Analisis Kelayakan (skripsi dan tesis)

Analisis kelayakan pada penelitian ini dipusatkan pada aspek finansial yang ditujukan untuk mengetahui gambaran apakah suatu usaha industri dapat dikatakan layak atau tidak untuk diusahakan. Suatu bisnis dapat dikatakan layak  apabila mencapai ukuran tertentu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria kelayakan aspek finansial yang digunakan adalah dengan mencari nilai dari Revenue Cost Ratio (R/C), Produktivitas Modal, dan Produktivitas Tenaga Kerja.
a. Revenue Cost Ratio
 (R/C) Revenue cost ratio menurut Soekartawi (1999) merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya produksi. Rumus yang digunakan : R/C = TR (Penerimaan) TC (Biaya Total Keterangan : TR : Total Revenue (Penerimaan) TC : Total Cost (Biaya eksplisit+implisit) Jika R/C > 1, maka suatu usaha dikatakan layak untuk diusahakan karena memberi keuntungan. Jika R/C =1, maka usaha dikatakan impas atau tidak memberikan keuntungan, dalam analisis kelayakan usaha maka kondisi ini dinyatakan tidak layak. Jika R/C < 1, maka suatu usaha dinyatakan tidak layak karena tidak dapat memberikan kentungan.
 b. Produktivitas Modal
 Dalam kamus bahasa Indonesia modal didefinisikan sebagai uang pokok atau uang yang dipakai sebagai induk untuk berniaga, melepas uang dan sebagainya. Definisi itupun memperkuat teori lama ekonomi mikro, dimana modal berbentuk uang adalah salah satu dari faktor produksi, selain manusia, bahan baku, mesin, serta prosedur dan teknologi. Dari situ jelas bahwa modal merupakan bagian aktivitas penting dalam sebuah usaha atau perniagaan (Soekarno, 2010). Produktivitas modal adalah perbandingan antara pendapatan  yang dikurangi biaya implisit (selain bunga modal milik sendiri) dengan biaya eksplisit lalu dikalikan 100%. Jika produktivitas modal lebih besar dari tingkat suku bunga tabungan bank, maka usaha tersebut layak diusahakan. Sedangkan jika produktivitas modal lebih kurang dari tingkat suku bunga tabungan bank, maka usaha tersebut tidak layak diusahakan. Secara matematis dapat ditulis : Produktivitas Modal = NR – TIC (kecuali bunga modal sendiri) X 100% TEC Keterangan NR : Net Revenue (Pendapatan) TIC : Total Implicyt Cost (Total biaya implisit) TEC : Total Explicyt Cost (Total biaya eksplisit)
c. Produktivitas Tenaga Kerja
 Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara pendapatan di kurangi biaya implisit kecuali biaya tenaga kerja dalam keluarga dengan jumlah jumlah hari kerja orang dalam keluarga. Secara matematis dapat ditulis : Produktivitas Tenaga Kerja = NR- TIC (kecuali biaya TKDK) Total HKO dalam keluarga Keterangan : NR = Net Revenue (Pendapatan) TIC = Total Implicyt Cost (Total Biaya Implisit) HKO = Hari Kerja Orang Jika produktivitas tenaga kerja lebih besar dari upah minimum regional (UMR) per hari, maka usaha tersebut layak diusahakan. Jika produktivitas tenaga kerja kurang dari upah minimum regional (UMR) per hari, maka usaha tersebut tidak layak untuk diusahakan