti meninggalkan organisasi. Turnover dapat berupa pengunduran diri, perpindahan keluar unit organisasi, pemberhentian atau kematian anggota organisasi. Penarikan diri seseorang keluar dari suatu organisasi (turnover) dapat diputuskan secara 2 sebab, yaitu: 1) Sukarela (voluntary turnover) Voluntary turnover atau quit merupakan keputusan karyawan untuk meninggalkan organisasi secara sukarela yang disebabkan oleh faktor seberapa menarik pekerjaan yang ada saat ini, dan tersedianya alternatif pekerjaan lain. 2) Tidak sukarela (involuntary turnover) Sebaliknya, involuntary turnover atau pemecatan menggambarkan keputusan pemberi kerja (employer) untuk menghentikan hubungan kerja dan bersifat uncontrollable bagi karyawan yang mengalaminya (Shaw et al., 1998).

Menurut Utami dan Bonussyeani (2009) antara karyawan yang meninggalkan organisasi secara suka rela tetapi tidak dapat dihindari dan karyawan yang tetap tinggal pada organisasi (stay) tidak dapat dibedakan karakteristik tingkat kepuasanĀ  dan komitmennya. Perpindahan kerja suka rela yang dapat dihindari disebabkan karena alasan-alasan: 1) Upaya yang lebih baik di tempat lain. 2) Kondisi kerja yang lebih baik di organisasi lain. 3) Masalah dengan kepemimpinan / administrasi yang ada. 4) Adanya organisasi lain yang lebih baik. Perpindahan kerja sukarela yang tidak dapat dihindari disebabkan oleh alasan-alasan: 1) Pindah ke daerah lain karena mengikuti pasangan. 2) Perubahan arah karir individu, harus tinggal di rumah untuk menjaga pasangan / anak, dan kehamilan. Turnover mengacu pada keluarnya seseorang dari keanggotaan suatu organisasi. Faslah (2010) menjelaskan bahwa biaya atau kerugian atas adanya turnover meliputi: 1) Biaya langsung yang terkait dengan kegiatan rekruitmen. 2) Biaya tidak langsung misalnya biaya yang berhubungan dengan pelatihan karyawan baru. 3) Kerugian produktivitas oleh proses pembelajaran karyawan baru. Ada 2 (dua) macam model penarikan diri dari organisasi (organizational withdrawal) yang mencerminkan rencana individu untuk meninggalkan organisasi baik secara temporer maupun permanen, yaitu : 1) Penarikan diri dari pekerjaan (work withdrawal), biasa disebut mengurangi jangka waktu dalam bekerja atau melakukan penarikan diri secara sementara. Hanisch dan Hulin (1990) menyebutkan bahwa karyawan yang merasa tidak puas dalam pekerjaan akan melakukan beberapa kombinasi perilaku seperti tidak menghadiri rapat, tidak masuk kerja, menampilkan kinerja yang rendah dan mengurangi keterlibatannya secara psikologis dari pekerjaan yang dihadapi. 2) Alternatif mencari pekerjaan baru (search for alternatives), biasanya karyawan benar-benar ingin meninggalkan pekerjaannya secara permanen. Dapat dilakukan dengan proses pencarian kerja baru, sebagai variabel antara pemikiran untuk berhenti bekerja atau keputusan aktual untuk meninggalkan pekerjaan (Mueller, 2003). Turnover yang dibahas dalam penelitian ini adalah dalam konteks model sukarela (voluntary turnover intention). Cammann et al. (1979) mengembangkan alat ukur untuk mengukur turnover intention yang dikenal dengan Michigan Organizational Assessment Questionnaire (MOAQ). Indikator-indikatornya terdiri atas: 1) Sering berpikir meninggalkan organisasi ini. 2) Sangat mungkin tahun depan akan mencari pekerjaan baru. 3) Akhir-akhir ini sering berpikir mengganti pekerja saat ini. Mobley (1986) juga mengukur variabel intensi keluar dengan tiga item yang menggali informasi mengenai keinginan responden untuk mencari pekerjaan lain. Item pengukuran tersebut terdiri atas: 1) Kecenderungan individu berpikir untuk meninggalkan organisasi tempat ia bekerja sekarang. 34 2) Kemungkinan individu akan mencari pekerjaan pada organisasi lain. 3) Kemungkinan meninggalkan organisasi.