Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure (skripsi dan tesis)

 

Kepemilikan manajerial merupakan para pemegang saham yang juga berarti dalam hal ini sebagai pemilik dalam perusahaan dari pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan pada suatu perusahaan yang bersangkutan, yang biasanya dinyatakan sebagai persentase saham perusahaan yang beredar yang dimiliki oleh orang dalam perusahaan yaitu manajer, komisaris dan direksi (Domash (2009:218) dalam Riha dan Ade (2011). Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen pada perusahaan, maka manajemen cenderung berusaha lebih giat untuk kepentingan pemegang saham yang tidak lain adalah dirinya sendiri (Ross et al, 2002 dalam Tita Djuitaningsih, 2012). Semakin besar kepemilikan saham oleh manajer maka akan semakin mengurangi perilaku oportunistik manajer untuk memaksimalkan kepentingan pribadi. Dengan begitu manajer akan mengambil keputusan sesuai dengan kepentingan perusahaan, yaitu salah satunya dengan mengungkapkan informasi CSR untuk meningkatkan image perusahaan meskipun ia harus mengorbankan sumber daya untuk aktifitas tersebut (Gray, et al. 1988 dalam Anggraini, 2006). Murwaningsari (2009) dalam Riha dan Ade (2011) dalam penelitiannya mengenai hubungan corporate governance, corporate social responsibility dan corporate financial performance dalam suatu continuum, menyimpulkan bahwa pengaruh kepemilikan manajerial terhadap corporate social responsibility indeks adalah positif, jika kepemilikan manajerial naik maka corporate social responsibility indeks akan mengalami peningkatan juga