Rasio Perputaran Saham (Trading Turnover) (skripsi dan tesis)

Rasio perputaran saham adalah alat pengukur frekuensi trading (perdagangan) dari para investor. Semakin meningkatnya perputaran saham pada pasar modal mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas jual beli saham oleh para investor. Oleh karena itu, semakin tinggi rasio perputaran saham maka semakin likuid suatu perusahaan dan saham di pasar modal semakin membaik. Menurut Teori Bamber (1987) yang dikutip dalam Qoriah (2015), jika permintaan dan penawaran suatu saham semakin meningkat maka akan menyebabkan fluktuasi harga saham tersebut besar dan berpengaruh terhadap naiknya harga atau tingkat pengembalian saham. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Darwis (2013) yaitu semakin tinggi minat atau permintaan saham maka akan semakin mendorong kenaikan harga saham. Dari penjelasan diatas, dapat ditafsirkan bahwa dengan rasio perputaran saham yang tinggi maka aktivitas jual beli saham diantara para investor meningkat dengan begitu akan mendorong kenaikan harga saham serta tingkat pengembalian yang diterima investor.