faktor-faktor perilaku prososial (skripsi dan tesis)

Menurut Gerungan (2006) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku prososial antara lain:

a. Situasi sosial; meliputi karakteristik kelompok dan norma sosial. Faktor harga diri merupakan bagian dari faktor ini.

b. Faktor norma social

c. Karakteristik hubungan interpersonal meliputi sifat kesamaan, kedekatan hubungan dan daya tarik d. Mediator internal meliputi mood dan empati.

Darley dan Latene (Sarwono dan Meinarno, 2009) mengemukakan beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap perilaku prososial, diantaranya :

a. Bystander. Bystander adalah orangorang yang berada di sekitar tempat kejadian

b. Atribusi. Seseorang akan termotivasi untuk memberikan bantuan orang lain bila ia mengasumsikan bahwa ketidakberuntungan korban adalah diluar kendali korban

c. Model. Orang-orang kemungkinan akan lebih besar untuk memberikan sumbangannya di kotak amal yang disediakan ditoko bila sebelumnya mereka melihat orang lain juga menyumbang

d. Sifat dan Suasana hati (mood). Orang yang mempunyai sifat pemaaf akan mempunyai kecenderungan mudah menolong.

Sears (2001) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah: a. Karakteristik situasi. Orang yang sedang sibuk atau tergesa-gesa cenderung untuk tidak menolong daripada yang tidak sibuk atau tergesa-gesa.

Faktor situasional meliputi:

1. Kehadiran orang lain. Semakin banyak yang hadir, semakin besar kemungkinan seseorang benarbenar memberikan pertolongan dan semakin besar pula rata-rata tentang waktu pemberian bantuan., ini disebut efek penonton (by stander effect).

2. Kondisi lingkungan. Keadaan fisik seseorang akan mempengaruhi kesediaannya untuk membantu 3. Tekanan waktu. Tekanan waktu menimbulkan dampak yang kuat terhadap pemberian bantuan. Seseorang yang tergesa-gesa mempunyai kecenderungan yang lebih kecil untuk menolong dibandingkan seseorang yang tidak mengalami tekanan waktu.

b. Karakteristik penolong. Seseorang akan tetap memberikan bantuan meskipun kekuatan situasional menghambat pemberian bantuan, dan yang lain tidak memberikan bantuan meskipun berada dalam kondisi yang sangat baik. Adanya perbedaan individu akan terlihat dalam usaha memahami mengapa ada orang yang lebih mudah menolong dibandingkan orang lain.

Faktor penolong meliputi:

1. Faktor kepribadian

2. Suasana hati

3. Distress diri dan rasa empati