Hubungan Dewan Komisaris Independen Dengan Kinerja Keuangan Perbankan (skripsi dan tesis)

Menurut Sutedi (2012: 143), dewan komisaris independen bertanggung jawab atas pengawasan perseroan dan melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai perseroan maupun usaha Perseroan, dan member nasihat kepada Direksi dan melakukan pengawasan dan pemberian nasihat dilakukan untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan (Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 108 UUPT). Upaya meminimalisir adanya tindak manajemen suatu perusahaan yang tidak transparan dan tidak bersih itu bisa lakukan dengan adanya keberadaan dewan komisaris independen. Jadi dewan komisaris independen ini memegang peranan yang sangat penting didalam perusahaan. Fungsi dewan komisaris independen adalah melakukan fungsi pengawasan, mereka melakukan segala kemampuan terbaiknya hanya untuk kepentingan perseroan. Tujuan menghadirkan serorang dewan komisaris independen adalah sebagai penyeimbang pengambilan keputusan dewan komisaris. Oleh sebab itu harus ada tolak ukur penilaian kinerja dewan komisaris ataupun dewan direksi. Dalam kontruksi hukum Perseroan Terbatas, kinerja perseroan adalah indikator performa dewan direksi (Menurut Sutedi 2012: 148-149). Dengan demikian hubungan dewan komisaris independen dengan kinerja keuangan bersifat positif. Penelitian yang dilakukan oleh Sulistyowati (2017), Candra (2013), Veno (2015) dan Astri (2016) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa variabel dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Mafulah (2017) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa variabel dewan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan