Pengertian Kepemimpinan Autentik (skripsi dan tesis)

Dalam kehidupan, kepemimpinan merupakan suatu hal yang penting karena seorang pemimpin mampu menentukan keberhasilan suatu organisasi. Dalam kenyataannya bahwa penggantian seorang pemimpin juga akan mempengaruhi kinerja suatu tim, bahkan juga kebijakan yang terdapat dalam suatu organisasi tersebut bisa untuk berubah. Manusia dilahirkan didunia ini untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam masing-masing diri manusia sudah tertanam jiwa kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu membuat perubahan dan mampu menggerakkan serta memaksimalkan kinerja individu lainnya. Hal ini sejalan dengan penjelasan Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2000) yaitu pemimpin adalah seorang agen perubahan, pemimpin merupakan orang yang mampu bertindak untuk mempengaruhi orang lain lebih dari orang lain mempengaruhi dirinya. Sedangkan menurut Sweeney dan McFarlin (2002) kepemimpinan melibatkan seperangkat proses pengaruh antar orang. Proses tersebut bertujuan memotivasi bawahan, menciptakan visi masa depan, dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan. Menurut Susanto dan Koesnadi (2003) seorang pemimpin merupakan seseorang yang ditetapkan bersama untuk membawa organisasi mencapai visi dan misinya melalui jalan yang paling efektif. Sedangkan menurut Kartini Kartono (2005) pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan, dimana kecakapan dan kelebihan tersebut terdapat pada satu bidang sehingga dia mampu untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok lain kemudian secara bersama-sama melakukan aktivitas tertentu untuk mencapai suatu target secara efektif dan efiseien. Ada berbagai macam jenis kepemimpinan, salah satunya adalah kepemimpinan autentik

Jensen dan Luthans (2006) menjelaskan kepemimpinan autentik sebagai kemampuan untuk memproses kapasitas psikologi positif dalam konteks perkembangan organisasi yang menghasilkan kesadaran diri, perilaku positif, regulasi diri yang tinggi pada pemimpin dan pengikutnya serta membantu pengembangan diri yang lebih positif. Yukl (2015) menyatakan bahwa nilai inti dari kepemimpinan autentik yaitu memotivasi mereka sendiri untuk melakukan apa yang benar dan adil bagi  pengikut, menciptakan jenis hubungan dengan pengikut yang mencakup rasa saling percaya yang tinggi, komunikasi terbuka dan jujur, memiliki tujuan bersama yang bernilai positif. Avolio dan Gardner (2005) mendefinisikan kepemimpinan autentik sebagai pemimpin yang memiliki kesadaran diri yang tinggi dalam berfikir serta bertindak dan orang lain mempersepsikan pemimpin tersebut memiliki kesadaran tentang nilai moral dirinya dan orang lain, memiliki pengetahuan yang luas dan kekuatan; sadar apa yang sedang dilakukan oleh dirinya, percaya diri, optimisme, tangguh dan memiliki kesadaran moral. Hal ini sama dengan pernyataan yang disampaikan oleh Avolio, dkk (dalam Ilies, 2005) bahwa pemimpin autentik memiliki kesadaran diri dan memiliki nilai yang dianut, percaya diri, cerdas, tangguh dan dapat diandalkan, fokus kepada pembentukan kekuatan dan mengembangkan wawasan pengikut serta berusaha untuk menciptakan suasana yang positif dalam organisasi. Berdasarkan kesimpulan diatas, kepemimpinan adalah sifat yang terdapat dalam setiap manusia. Sejak lahir manusia sudah memiliki sifat kepemimpinan, namun dengan tingkat yang berbeda-beda. Pemimpin adalah orang yang ditetapkan bersama untuk membawa organisasi atau perusahaan menuju visi dan misi melalui cara paling efektif. Biasanya seorang pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat kepemimpinan lebih dominan daripada lainnya. Ada beberapa jenis kepemimpinan salah satunya kepemimpinan autentik. Kepemimpinan autentik merupakan pola perilaku pemimpin yang mendorong kapasitas psikologi dan etika kearah yang lebih positif dan keadaan dimana  seorang pemimpin memiliki kesadaran diri yang tinggi dalam berpikir dan bertindak, menyadari sepenuhnya apa yang sedang dirinya lakukan, memiliki kepercayaan diri, dapat diandalkan serta melakukan apa yang benar dan adil bagi pengikutnya.