Komitmen Profesionalisme (skripsi, tesis, dan disertasi)

Prinsip etika profesi yang merupakan landasan perilaku etika profesional, terdiri dari delapan prinsip yaitu: tanggung jawab profesi, kepentingan umum, intergritas, obyektivitas, kompetensi, kehati-hatian profesional, dan kerahasian. Kode etik professional (Trisnaningsih, 2003:33) menjelaskan tanggung jawab pegawai selama melakukan pengauditan dengan mensyaratkan pegawai agar sensitif terhadap situasi dilematis secara etis di dalam melakukan pengauditan dan mengevaluasi bukti-bukti audit. Komitmen profesional mengacu pada kekuatan identifikasi individual dengan profesi. Individual dengan komitmen profesional yang tinggi dikarakterkan memiliki kepercayaan dan penerimaan yang tinggi dalam tujuan profesi, keinginan untuk berusaha sekuatnya atas nama profesi, dan keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaanya dalam profesi (Wijayanti, 2008:25).

Konsep Profesionalisme (skripsi, tesis, dan disertasi)

Meskipun profesionalisme dan apa yang membentuk profesi dapat dipisahkan secara konseptual, penelitian tentang profesionalisme lebih dikaitkan dengan perspektif konvensional tentang profesi. Menurut pendekatan fungsionalis, profesionalisme dikaitkan dengan pandangan bahwa pekerjaan yang menunjukkan sejumlah karakteristik yang diperlukan profesi (Guntur, 2002:36). Pandangan alternatif tentang kemunculan dan keberhasilan profesionalisme didasarkan pada sosiologi maksimal Weber dan Karl Marx. Untuk tujuan ini, tujuan profesionalisme bagi akuntan dapat dianggap sebagai alternatif kontrol pasar bermotivasi pribadi atau sebagai sarana untuk mempertahankan struktur sosialis kapitalis (Palma, 2006:17) Pandangan alternatif tentang profesi gagal mengembangkan bukti empiris sistematis apapun. Selain itu, ketidakkonsistenan pengharapan bagi analis tingkat individu telah dikembangkan (Palma, 2006:19) yang mempelajari peran akuntan dalam perspektif ini menyimpulkan bahwa kebanyakan praktisi tidak memiliki kesadaran politik dan implikasi distribusional dari profesional akuntan. Karena profesionalisme sebagai atribut individu yang penting sulit untuk menerapkan diluar tradisi fungsionalis konvensional

Perhitungan Nilai Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Fenty Fauziah (2017:3) Nilai Perusahaan dapat diukur denganTobin’s Q. Tobin’s Q menurut M Nur Utomo (2019:52) sebagai berikut : “Tobin’s Q merupakan rasio dari nilai pasar asset perusahaanyangdiukur oleh nilai pasar dari jumlah saham yang beredar dan hutangterhadap replacement cost dari aktiva perusahaan”.

Macam-Macam Pengukuran Nilai Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Weston & Copeland dialih bahasakan oleh S Indriani (2019:15) menjelaskan pengukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakanrasio penilaian atau rasio pasar. Rasio penilaian merupakan ukuran kinerja yangpaling menyeluruh untuk suatu perusahaan yang terdiri dari : 1. Price to Book Value (PBV) yaitu perbandingan antara harga sahamdengan nilai buku saham. 2. Market to Book Ratio (MBR) yaitu perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku saham. 3. Market to Book Assets Ratio yaitu ekpektasi pasar tentang nilai dari peluang investasi dan pertumbuhan perusahaan yaitu dari peluanginvestasi dan pertumbungan perusahaan yaitu perbandingan antara nilai pasar aset dengan nilai buku aset 4. Market Value of Equity (MVE) yaitu nilai pasar ekuitas perusahaanmenurut penilaian para pelaku pasar. 5. Enterprise Value (EV) yaitu nilai kapitalisasi market yang dihitungsebagai nilai kapitalisasi pasar ditambah total kewajiban ditambahminority interest dan saham preferen dikurangi total kas dan ekuvalenkas 6. Price Earning Ratio ( PER) yaitu harga yang bersedia dibayar olehpembeli apabila perusahaan itu dijual. 7. Tobin’s Q yaitu nilai pasar dari suatu perusahaan denganmembandingkan nilai pasar suatu perusahaan yang terdaftar di pasar keuangan dengan nilai penggantian aset (asset replacement value) perusahaan. 22Sedangkan menurut Fenty Fauziah (2017:3) nilai perusahaan dapat diukur dengan Tobin’s Q, Price Earning Ratio (PER) dan Price Book Value(PBV). 1. Tobin’s Q merupakan perandingan nilai pasar perusahaan denganinvestasi bersihnya. 2. Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang mengukur perbandingan harga saham dengan keuntungan yang diperolehpemegang saham 3. Price Book Value (PBV) merupakan rasio harga sahamper lembar terhadap nilai buku per lembar saham perusahaan. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpukan bahwapengukuran nilai perusahaan dapat diukur dengan Price to Book Value (PBV), Tobin’s Q, Price Earning Ratio (PER), Market to Book Ratio (MBR), Market toBook Assets Ratio, Market Value of Equity (MVE) dan Enterprise Value (EV).

Definisi Nilai Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Definisi Nilai Perusahaan menurut Hery (2017 : 5) adalah sebagai berikut :“Nilai Perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai olehsuatuperusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadapperusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu mulai dari perusahaan tersebut didirikan sampai saat ini”. Definisi Nilai Perusahaan menurut Irham Fahmi (2015:82) adalah sebagai berikut: “Nilai Perusahaan merupakan nilai jual sebuah perusahaan yangmenggambarkan kondisi yang terjadi di pasar. Rasio ini mampu memberi pemahaman bagi pihak manajemen perusahaan terhadap kondisi penerapan yang akan dilaksanakan dan dampaknya pada masa yangakandatang”. Sedangkan menurut I Made Sudana (2019:8) menyatakan bahwa :  “ Nilai perusahaan merupakan nilai sekarang dari arus pendapatanataukas yang diharapkan diterima pada masa yang akan datang” Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai perusahaan adalah kondisi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola perusahaan, dimanasemakin tinggi nilai pasar atau harga saham makan akan memberikankemakmuran dan kesejahteraan bagi para investor

Perhitungan Pengungkapan Corporate Social Responsiability (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut standar Global Reporting Initiative Version 3.0 pengungkapanCorporate Social Responsiability dihitung dengan Skala dikotomi digunakandalam pemberian skor untuk setiap item pengungkapan yang dilakukanolehperusahaan dalam laporan tahunan (Annual Report). Masing – masing akan diberi skor 1, sehingga jika perusahaan mengungkapkan 1 (satu) itemsaja maka skor yang diperoleh adalah 1 (satu)

Komponen Pengungkapan Corporate Social Responsibility (skripsi, tesis, disertasi)

.

Menurut standar Global Reporting Initiative Version 3.0 terdapat 79itempengungkapan CSR yang mencakup enam dimensi yaitu : 1. Kinerja Ekonomi; 2. Kinerja Lingkungan; 3. Sosial; 4. Hak Asasi Manusia; 5. Masyarakat; 6. Tanggung Jawab Produk Sedangkan menurut Rifqi dkk (2020:5) berdasarkan standar GRI terdiri dari tiga fokus komponen pengungkapan yaitu dimensi ekonomi, dimensi lingkungan dan dimensi sosial 1. Dimensi Ekonomi Tanggung jawab ekonomi berarti menyangkut keberhasilan perusahaanberdampak pada kondisi ekonomi dari stakeholder dan ekonomi masyarakat lokal 2. Dimensi Lingkungan Tanggung jawab lingkungan menyangkut aktivitas perusahaanberdampak pada kehidupan didalam sistem alam, termasuk ekosistem, tanah, udara dan air. 3. Dimensi Sosial Tanggung jawab sosial yaitu dampak sosial yang diakibatkanolehperusahaan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa komponenpengungkapan Corporate Social Responsiability berdasarkan standar GRI terdapat lima dimensi yaitu kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, sosial, hakasasi manusia, masyarakat, dan tanggung jawab produk.

Definisi Pengungkapan Corporate Social Responsiability (skripsi, tesis, disertasi)

Definisi Pengungkapan Corporate Social Responsiability menurut Hery(2018:51) adalah sebagai berikut : “Pengungkapan Corporate Social Responsiability merupakan sebuahCorporate Image Management , yaitu sebuah aktivitas strategi pemasaranuntuk memperbaiki posisi kompetitif organisasi, dengan mengirimkanpesan yang dirancang untuk menciptakan atau mempertahankan namabaik perusahaan”. Sedangkan definisi Pengungkapan Corporate Social Responsiabilitymenurut Sari (2019:13) berpendapat bahwa : “Pengungkapan Corporate Social Responsiability atau tanggung jawabsosial perusahaan merupakan pertanggungjawaban atas kegiatan-kegiatanyang dilakukan perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaanterhadap kesejaheraan Masyarakat, para pekerjanya dan lingkungansekitar perusahaan yang terkena dampak negatif dari aktivitas operasi perusahaan”. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa PengungkapanCorporate Social Responsiability adalah proses pengkomukasian dampak sosial dan kegiatan- kegiatan ekonomi yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk 19kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar dan diungkapkan dalamlaporan keuangan untuk mempertahankan good image perusahaan

Manfaat Corporate Social Responsiability (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut D S Fithrah Ali (2017:60) Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yaitu : “Manfaat tanggung jawab sosial perusahaan sebagai konsekuensi logiskeberadaan perusahaan di sebuah lingkungan masyarakat mendorongperusahaan untuk lebih proaktif dalam mengambil inisiatif dalamhal tanggung jawab sosial. Pandangan ini tentunya bukan tanpa alasan karenapada dasarnya tanggung jawab sosial akan memberikan manfaat dalamjangka panjang bagi semua pihak yang dalam hal ini perusahaan, masyarakat, dan pemerintah”. Menurut A.B, Susanto dalam buku Dedi Kurnia Komunikasi CSRPolitik : Membangun Reputasi, Etika, dan Estetika PR Politik (2019:19) mengungkapkan bahwa Corporate Social Responsibility terdapat berbagai manfaat yang diperoleh perusahaan dari aktivitas CSR tersebut, antara lain : 1. Mengurangi risiko dan tuduhan terhadap perlakuan tidak pantas yangditerima perusahaan; 2. CSR dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu perusahaanmeminimalkan dampak buruk yang diakibatkan suatu krisi; 3. Munculnya keterlibatan dan kebanggaan dari karyawan padaperusahaan yang memiliki reputasi baik; 184. CSR yang dilaksanakan secara konsisten akan mampu memperbaiki dan mempererat hubungan antara perusahaan dan para stakeholder-nya; 5. Meningkatkan penjualan, konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang konsistenmenjalankan tanggung jawab sosialnya sehingga memiliki reputasi yang baik. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari tanggung jawab sosial perusahaan yaitu dapat mengurangi tudahan-tuduhanyangtidak baik atas apa aktivitas yang perusahaan lakukan, CSR dapat mampumemperbaiki dan mempererat hubungan antara perusahaan dengan para investor, dan hal tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak baik perusahaan, masyarakat, dan lingkungan sekitanya

Definisi Corporate Social Responsibility (skripsi, tesis, disertasi)

Definisi Corporate Social Responsiability Menurut MYasir Yusuf (2017:3) adalah sebagai berikut : “Corporate Social Responsibility merupakan salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan untuk pembangunan ekonomi mapan dalamupayameningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan. CSRjugamerupakan komitmen perusahaan terhadap kepentingan investor dalamarti luas, bukan hanya kepentingan perusahaan saja ”. Definisi Corporate Social Responsiability menurut Menurut LelaNurlaela Wati (2019:09) adalah sebagai berikut : “Corporate Social Responsiability merupakan sebuah gagasan yangmenjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawabyangberpijak pada single bootom line dalam bentuk ekonomi ataunilai perusahaan saja, tetapi juga berpijak pada tripel bottomline yaitutanggang jawab terhadap masalah sosial dan lingkungan”. Sedangkan definisi Corporate Social Responsiability menurut AchmadLamo S (2018:4) menyatakan:  “Corporate Social Responsiability (CSR) merupakan kewajiban sosial swasta atau perusahaan kepada masyarakat dan pemerintah sebagai dampak dari espansi bisnisnya yang dimungkinkan telah mengganggukeseimbangan lingkungan dan sosial kemasyarakatan dimana merekamenjalankan aktivitasnya”. Berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwaCorporate Social Responsiability adalah bentuk tanggung jawab, komitmenyangberkesinambungan pada kalangan bisnis untuk bertanggung jawab terhadapkerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, kualitas kehidupan karyawansertamasyarakat umum setempat yang akan bermanfaat bagi bisnis itu sendiri

Definisi Corporate Social Responsiability (skripsi, tesis, disertasi)

. Definisi Corporate Social Responsiability Menurut MYasir Yusuf (2017:3) adalah sebagai berikut : “Corporate Social Responsibility merupakan salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan untuk pembangunan ekonomi mapan dalamupayameningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan. CSRjugamerupakan komitmen perusahaan terhadap kepentingan investor dalamarti luas, bukan hanya kepentingan perusahaan saja ”. Definisi Corporate Social Responsiability menurut Menurut LelaNurlaela Wati (2019:09) adalah sebagai berikut : “Corporate Social Responsiability merupakan sebuah gagasan yangmenjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawabyangberpijak pada single bootom line dalam bentuk ekonomi ataunilai perusahaan saja, tetapi juga berpijak pada tripel bottomline yaitutanggang jawab terhadap masalah sosial dan lingkungan”. Sedangkan definisi Corporate Social Responsiability menurut AchmadLamo S (2018:4) menyatakan:  Corporate Social Responsiability (CSR) merupakan kewajiban sosial swasta atau perusahaan kepada masyarakat dan pemerintah sebagai dampak dari espansi bisnisnya yang dimungkinkan telah mengganggukeseimbangan lingkungan dan sosial kemasyarakatan dimana merekamenjalankan aktivitasnya”. Berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwaCorporate Social Responsiability adalah bentuk tanggung jawab, komitmenyangberkesinambungan pada kalangan bisnis untuk bertanggung jawab terhadapkerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, kualitas kehidupan karyawansertamasyarakat umum setempat yang akan bermanfaat bagi bisnis itu sendiri

Pengaruh Locus of Commitment (skripsi, tesis, dan disertasi)

terhadap Intensitas Whistleblowin  Locus of commitment dipresentasikan sebagai komponen norma subyektif(Krehastuti, 2014). Seorang individu yang percaya bahwa terdapat individu yangcukup berpengaruh terhadapnya akan mendukung ia untuk melakukan tingkahlaku maka hal ini akan menjadi tekanan sosial bagi individu tersebut (Ajzen,2005). Berkomitmen terhadap organisasi berarti berkeyakinan pada tujuanorganisasi, nilai-nilai serta kemauan untuk bekerja keras demi reputasi organisasi.Karyawan organisasi memiliki tiga opsi untuk mengatasi situasi yangtidak memuaskan yang dihadapi dalam suatu organisasi, yaitu keluar dariorganisasi, menggunakan suaranya (whistleblowing), atau tetap diam (Mesmer-Magnus dan Viswesvaran, 2005). Mesmer-Magnus dan Viswesvaran (2005)mengungkapkan komitmen organisasi tidak memunculkan keterkaitan yang baikdengan niatwhistleblowingatauwhistleblowingyang sebenarnya.Norma subjektif memiliki efek signifikan terhadap intensiwhistleblowinginternal dan eksternal. Sehingga dapat dikatakan jelas menjadi prediktor yangpenting untuk intensiwhistleblowing(Park dan Blenkensopp, 2009). Taylor danCurtis, 2010 mengungkapkan bahwa komitmen auditor untuk organisasimendorong kemungkinan dan kegigihan auditor dalam pelaporan. Dengandemikian,locus commitmentterhadap organisasi dapat meningkatkan dedikasiseseorang untuk melakukan pelaporan sampai masalah teratasi.

Komponen Pengungkapan Enterprise Risk Management (skripsi, tesis, disertasi)

 

Menurut The Committee of Sponsoring Organization of the TreadwayCommission (COSO) dalam Enterprise Risk Management Integratingwithstrategy and performance (2017:6) mengungkapkan pentingnya manajemen risikoperusahaan dalam perencanaan strategi dan menanamkannya di seluruh organisasi. Strategi itu sendiri adalah seperangkat prinsip yang diatur dalamlima komponenyang saling terkait : 1. Tata Kelola dan Budaya Tata kelola mengatur organisasi, memperkuat pentingnya danmenetapkan tanggung jawab pengawasan untuk, manajemen risiko  perusahaan. Budaya berkaitan dengan nilai-nilai etika, perilakuyangdiinginkan, dan pemahaman risiko dalam organisasi 2. Strategi dan Penetapan Tujuan Manajemen risiko perusahaan, strategi, dan penetapan tujuan bekerjabersama dalam proses perencanaan strategi. Selera risiko ditetapkandandiselaraskan dengan strategi, tujuan bisnis mempraktikkan strategi sambil berfungsi sebagai dasar untuk mengidentifikasi, menilai danmerespons risiko. 3. Kinerja Risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian strategi dan tujuan bisnisperlu diidentifikasi dan dinilai. Risiko diprioritaskan oleh tingkat keparahan dalam konteks risk appetite. Organisasi kemudian memilihrespons risiko dan mengambil pandangan portofolio dari jumlah risikoyang telah diasumsikan. Hasil dari proses ini dilaporkan kepadapemangku kepentingan risiko utama. 4. Tinjauan dan Revisi Dengan meninjau kerja entitas, organisasi dapat mempertimbangkanseberapa baik komponen manajemen risiko perusahaan berfungsi dari waktu ke waktu dan mengingat perubahan substansial, dan revisi apayang diperlukan. 5. Informasi, Komunikasi, dan Pelaporan Manajemen risiko perusahaan memerlukan proses berkelanjutan untukmemperoleh dan berbagi informasi yang diperlukan, baik dari sumber internal dan eksternal, yang mengalir naik, turun, dan melintasi organisasi. Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Enterprise RiskManagement terdapat lima dimensi komponen yaitu tata kelola budaya, strategi dan penetapan tujuan, kinerja tinjauan revisi, dan informasi, komunikasi danpelaporan. Dari kelima dimensi berikut terdapat 20 item pengungkapan EnterpriseRisk Management

Pengaruh Identitas Profesional terhadap Intensitas (skripsi, tesis, dan disertasi)

WhistleblowingSikap terhadap suatu perilaku dipresentasikan melalui variabel identitasprofesional (Krehastuti, 2014). Identitas profesional membentuk keyakinan padadiri seorang individu bahwa profesi yang sedang dikerjakan akan memberikankonsekuensi positif bagi individu tersebut (Ajzen, 2005). Salah satu caraseseorang menunjukkan identitas profesional mereka adalah melalui kepatuhanmereka terhadap standar profesi dan kode etik profesi (Taylor dan Curtis, 2010).Menurut Mesmer-Magnus dan Viswesveran (2005) bahwa karyawanyang lebih tua dengan masa kerja yang lama dan pada tingkat jabatan yang tinggilebih mungkin menggunakan suaranya untuk melaporkan kecurangan daripadamenggunakan mekanisme keluar dari organisasi. Tingkat identitas profesionalyang tinggi meningkatkan kemungkinan bahwa auditor akan melaporkankecurangan pada awalnya (Taylor dan Curtis, 2010) namun tidak untuk kegigihanpelaporan. Selain itu, Krehastuti (2014) juga menemukan bahwa identitasprofesional positif dan signifikan mempengaruhi intensi auditor melakukanwhistleblowing

Definisi Pengungkapan Enterprise Risk Management (skripsi, tesis, disertasi)

Definisi Pengungkapan Enterprise Risk Management Menurut Hoyt danLiebenberg (2011) dalam Ardianto (2018) adalah sebagai berikut : “Pengungkapan Enterprise Risk Management merupakan pengungkapanyang berupa informasi pengelolaan risiko yang dilakukan oleh perusahaandan mengungkapkan dampaknya masa depan nilai perusahaan. Perusahaan berusaha meminimalkan risiko keputusan bisnis apapunyangdiambil. Pengelolaan dan pengungkapan resiko yang baik kepada publikselain mengurangi tingkat resiko dan ketidakpastian yang dihadapi investor juga membantu dalam mengendalikan aktivitas manajemen”. Definisi Pengungkapan Enterprise Risk Management menurut SunithaDevi, dkk (2017) menyatakan bahwa : Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) merupakaninformasi pengelolaan risiko yang dilakukan oleh perusahaandanmengungkapkan dampaknya terhadap masa depan perusahaan. Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan dapat membantu pihakperusahaan untuk menginformasikan kepada pihak eksternal perusahaanterkait risiko perusahaan yang sangat kompleks”. Sedangkan Pengungkapan Enterprise Risk Management menurut BGunawan (2017) adalah sebagai berikut : “Enterprise Risk Management disclosure merupakan pengungkapanatasrisiko-risiko yang telah dikelola perusahaan atau pengungkapan mengenai bagaimana perusahaan dalam mengendalikan risiko terkait masamendatang dan salah satu perangkat utama untuk dapat membantumengembalikan kepercayaan publik dan membantu mengontrol aktivitasmanajemen sehingga kecurangan dalam penyusunan pelaporan keuangandapat dicegah atau diminimalisir.” Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwaPengungkapan Enterprise Risk Management adalah informasi yang berkaitandengan komitmen suatu perusahaan dalam mengelola risiko terkait masamendatang

Kecerdasan Spiritual (skripsi, tesis, dan disertasi)

Kecerdasan spiritual atauspiritual quotient(SQ) adalah fakultas dimensinon material kita, jiwa manusia. Kecerdasan spiritual seperti intan yang belum terasah, yang dimiliki oleh kita semua. Kita harus mengenalinya seperti apaadanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekad yang besar danmenggunakannya untuk memperoleh kebahagiaan abadi. Seperti dua bentukkecerdasan lainnya (IQdanEQ), kecerdasan spiritual dapat ditingkatkan danditurunkan. Kemampuannya untuk diturunkan tampaknya tidak terbatas (Khavaridalam Sukidi, 2002).Kravitz (1983) mengemukakan bahwa kecerdasan spiritual merujukkepada keterampilan, kepandaian dan tingkah laku yang diinginkan untukmengembangkan dan memelihara hubungan kepada Tuhan Yang Maha Esa,kesuksesan dalam mencari makna hidup, menemukan bentuk moral dan etikauntuk membantu menunjukkan kita dalam menjalani hidup dan memainkanperasaan kita akan makna dan nilai dalam kehidupan antar pribadi dan dalamhubungan interpribadi kita.Potensikecerdasanintelektual,emosionaldanspiritualsecarakeseluruhan terdapat di dalam diri manusia. Kecerdasan intelektual berada diwilayah otak yang karena intelektual terkait dengan kecerdasan otak, rasio dannalar intelektual. Kecerdasan emosional berada di wilayah sekitar emosi, karenaterkait dengan pengembangan emosi dengan cerdas, tidak cenderung amarah.Sedangkan kecerdasan spiritual berada di wilayah jiwa, hati karena itu seringdisebut sebagaithe soul’s intelligence: kecerdasan hati, yang menjadi hakikatsejati kecerdasan spiritual (Sukidi, 2002).Sukidi (2002) juga mengemukakan kecerdasan spiritual dengansendirinya akan melampaui segi-segi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Kecerdasan spiritual mengintegrasikan semua kecerdasan manusia,baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional. Dengan kecerdasanspiritual, diharapkan kita menjadi prototip manusia yang utuh dan holistik, baiksecara intelektual, emosional maupun spiritual.Menurut Zohar dan Marshall (2002), indikasi yang menandakankecerdasan spiritual telah berkembang dengan baik mencakup beberapa hal,sebagai berikut.a.Kemampuan untuk bersikap fleksibel;b.Adanya tingkat kesadaran yang tinggi;c.Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan;d.Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui perasaan sakit;e.Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai;f.Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu;g.Kecenderungan untuk berpandangan holistik;h.Kecenderungan untuk bertanya “mengapa” atau “bagaimana jika” danberupaya mencari jawaban-jawaban yang mendasar; dani.Memiliki kemudahan untuk bekerja melawan konvensi.

Manfaat Enterprise Risk Management (skripsi, tesis, disertasi)

Manfaat manajemen risiko suatu perusahaan menurut Darmawi (2014:5) dibagi menjadi 5 (lima) kategori utama : 1. Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan. 2. Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba. 3. Manajemen risiko dapat memberikan laba secara tidak langsung. 4. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanyaperlindungan terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan itu. 5. Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karenakreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yangdilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan publicimage. Menurut Irham Fahmi (2015:3) dengan diterapkannya manajemen risikodi suatu perusahaan ada beberapa kegunaan atau manfaat yang akan diperolehyaitu : 131. Perusahaan memiliki ukuran kuat sebagai pijakan dalammengambil setiap keputusan, sehingga para manajer menjadi lebih berhati-hati (prudent) dan selalu menempatkan ukuran-ukuran dalamberbagai keputusan. 2. Mampu memberi arah bagi suatu perusahaan dalammelihat pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul baik secara jangka pendekdan jangka panjang. 3. Mendorong para manajer dalam mengambil keputusan untuk selalumenghindari risiko dan menghindari dari pengaruh terjadinya kerugiankhususnya kerugian dari segi finansial. 4. Memungkinkan perusahaan memperoleh risiko kerugian yangminimum. 5. Dengan adanya konsep manajemen risiko (risk managemen concept) yang dirancang secara detail maka artinya perusahaan telahmambangun arah dan mekanisme secara suistinable (berkelanjutan). Berdasarkan penjelasan di atas maka manfaat Enterprise RiskManagement (manajemen risiko) merupakan mencegah perusahaandari kegagalan, peningkatan laba minimum risiko kerugian bagi perusahaan, danmembuat perusahaan lebih tenang karena dapat mengambil keputusan selalumenghindari risiko, karena adanya perlindungan

Intensitas Moral (skripsi, tesis, dan disertasi)

Intensitas moral adalah sebuah konstruk yang mencakup karakteristik-karakteristik yang merupakan perluasan dari isu-isu yang terkait dengan isu moralutama dalam sebuah situasi yang akan mempengaruhi persepsi individu mengenaimasalah etika dan intensi keperilakuan yang dimilikinya. Jones (1991) dalamNovius (2011) mengidentifikasi bahwa intensitas moral yang mempengaruhiproses pengambilan keputusan seseorang dan tingkat intensitas moral yangbervariasi. Intensitas moral bersifat multidimensi dan komponen-komponenbagiannyamerupakankarakteristikdariisu-isumoral.Jones(1991)mengidentifikasi bahwa ada enam elemen intensitas moral yang mempengaruhiproses pengambilan keputusan meliputi:1.Besaran konsekuensi (magnitude of consequences), didefinisikan sebagaijumlah kerugian atau manfaat yang dihasilkan oleh pengorbanan dari sebuahtindakan moral. 2.Konsensussosial(socialconsensus),didefinisikansebagaitingkatkesepakatan sosial bahwa sebuah tindakan dianggap salah atau benar.3.Probabilitas efek (probability of effect) merupakan sebuah fungsi bersamadari kemungkinan bahwa tindakan tertentu akan secara aktual mengambiltempat dan tindakan tersebut akan secara aktual menyebabkan kerugian(manfaat) yang terprediksi.4.Kesegeraan temporal (temporal immediacy) adalah jarak atau waktu antarapada saat terjadi dan awal mula konsekuensi dari sebuah tindakan moraltertentu (waktu yang makin pendek menunjukkan kesiapan yang lebih besar).5.Konsentrasi efek (concentration of effect) adalah sebuah fungsi infers darijumlah orang yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sebuah tindakanyang dilakukan. Orang-orang yang memiliki perasaan kepentingan yangtertinggi akan bertindak secara amoral yang akan menghasilkan konsentrasiefek tinggi.6.Kedekatan (proximity) adalah perasaan kedekatan (sosial, budaya, psikologiatau fisik) yang dimiliki oleh pembawa moral (moral agent) untuk si pelakudari kejahatan (kemanfaatan) dari suatu tindakan tertentu. Konstrukkedekatan ini secara intuitif dan alasan moral menyebabkan seseorang lebihpeduli pada orang-orang yang berada didekatnya (secara sosial, budaya,psikologi ataupun fisik) daripada kepada orang-orang yang jauh darinya

Tujuan Enterprise Risk Management (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut IBI (Ikatan Bankir Indonesia) (2015:267) mengungkapkanbahwa tujuan Enterprise Risk Management yaitu : “Tujuan utama manajemen risiko untuk risiko oprasional yaitu untukmeminimalisasi kemungkinan dampak negatif dari tidak berfungsinya 12proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/ataukejadian-kejadian eksternal.” Sedangkan tujuan Manajemen Risiko (ERM) berbasis ISO31000 dalamLeo J Susilo (2018:29) yaitu : “Manajemen Risiko Perusahaan bertujuan untuk menciptakan nilai, melindungi nilai, membantu pencapaian sasaran perusahaandanmeningkatkan kinerja perusahaan. Bila hal tersebut tidak terjadi, makaada yang salah dengan penerapan manajemen risiko perusahaan tersebut“. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuanpenerapan Enterprise Risk Management yaitu untuk melindungi nilai perusahaandengan meminimalisis dampak negatif yang terjadi pada proses internal maupunkejadian-kejadian eksternal agar dapat membantu pencapaian sasaran suatuperusahaan

Locus of CommitmentLocus of Commitment (skripsi, tesis, dan disertasi)

adalah sebagai arah dimana kesetiaan seseorangakan berubah ketika terjadi dilema antara komitmen organisasi dan komitmenkerja berlawanan satu sama lain (Taylor dan Curtis, 2010). Komitmen organisasiadalah sebagai perpaduan antara sikap dan perilaku yang menyangkut tiga sikapyaitu rasa mengidentifikasikan dengan tujuan organisasi, rasa keterlibatan dengantugas organisasi dan rasa kesetiaan pada organisasi. Komitmen organisasimerupakan derajat dimana karyawan terlibat dalam organisasinya danberkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, dimana didalamnya mengandungsikap kesetiaan dan kesediaan karyawan untuk bekerja secara maksimal bagiorganisasi tempatnya bekerja (Greenberg dan Baron dalam Elias, 2008). Penelitian yang dilakukan Hewstone dan Willis (2002) dalam Taylor danCurtis (2010) menunjukkan bahwa seseorang bekerja sama dengan anggotakelompok mereka dari pada anggota kelompok lain. Dengan demikian kesetiaanseorang karyawan terhadap organisasi patut untuk dipertanyakan, apakah merekalebih berkomitmen terhadap perusahaan atau pada rekan kerjanya di perusahaan.Near dan Miceli (1985) dalam Taylor dan Curtis (2010) menunjukkan bahwawhistleblowerinternal akan menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi terhadapperusahaan saat mengambil keputusan untuk melaporkan

Definisi Enterprise Risk Management (skripsi, tesis, disertasi)

 

Menurut Hery (2015:12) definisi Enterpirse Risk Management sebagai berikut: “Enterprise Risk Management merupakan suatu proses yang sistematisdan berkelanjutan yang dirancang dan dijalankan oleh manajemengunamemberikan keyakinan yang memadai bahwa semua risiko yangberpotensi memberikan dampak negatif pada nilai perusahaan telahdikelola sedemikian rupa sesuai dengan tingkat risiko yang bersediadiambil perusahaan”. Sedangkan definisi Enterpirse Risk Management menurut TheCommittee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) (2017:1) adalah sebagai berikut: “Enterprise Risk Management sebagai suatu proses yang dipengaruhi manajemen perusahaan, yang diterapkann dalamsetiap strategi perusahaan dan dirancang untuk memberikan keyakinan memadai agar dapat mencapai tujuan perusahaan”. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa EnterpriseRisk Management merupakan manajemen risiko dalam suatu organisasi yangbertujuan membuat organisasi menjadi sadar akan risiko, sehingga laju organisasi bisa dikendalikan agar dapat mencapai tujuan perusahaan

Identitas Profesional (skripsi, tesis, dan disertasi)

Identityatau jati diri memiliki dua arti, yaitu identitas atau jati diri yangmenunjuk pada ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang atau sebuah benda.Identitas atau jati diri juga dapat berupa surat keterangan yang dapat menjelaskanpribadi seseorang dan riwayat hidup seseorang. Menurut Mael dan Ashforth(1992) dalam Mc Clarenet al. (2011) identitas profesional adalah sejauh manaindividu mengklasifikasikan dirinya sendiri dalam hal pekerjaan yang merekajalani dan memiliki ciri khas selalu menganggap orang lain melakukan pekerjaanyang sama. Identitas profesional dapat dikatakan sebagai komponen identitas sosialseseorang, yaitu seseorang mengklasifikasikan dirinya berdasarkan profesi merekaatau keterlibatan mereka dalam profesi yang mereka tekuni (Aranyaet al., 1981).Salah satu cara seseorang menunjukkan identitas profesional mereka adalahmelalui kepatuhan mereka terhadap standar profesi dan kode etik profesi (Taylordan Curtis, 2010).Di Indonesia, Standar Profesional Akuntan Publik mengatur berbagaijenis jasa akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yaitu auditing,atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultasi. Etika Kompartemen AkuntanPublik merupakan penjabaran dari Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yangmengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota Ikatan Akuntan Indonesia yangberpraktik dalam profesi akuntan publik

Jenis Pengungkapan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Hani (2018:88) Pengungkapan dapat dibagi menjadi dua jenisyaitu Pengungkapan wajib (mondotory disclosure) dan pengungkapan sukarela(voluntary disclosure). 1. Pengungkapan wajib (mondotory disclosure) yaitu pengungkapaninformasi dalam laporan keuangan yang harus dilakukan oleh setiapperusahaan. 2. Pengungkapan Sukarela (voluntary disclosure) yaitu pengungkapanyang dilakukan oleh perusahaan selain pengungkapan yang diwajibkanoleh standar atau badan pengawas. Sedangkan menurut Sri et al (2019:242) jenis pengungkapan standar terdapat dua jenis yaitu pengungkapan standar umum dan pengungkapan standar khusus. 1. Pengungkapan Standar Umum Pengungkapan standar umum berlaku untuk semua perusahaanyangmenyajikan laporan keberlanjutan. 2. Pengungkapan Standar Khusus Pengungkapan standar khusus yaitu meliputi pengungkapan pendekatanmanajemen dan indikator. Pengungkapan dengan pendekatanmanajemen tersebut dinamakan “Disclosure on Management Approach(DMA)” dimaksudkan untuk kesempatan bagi organisasi untukmenerangkan bagaimana pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang berkaitan dengan aspek material dengan berbentuknaratif. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwapengungkapan terdapat dua jenis yaitu pengungkapan wajib/umumyang biasadisajikan perusahaan secara berkelanjutan dan pengungkapan sukarela/standar khusus yaitu pengungkapan selain yang diwajibkan standar untuk menerangkanbagaimana pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan dan sosial denganberbentuk naratif.

Whistleblowing (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Near dan Miceli (1985)whistleblowingadalah pengungkapanoleh anggota atau mantan anggota organisasi atasillegal act, immoral actatauillegitimate practiceskepada seseorang atau organisasi yang berwenang untuk menangani.Illegal actadalah suatu kejahatan atau praktek-praktek ilegal yangbisa dihukum menurut undang-undang,immoral actadalah suatu tindakan yangmenurut whistleblower dipersepsikan salah atau menyalahi aturan danillegitimatepracticeadalah suatu tindakan yang diinterpretasikan olehwhistleblowerdiluarotoritas organisasi atau tidak diketahui oleh pimpinan organisasi.Whistleblowingmerupakan proses, bukan peristiwa, dan keputusanwhistleblowingdapat diulang di berbagai bentuk (Near dan Miceli, 1985).Pemikiran mengenai kegigihan adalah penting karena pengungkapan rahasia(whistleblowing) sering terjadi dalam beberapa tahap, yaitu tahap laporan awal,yang mungkin tidak menghasilkan reaksi yang diinginkan. Sangat disayangkanbahwa laporan pertama atas perbuatan tidak etis sering tidak efektif (Van Scotteret al., 2005). Pengulangan pelaporan dapat meningkatkan kemungkinan reaksiyang diinginkan serta potensi untuk pembalasan. Tampaknya, dalam beberapakasus, kesuksesanwhistleblowingtidak hanya membutuhkan laporan awal, tetapiyang lebih penting, kegigihan dalam pelaporan.Pemerintah Indonesia telah mendefinisikanwhistleblowingsebagaimekanisme penyampaian pengaduan dugaan tindak pidana korupsi yang telahterjadi atau akan terjadi yang melibatkan pegawai dan orang lain yang berkaitandengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan di dalam organisasitempatnya bekerja. SEMA Nomor 4 Tahun 2011,whistleblowerdiartikan sebagaipihak yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukanmerupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya. Namun demikian dalam praktiknya kadangwhistleblowerjuga terlibat dan memiliki peran yangkecil dalam kejahatan tersebut.Whistlebloweradalah orang yang melaporkan tindakan di suatuorganisasi kepada orang lain. Seorangwhistleblowerbisa merupakan anggota dariorganisasi tersebut atau pihak diluar organisasi tersebut yang mengetahui keadaanorganisasi tersebut. Menurut PP No.71 Tahun 2000,whistlebloweradalah orangyang memberi suatu informasi kepada penegak hukum atau komisi mengenaiterjadinya suatu tindak pidana korupsi dan bukan pelapor.Whistleblower hotlinesadalah salah satu metode umum untukmendeteksi kecurangan.Hotlinesmemperbolehkan individu untuk melaporkankeyakinannya mengenai kegiatan yang mencurigakan dan tanpa harusmenunjukkan identitasnya.Whistleblowing hotlinesbiasanya dioperasikan olehpihak ketiga untuk mempermudah seseorang untuk melaporkan kecurangan tanpatakut adanya pembalasan dendam (Kurt F Redinget al., 2009)

Definisi Pengungkapan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Hani (2018:88) definisi Pengungkapan sebagai berikut: “Pengungkapan (disclosure) merupakan bagian dari pelaporan keuangan, yaitu langkah paling akhir dari proses pelaporan keuangan denganmenyajikan informasi akuntansi dalam bentuk financial statement.”. Sedangkan menurut Bambang Subroto (2014:1) definisi Pengungkapanyaitu : “Pengungkapan merupakan penyajian semua informasi yang diperlukaninvestor didalam laporan atau pelaporan keuangan. Pengungkapan dapat berupa pengungkapan wajib atau pengungkapan sukarela”. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwapengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajianinformasi dalam bentuk laporan keuangan yang diperlukan investor.

Intensi (skripsi, tesis, dan disertasi)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) intensi diartikan sebagaimaksud atau tujuan.Oxford Dictionary of Psychologydalam Christanti (2008),mendefinisikan intensi sebagai suatu kecenderungan perilaku yang dilakukandengan sengaja dan bukan tanpa tujuan. Sedangkan menurut Engelet al.   intensi adalah kompetensi diri seseorang yangmengacu pada keinginan untuk melakukan suatu perilaku tertentu.Fishbein dan Ajzen (dikutip dalam Yuliana, 2004) menjelaskan intensisebagai representasi dari kesiapan seseorang untuk menampilkan suatu perilaku.Intensi merupakan penentu dan disposisi dari perilaku, hingga seseorang memilikikesempatan dan waktu yang tepat untuk menampilkan perilaku tersebut secaranyata. Dharmmesta (dikutip dalam Sukirno & Sutarmanto, 2007) menambahkan,intensi merupakan perantara faktor motivasional yang memiliki dampak padaperilaku.Dalamplanned behavior theory, dijelaskan bahwa intensi untukmelakukan suatu perilaku adalah indikasi kecenderungan seseorang untukmelakukan suatu perilaku dan merupakan informasi langsung dari perilakutersebut. Intensi untuk melakukan suatu perilaku dapat diukur melalui tigaprediktor utama yang memengaruhi intensi tersebut, yaituattitude toward thebehavior,subjective norm, danperceived behavioral control(Ajzen, 2006). Jikaseseorang memiliki intensi untuk melakukan suatu perilaku maka seseorangcenderung akan melakukan perilaku tersebut dan sebaliknya jika seseorang tidakmemiliki intensi untuk melakukan suatu perilaku maka seseorang akan cenderungtidak akan melakukan perilaku tersebut.

Voluntary Disclosure Terhadap Cost of Equity (skripsi, tesis, disertasi)

Capital Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan seharusnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan bagi penggunanya. Manajemen perusahaan dapat menggunakan laporan keuangan sebagai pemberian sinyal kepada pihak eksternal seperti investor atau kreditor. Dengan menggunakan laporan keuangan perusahaan dapat mengungkapkan hal-hal apa saja yang dapat diungkapkan.   Terdapat dua jenis pengungkapan yaitu mandatory disclosure dan voluntary disclosure. Menurut Cahyani (2009) mandatory disclosure atau pengungkapan wajib adalah informasi yang harus diungkapkan oleh peusahaan sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku di negara tersebut. Sedangkan voluntary disclosure atau pengungkapan sukarela adalah penyampaian informasi yang diberikan secara sukarela oleh perusahaan di luar pengungkapan wajib. Perusahaan akan mengungkapkan informasi sukarela jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari biayanya. Oleh karena itu, semakin luas pengungkapan yang dilakukan perusahaan, maka akan menurunkan biaya modal ekuitas.

Manajemen Laba Terhadap Cost of Equity (skripsi, tesis, disertasi)

Capital Teori keagenan menjelaskan mengenai hubungan agen dan prinsipal. Hubungan ini timbul karena adanya kepentingan setiap pihak untuk mencapai dan mempertahankan apa yang diinginkannya. Manajemen laba dilakukan pihak agen untuk mempengaruhi perspektif pihak prinsipal terhadap penilaian perusahaan. Dalam mendeteksi ada atau tidak adanya manajemen laba, maka pengukuran atas akrual dirasa penting untuk dijadikan perhatian. Total akrual adalah selisih antara laba dan arus kas operasi. Penelitian Wiwik (2005) dalam menguji pengaruh manajemen laba terhadap cost of equity capital adalah dengan memproksikan menajemen laba berdasarkan rasio akrual modal kerja dengan penjualan. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh positif terhadap cost of equity capital, yang berarti bahwa semakin besar tingkat manajemen laba yang dilakukan manajemen perusahaan, maka akan meningkatkan cost of equity capital.

Voluntary Disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Pengungkapan menurut Wolk, dkk (2001, 302) dalam buku Suwardjono (2011, 578): “Broadly interpreted, disclosure is concered with information in both the financial statements and supplementary communications including footnotes, poststatement events, management’s discussion and analysis of operations for the fortcoming, year, financial and operating forecasts, and additional financial statements covering segmental disclosure and extentions beyond historical cost.” Wolk, dkk menjelaskan bahwa pengungkapan tidak hanya meliputi laporan keuangan saja, melainkan juga termasuk pernyataan manajemen, pernyataan keuangan segmental, dan pengungkapan lain yang menambah informasi mengenai kondisi perusahaan. Tujuan pengungkapan adalah untuk menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan   keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan. Pengungkapan dalam laporan keuangan dibagi menjadi dua bagian: 1. Mandatory disclosure atau pengungkapan wajib adalah pengungkapan minimum yang dipersayaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku. 2. Voluntary disclosure atau pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan diluar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku. Suwardjono (2011, 581) mengidentifikasi tiga jenis tingkat pengungkapan, yaitu: 1. Tingkat memadai yaitu tingkat minimum yang harus dipenuhi yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku agar statemen keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk pengambilan keputusan yang diarah. 2. Tingkat wajar yaitu tingkat yang harus dicapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau pelayanan informasial yang sama. 3. Tingkat penuh yaitu menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang berpaut dengan pengambilan keputusan. Penyajian tingkat penuh memiliki kesan penyajian informasi yang berlebih. Hal ini disebabkan rincian penyajian yang tidak terlalu penting justru akan meyembunyikan informasi yang penting. Jenis pengungkapan yang umum digunakan adalah pengungkapan tingkat memadai, karena pengungkapan yang cukup dianggap tidak menyesatkan dan tidak berlebihan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat.

Manajemen Laba (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Suwardjono (2013: 456) menyebutkan bahwa laba dipandang sebagai elemen yang cukup kaya (komprehensif) untuk merepresentasikan kinerja suatu entitas secara keseluruhan. Dengan adanya informasi laba, perusahaan berharap bahwa informasi ini bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan. Dalam penyajian laba, diharapkan dapat digunakan sebagai: a. Indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian atas investasi b. Pengukur prestasi atau kinerja badan usaha dan manajemen c. Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak d. Alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomik suatu negara e. Dasar penentuan dan penilaian kelayakan tarif dalam perusahaan publik f. Alat pengendalian terhadap debitor dalam kontrak utang g. Dasar kompensasi dan pembagian bonus h. Alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan i. Dasar pembagian dividen Penyajian laba dalam laporan keuangan diharapkan dapat memenuhi seluruh kepentingan dari pengguna laporan keuangan. Namun pada kenyataannya susah untuk diterapkan. Terdapat dua sudut pandang berbeda yang diperhatikan perusahaan dalam pelaporan keuangan yaitu dari sudut pandang pemerintah dan 20 investor/kreditor. Dalam sudut pandang pemerintah yang berkaitan dengan pungutan pajak, sebagai subjek pajak maka perusahaan akan berusaha untuk meminimalkan pembayaran pajak dengan cara merendahkan laba. Namun berbeda dalam sudut pandang investor dan kreditor. Dalam perolehan dana dari penjualan saham yang diperoleh dari investor dan perolehan dana hutang dari kreditor, maka perusahaan akan berusaha menunjukkan laporan keuangan sebaik mungkin dengan mengungkapkan laba yang tinggi. Oleh karena itu timbul praktik manajemen laba. Manajemen laba menurut Scott (2000: 423) merupakan pilihan manajemen atas kebijakan akuntansi sehingga mencapai tujuan pelaporan laba yang diinginkan. Ada beberapa pola dalam melakukan manajemen laba, yaitu: 1. Taking a bath Pola ini memperlakukan laba dengan cara membuat laba tahun berjalan dilaporkan dengan sangat rendah. Biaya periode yang akan datang digeser ke pperiode berjalan. Hal ini dikarenakan adanya pergantian CEO pada periode tersebut. Dengan begitu diharapkan pada pperiode yang akan datang laba yang dihasilkan akan tinggi, sehingga CEO baru mendapat image dan juga kompensasi bonus yang tinggi. 2. Income minimization Pola ini memperlakukan laba dengan cara meminimalkan laba periode berjalan dengan tujuan untuk menghindari perhatian dari pemerintah, seperti meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar.   3. Income maximization Pola ini memperlakukan laba dengan cara memaksimalkan laba periode berjalan dengan tujuan untuk menentukan kompensasi bonus. Ketika perusahaan mendekati pelanggaran kontrak hutang jangka panjang perusahaan juga akan memaksimalkan labanya. 4. Income smoothing Pola ini seringkali dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dengan melakukan pola ini perusahaan dapat mengatur tinggi rendah laba yang dilaporkan guna menghindari jumlah laba yang fluktuasi tiap tahunnya, sehingga perusahaan akan dianggap stabil dan perusahaan tersebut tidak terlalu berisiko

Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior) (skripsi, tesis, dan disertasi)

Perilaku manusia (human behavior) adalah suatu reaksi yang dapatbersifat sederhana maupun bersifat kompleks. Hal ini karena seseorang memilikisifat yang berbeda-beda. Satu stimulus dapat menumbuhkan lebih dari satu responyang berbeda dan beberapa stimulus yang berbeda dapat saja menimbulkan saturespon yang sama.Intentionmembedakan antara sikap dan perilaku manusia danmerupakan kunci hubungan antara sikap dan perilaku terencana. Intention atauintensi merupakan kesiapan individu untuk mewujudkan perilalku tertentu.Berdasarkan pandangan tersebut, maka sikap tidak secara langsung membentuk

Cost of Equity Capital (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Brigham dan Houston (2011) biaya modal merupakan biaya dana investasi yang dilihat sebagai rata-rata tertimbang dari semua sumber biaya dana. Wiwik (2005) menjelaskan terdapat empat sumber dana yaitu biaya hutang jangka panjang, biaya saham preferen, biaya modal saham biasa, dan laba ditahan.  Biaya modal saham biasa atau cost of equity capital merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat dari perolehan dana dengan menjual saham biasa atau menggunakan laba ditahan untuk melakukan investasi. Wiwik (2005) menyebutkan bahwa pengukuran biaya modal saham biasa dipengaruhi oleh penilaian perusahaan yang digunakan. Dalam penilaian perusahaan terdapat beberapa model, antara lain yaitu: 1. Model penilaian pertumbuhan konstan Pemikiran dasar yang digunakan yaitu bahwa nilai saham sama dengan nilai tunai atau present value dari semua dividen yang akan diterimadi masa yang akan datang dalam waktu yang tidak terbatas. 2. Capital Asset Pricing Model (CAPM) Capital Asset Pricing Model (CAPM) menjelaskan bahwa biaya modal saham biasa adalah tingkat return yang investor harapkan sebagai kompensasi atas risiko yang tidak dapat didiversifikasi yang diukur dengan beta. 3. Model Ohlson Model ohlson ini digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan dengan berdasarkan pada nilai buku ekuitas ditambah dengan nilai tunai dari laba abnormal. Model CAPM lebih banyak digunakan pada teori pasar modal. CAPM merupakan model keseimbangan yang dimana menghubungkan dua hal penting yaitu capital market line (CML) dan security market line (SML). CML menggambarkan mengenai kondisi bahwa efisiensi portflio pasar merupakan 19 portfolio optimal dari aset berisiko dan aset bebas risiko. Sedangkan SML adalah trade-off dari pengembalian return dalam kondisi pasar modal yang seimbang

Teori Signalling (skripsi, tesis, disertasi)

Teori signalling menjelaskan mengenai alasan perusahaan mempunyai motivasi untuk memberikan laporan keuangan kepada pihak eksternal. Timbulnya dorongan dari perusahaan untuk memberikan informasi mengenai perusahaan kepada pihak eksternal agar tidak terjadi asimetri informasi antara pihak manajemen dan pihak eksternal (Septy dan Nurul, 2012). Perusahaan akan memberikan sinyal kepada pihak investor dan kreditor melalui laporan keuangan tersebut. Brigham dan Houston (2011: 186) mendefinisikan sinyal sebagai suatu tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan dalam pemberian tanda-tanda kepada investor tentang bagaimana manajemen menilai prospek perusahaan tersebut. Alasan perusahaan adalah untuk memberikan informasi perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perushaan dan menunjukkan eksistensi perusahaan bahwa perusahaan memiliki nilai lebih atau keuanggulan lebih dibandingkan perusahaan lain. Teori signalling ini menjelaskan mengenai bagaimana perusahaan memberi sinyal kepada investor atau kreditor untuk memberikan informasi. Dalam hal ini maka teori signalling menjadi landasan bagi suatu pengungkapan.

Indikator budaya organisasi (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Robbins & Coulter (2012:52), ada 7 dimensi budaya organisasi yaitu:

 a.Inovasi dan keberanian mengambil risiko (Inovation and risk taking), adalah sejauh mana organisasi mendorong para karyawan bersikap inovatif dan berani mengambil resiko. Selain itu bagaimana organisasi menghargai tindakan pengambilan risiko oleh karyawan dan membangkitkan ide karyawan. b.Perhatian terhadap detail (Attention to detail), adalah sejauh mana organisasi mengharapkan karyawan memperlihatkan kecermatan, analisis dan perhatian kepada rincian. c.Berorientasi kepada hasil (outcome orientation), adalah sejauh mana manajemen memusatkan perhatian pada hasil dibandingkan perhatian pada teknik dan proses yang digunakan untuk meraih hal tersebut. d.Berorientasi tim (Team orientation), adalah sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, bukan individu-individu. e.Sikap agresif (Aggressivenes), adalah sejauh mana orang-orang dalam organisasi itu agresif dan kompetitif untuk menjalankan budaya organisasi sebaik-baiknya. f.Stabilitas (Stability), adalah sejauh mana kegiatan organisasi menekankanstatus quo (mempertahankan apa yang ada karena dianggap sudah cukup baik) daripada pertumbuhan

Teori Keagenan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Jensen dan Meckling (1976): “We define an agency relationship as a contract under which one or more persons (the principal(s)) engage another person (the agent) to perform some service on their behalf which involves delegating some decision making authority to the agent.” Teori keagenan menjelaskan mengenai hubungan antara pihak prinsipal dengan pihak agen. Pihak prinsipal akan menjadi penyedia fasilitas yaitu berupa pemberian dana. Selain itu pihak prinsipal juga mendelegasikan kebijakan pembuatan keputusan kepada pihak agen. Pihak agen yang dimaksud adalah manajemen perusahaan, dimana manajemen perusahaan wajib memberi laporan secara periodik kepada pihak prinsipal yaitu pemegang saham perusahaan. Pihak prinsipal akan menilai semua kinerja pihak agen melalui laporan keuangan yang disampaikan oleh pihak agen. Hubungan teori keagenan dengan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaporan keuangan yang disampaikan oleh pihak agen dapat dijadikan acuan oleh pihak prinsipal sebagai alat untuk menilai kinerja perusahaan. Sehingga pihak prinsipal dapat menentukan apakah mereka akan memberikan dana pada perusahaan tersebut

Pengaruh umur listing perusahaan dengan voluntary disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Umur listing perusahaan merupakan perusahaan yang telah lama listing atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Semakin lama usia perusahaan semakin banyak pengalaman yang diperoleh perusahaan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Aulya dkk (2015) menyebutkan bahwa umur listing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Sedangkan hasil penelitan yang dilakukan oleh Murni (2016) menyebutkan bahwa umur listing tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela.

Pengaruh profitabilitas dengan voluntary disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, profitabilitas yang tinggi manajemen perusahaan dapat mengungkapkan lebih banyak informasi guna menunjukkan kinerja perusahaan yang dikelola. Penelitian yang dilakukan oleh Wardani (2012) menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaaan berpengaruh secara positif terhadap luas voluntary disclosure. Hasil penelitan yang dilakukan oleh Hendi dan Feronica (2017) menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Sedangkan Bobby Desiyanto dan Pipin Fitriasari (2015) menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh pada tingkat pengungkapan sukarela

Pengaruh ukuran perusahaan dengan voluntary disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Ukuran perusahaan dilihat dari besar kecilnya perusahaan. Semakin besar perusahaan semakin lebih luas informasi yang dapat diperoleh mengenai informasi keuangannya. Penelitian yang dilakukan oleh Suta dan Laksito (2012) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap voluntary disclosure. Ukuran Perusahaan Profitabilitas Voluntary Disclosure Umur Listing Perusahaan Sedangkan hasil penelitan yang dilakukan oleh Wardani (2012) menjelaskan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara positif

Umur Listing Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Umur listing perusahaan merupakan pengelompokan perusahaan yang telah lama listing di Bursa Efek Indonesia (Aulya dkk, 2015). Semakin lama umur listing perusahaan akan semakin luas informasi mengenai pengungkapan dibandingkan dengan perusahaan yang umur listingnya lebih pendek. Dalam penelitian ini, pengukuran umur listing yang digunakan sama dengan penelitian yang dilakukan Wardani (2012) yaitu tahun pengamatan/penelitian dikurangi tahun pertama kali perusahaan terdaftar di perusahaan BEI. Semakin lama umur perusahaan tentunya perusahaan tersebut memiliki banyak pengalaman dalam memberikan informasi yang berhubungan pengungkapan laporan keuangan agar tetap berkembang dan maju dalam menjalankan usahanya.

Profitabilitas (skripsi, tesis, disertasi)

Profitabilitas merupakan cara untuk mengukur kemampuan perusahan dalam memperoleh laba. Hanafi dan Halim (2009:157) mengemukakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada masa lalu. Sedangkan Hery (2015:226) berpendapat bahwa profitabilitas merupakan rasio yang digunakan perusahaan dalam memperoleh laba dari aktivitas normal bisnisnya. Fahmi (2014:68) mengemukakan pengertian profitabilitas adalah rasio yang mengukur efektivitas manajemen yang menunjukkan besar kecilnya laba yang diperoleh dari penjualan dan investasi. Rasio profitabilitas berguna bagi perusahaan baik pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan seperti pihak pemilik perusahaan, manajemen perusahaan dan pihak lainnya yang berkepentingan dengan perusahaan. Rasio proftabilitas juga disebut sebagai rasio rentabilitas (Hery, 2015:227). Semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka akan semakin luas pengungkapan laporan keuagannya. Terdapat beberapa indikator pengukuran dalam mengukur tingkat profitabilitas perusahaan antara lain: return on asset (ROA), return on equity, dan profit margin. Hery (2015:228) menyebutkan bahwa rasio profitabilitas meliputi return on asset (ROA), return on equity, dan profit margin. Profit margin terbagi menjadi 3 (tiga) rasio antara lain: margin laba kotor (gross profit margin), margin laba operasional (operating profit margin), margin laba bersih (net profit margin). Dalam penelitian ini penulis menggunakan rasio return on asset (ROA) untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Return on asset (ROA) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih yang dihasilkan dengan menggunakan total aset (kekayaan) perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap total aset.

Indikator integritas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Zahra (2011 ; 123) ada indikator integritas, yaitu:a.KejujuranMenurut kamus besar bahasa indonesia kejujuran berasal dari kata dasar “jujur” yang mendapat imbuhan ke-an, yang artinya “lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus atau ikhlas”. Kata jujuradalah kata yang digunakan untuk menyatakansikapseseorang. Orang yang memiliki sifat jujur akan senantiasa mengatakan segala sesuatu sesuai realitas yang ada.

 Menurut Ma’ruf(2011 ; 36-37), Kejujuran didasarkan padaupaya menjadikan diri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya. Hal ini diwujudkan pada perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri sendiri maupun pada pihak lain. Kejujuran juga merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.Sesuai pendapat ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa pembentukan kejujuran adalah proses atau perbuatan untuk membentuk seseorang bertindak secara benar sehingga menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Dengan membentuk diri sebagai manusia yang jujur bisa diterapkan kapanpun, dimanapun, dan dari berbagai aspek.b.KomitmenKomitmen terhadap organisasi adalah sebuah sebuah ikatan psikologis antara individu dengan organisasinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komitmen adalah perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu; kontrak. Sedangkan, pengertian janji adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Jadi komitmen berarti memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan janji. Biasanya istilah komitmen digunakan untuk hal-hal penting.Mowday (1982) mendefinisikan komitmen sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dan keterlibatannya sebagai kekuatan
 relative dari identifikasi individu dengan organisasi kerja. Komitmen merupakan suatu orientasi nllai terhadap kerja yang menunjukkan bahwa individu sangat memikirkan pekerjaannya. Dimana pekerjaan memberikan kepuasan hidup, dan pekerjaan memberikan status bagi indvidu. Komitmen organisasi secara umum dipahami sebagai ikatan kejiwaan individu terhadap organisasi termasuk keterlibatan kerja, kesetiaan dan perasaan percaya pada nilai-nlai oganisasi.c.KonsistenMenurut kamus besar bahasa indonesia konsisten memiliki arti : 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya dengan ucapan. Menurut pendapat Dachlan(2009 ; 47) konsisten merupakan sebuah sikap atau usaha yang diambil untuk mempertahankan sebuah cara pandang atau opini terhadap suatu hal sehingga terbentuk sebuah perilaku yang stabil sesuai dengan prinsip yang telah dipegang.Konsistensi adalah sikap berteguh hati. Berteguh hati dalam mengambil keputusan, berteguh hati dalam bekerja, berteguh hati dalam berusaha ataupun berteguh hati dalam belajar. Konsistensi merupakan sikap yang diambil sebagai pembuktian kestabilan atas suatu pendapat. Konsisten merupakan indikasi orang memiliki integritas. Sikap konsiten itu penting, karena sifat konsiten seorang karyawan dapat dipercaya dan mempercayai orang lain.
 5.Konsep Budaya Organisasi1.Pengertian Budaya OrganisasiMenurut Robbins & Coulter (2012:51) budaya organisasi adalah nilai, prinsip, tradisi, dan sikap yang mempengaruhi cara bertindak anggota organisasi. Sedangkan menurut Kreitner & Kinicki (2007:64) budaya organisasi adalah nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi.Menurut Mathis & Jackson (2006:128) budaya organisasi adalah pola nilai dan keyakinan bersama yangmemberikan arti dan peraturan perilaku bagi anggota organisasional. Menurut Robbins (2008) budaya organisasi mengacu pada suatu sistem makna bersama yang diselenggarakan oleh angggota yang membedakan organisasi dari organisasi lainDari beberapa definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa budaya organisasi merupakan nilai-nilai, sikap, dan perilaku setiap anggota dalam suatu organisasi yang mencerminkan karakteristik organisasi tersebut dan juga yang membedakan organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi juga harus diikuti oleh seluruh anggota organisasi

Hubungan Integritas terhadap Kinerja Integritas (skripsi, tesis, dan disertasi)

sering dipahami dalam konteks perilaku, danperilaku integritas pada umumnya dipahami dalam kaitannya dengan etikadan moral. Integritas juga mewajibkan individu agar taat terhadap standar teknis dan etika yangdimiliki organisasi. Integritasbukan hanya masalah kejujuran, masalah etis danmoral,bahwa orang tidakberbohong atau tidak melakukan hal-hal tidak bermoral. Integrity berkaitan juga dengan kinerja, suatu pencapaian hasil baik yang dicapai denganselalu menjunjung tinggi kejujurandan nilai-nilaimoral

 lainnya. Kata integrity berasal dari akarkata “integrated”, yang berarti berbagai bagian dari karakter dan keterampilan berperan aktif dalam diri kita, yang tampak dari keputusan dan tindakan-tindakan kita (Atosokhi, 2014). Untukdapat menghasilkan kinerja baik ditempat kerja, seseorang harus memiliki dalamdirinya harus bersifat jujur, berani, berdaya juang, membangun hubungan baik,pandai mengorganisasikan diri sendiri, teratur, dan terencana dengan baik. Wujud kepemilikan integritas diri itu muncul dalam bentuk kinerja atau hasil kerja baik.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Karapinar (2015) menunjukkan bahwa integritas berkorelasisignifikan dengan kinerja pegawai. Hasil penelitian yangdilakukan oleh Awaluddin (2016) juga menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positifdan signifikan pada kinerja pegawai

Pengertian Integritas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut pendapat Prayitno (2007 ; 139) Integritas adalah setia dengan diri dalam semua tindakan dan interaksi kita. Sedangkan menurut pendapat Zahra (2011 ; 123) integritas adalah komitmen untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan prinsip yang benar dan etis, sesuai dengan nilai dan norma, dan ada konsistensi untuk tetap melakukan komitmen tersebut pada setiap situasi tanpa melihat adanya peluang atau paksaan untuk keluar dari prnsip.

Indikator-indikator Profesionalisme (skripsi, tesis, dan disertasi)

(Morrow dan Goetz, 1988)a.Pengabdian pada profesi (Dedication) yang tercermin dalam dedikasi profesional melalui penggunaan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki. Sikap ini adalah ekspresi dari pencerahan diri secara total terhadap pekerjaaan. Pekerjaan didefinisi sebagai tujuan bukan sekedar alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan totalitas adalah merupakan komitmenpribadi sehingga kompensasi utama yang diharapkan dari pekerjaan adalah kepuasan rohani dan kepuasan material.b.Kewajiban sosial (Social Obligation) yaitu pandangan tentang pentingnya peran profesi serta manfaat yang diperoleh baik oleh masyarakat maupun profesionalisme itu sendiri, karena adanya pekerjaan tersebut.c.Kemandirian(Autonomy Demands) yaitu suatu pandangan bahwa seorang profesionalisme harus mampu membuat keputusan sendiritanpa tekanan dari pihak lain.d.Keyakinan terhadap peraturan profesi (Belief In Self-Regulation), yaitu suatu keyakinan bahwa yang paling berwenang dalam menilai pekerjaan profesional adalah rekan sesama profesi bukan pihak luar yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaannyae.Hubungan dengan sesama profesi (Profesional Community Affiliation) yaitu penggunaan ikatan profesi sebagai acuan, termasuk organisasi formal dan kelompok –kelompok kolega informal sebagai sumber ide utama pekerjaan ini.

Pengertian Profesionalisme (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut (Sutarjo 2008:58) Profesionalisme merupakan sebuah keahlianyang dimilikioleh seseorang terkait dengan ilmu danketrampilan yang dimiliki. Seorang individuyang memegang jabatan ataukedudukan

 tertentudituntut memilikiprofesinalisme yangtinggi agar dalam pelaksanaanpekerjaannya dapat berjalan dengan efektif. Seorang individu yang mengenali dengan baik keahlian dan ketrampilan yangdimiliki akan lebih mudah menjalankantugas dan pekerjaannya dengan lebih baik dibandingkan individu lain yangkurang mampu mengenali keahliannya.Menurut(Wibowo2014:271) Profesionalisme adalah suatu kemampuanatau keahlian untuk melakasanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang di landasi atas keterampilan dan pengatahuan serta di dukung oleh sikap kerja yang di tuntut oleh pekerjaan tersebut.

Indikator Kinerja Karyawan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Mangkunegara (2009: 75)mengemukakan bahwa indikator kinerja, yaitu :a.Kualitas Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.b.KuantitasKuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai itu masing-masing.c.Pelaksanaan tugasPelaksanaan Tugasadalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan. d.Tanggung JawabTanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja (skripsi, tesis, dan disertasi)

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian kinerja (Mangkunegara 2007:67)yaitu:a.Faktor KemampuannSecara psikologis, kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ)dan kemampuan realita, artinya karyawan yang memiliki IQ yang rata-rata (IQ 110-120) dengan memadai dengan jabatanya dan terampildalam mengerjakan pekerjaanya sehari-hari, maka ia akan lebih mudahmencapai kinerja yang diharapkan oleh karena itu karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.b.Faktor MotivasiMotivasi terbentuk dari sikap (Attitude) seorang karyawan dalammenghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yangmenggerakan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuanorganisasi atau tujuan kerja. Sikap mental merupakan kondisi mentalyang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerjasecara maksimal. (Sikap mental yang siap secara psikofik) artinya,seorang karyawan harus siap mental, mampu secara fisik, memahamitujuan utamadan target kerja yangakan dicapai, dan mampumemanfaatkan dalam mencapai situasi kerja.

Voluntary Disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Voluntary disclosure merupakan pengungkapan yang dilakukan perusahaan untuk memberikan informasi akuntansi dan informasi lainnya secara relevan sebagai tambahan informasi tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku (Paramita, 2102). Tersedianya informasi oleh manajemen perusahaan dalam voluntary disclosure, tingkat pengungkapan wajib (mandatory disclosure) yang ditetapkan dapat diarahkan ke tingkat wajar atau tidak perlu penuh. Dengan tersedianya informasi oleh manajemen perusahaan dalam pengungkapan sukarela, tingkat pengungkapan wajib yang ditetapkan dapat diarahkan ketingkat wajar atau tidak perlu penuh. Voluntary disclosure dalam manajemen perusahaan bebas memberikan informasi akuntansi lainnya yang relevan guna dalam mendukung pengambilan keputusan serta dapat membantu investor dalam memahami strategi bisnis perusahaan. Perusahaan akan mengungkapkan informasi akuntansi secara voluntary disclosure (sukarela) apabila manfaat yang diperoleh perusahaan lebih besar daripada biaya yang telah dikeluarkan. Yuliasti dalam Suta dan Laksito (2012) mengemukakan perusahaan yang melakukan voluntary disclosure secara luas akan lebih banyak menarik perhatian para investor. Para investor akan mengetahui informasi akuntansi lebih banyak mengenai perusahaan tersebut dan dapat mengambil keputusannya dalam investasi. Botosan dalam Paramita (2012) menyebutkan untuk mengukur kelengkapan pengukuran dapat dinyatakan dalam Indeks Kelengkapan Pengungkapan, dimana perhitungan indeks kelengkapan pengungkapan dilakukan sebagai berikut: a) Memberikan skor untuk setiap pengungkapan, yaitu skor 1 bagi pengungkapan informasi sekilas, skor 2 untuk pemberian informasi yang lebih terinci dan maksimum 3 bagi perusahaan yang memberikan informasi dengan penjelasan data kuantitatif yang mendukung, untuk memperoleh skor pengungkapan maksimum. b) Skor yang diperoleh setiap perusahaan dijumlahkan untuk mendapatkan skor total pengungkapan. c) Menghitung indeks pengungkapan (IDX) dengan cara membagi skor total pengungkapan maksimum. Semakin banyak butir yang diungkapkan suatu perusahaan, akan semakin banyak pula angka indeks yang diperoleh. Perusahaan dengan angka indeks yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pengungkapan secara lebih komprehensif dibandingkan dengan perusahaan yang angka indeksnya lebih kecil (Paramita, 2012).

Konsep Kinerja Karyawan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Kinerja merupakan performanceatau unjuk kerja. Kinerja dapat puladiartikan sebagai prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjukkerja. Smith (Suwatno, 2011:196) menyatakan kinerja merupakanhasil dari suatu proses yang dilakukan manusia. Moeheriono(2010:60) kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaianpelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkansasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melaluiperencanaan strategis suatu organisasi.Rivai (2005:309) konsep kinerjaadalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.Penilaian kinerja/Performance Appraisal(Suwatno,2011:196)mengacu pada suatu sistem formal dan terstrukturyangdigunakan untukmengukur,

 menilai, dan mempengaruhi sifat-sifatyangberkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkatketidakhadiran dalam bekerja.Ilyas (2005:55) mengatakan bahwa pengertian kinerja adalahpenampilan,hasil karya personil baik kualitas, maupun kuantitas penampilan individu maupun kelompok kerja personil,penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi.Istilah kinerja berasal dari job performanceatau actual performance(prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang), ataujuga hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang ingin dicapai oleh seorangpegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yangdiberikan kepadanya, (Mangkunegara 2007 : 67).Dalam buku manajemen SDMDessler (2008:326) menyatakan adabeberapa alasan mengapa menilai kinerja bawahan menjadi sangat pentingyaitu: pertama, penilaian harus memainkan peran yang terintegrasi dalamproses manajemen kinerja pengusaha, jika tujuan perusahaandituangkandalam tujuan spesifik kemudian dilanjutkan dengan pelatihan karyawantetapi tidak meninjau kembali kinerja karyawan secara berkala hal itu hanyaakan memberikan sedikit manfaat. Kedua, penilaian memungkinkan atasandan bawahan menyusun sebuah rencana untuk mengoreksi semuakekurangan yang ditemukan dalam penilaian dan untuk menegaskan hal-halyang telah dilakukan oleh bawahan. Kemudian ketiga adalahpenilaian harus melayani
 tujuanperencanaan karier dengan memberikan kesempatan kekuatan dankelemahan para karyawan secara spesifik

Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (skripsi, tesis, dan disertasi)

Sumber daya manusia selalu dibutuhkan oleh setiap perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Meskipun sumber daya manusia merpakan salah satu faktor produksi yang ada pada perusahaan akan tetapi peranannya dalam pencapaian tujuan bagi suatu perusahaan atau organisasi sangat besar.Agar pengertian sumber daya manusia lebih jelas, maka penulis akan mengemukakan beberapa pendapat para ahli. Simamora (2004: 4) manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, pemberian balas jasa pengelolaan anggota individu anggota organisasi atau kelompok karyawan.Mangkunegara (2007: 2) manajemen sumber daya manusia adalah suatu perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, pengkoordinasian dan pengawasan terhadap pengadaan pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusanhubungan kerja dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi.Dessler (2010: 4) manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan latihan untuk memenuhi kebutuhan karyawan atau aspek-aspek yang terdapat dalam sumber daya manusia seperti posisi manajemen, pengadaan karyawan atau rekrutmen, penyaringan, pelatihan, kompensasi dan penilaian prestasi kerja karyawan.

Teori Determinasi Diri (Self-Determination Theory) (skripsi, tesis, dan disertasi)

Teori determinasi diri merupakan teori yang dikembangkan oleh ahli psikologi Deci dan Ryan dari University of Rochester, Amerika Serikat pada tahun 1980an. Teori ini menjelaskan tentang pengembangan identitas profesional serta mendefinisikan peranan motivasi dalam pembentukan dan memelihara identitas. Berdasarkan teori ini, motivasi dijelaskan menjadi tiga yaitu tidak ada motivasi (amotivasi), digerakan oleh kekuatan dari luar misal penghargaan uang (motivasi ekstrinsik) atau diaktifasi oleh kekuatan internal (motivasi intrinsik) seperti kemauan untuk terlibat dan adanya minat. Selama proses transisi dari pengaturan eksternal ke internal, maka identitas tersebut diinternalisasikan dan menjadi bagian dari perasaan individu (Deci & Ryan, 2008; Mylrea, Sen Gupta, & Glass, 2017). Teori ini mengusulkan level motivasi yang tinggi didukung oleh kepuasan pada tiga kebutuhan fisiologis dasar seperti kompetensi (competence), pergaulan (relatedness) dan otonomi (autonomy). Kompetensi berarti kemampuan untuk menunjukkan keahlian dalam area khusus. Pergaulan berarti kebutuhan untuk memiliki koneksi dengan orang lain. Otonomi berarti kecenderungan individu untuk mengatur pengalaman diri dan tindakannya. Individu yang memiliki dukungan pengalaman dan pertumbuhan dalam tiga area ini maka akan memiliki level motivasi yang tinggi sehingga dapat mengembangkandan memelihara identitas. Level motivasi tinggi juga berhubungan dengan kesuksesan dan kesejahteraan dalam karir. Semakin kuat identitas diinternalisasikan maka semakin dalam identitas diri seseorang(Ryan & Deci, 2008). Menurut Mylereaet al (2018), teori determinasi diri digunakan sebagai dasar teori untuk mengembangkan kurikulum profesional farmasi di dalam pendidikan melalui tiga hal. Pertama, aplikasi teori yang diperankan oleh kompetensi, pergaulan dan otonomi pada praktik profesional farmasi dan tenaga kesehatan secara umum. Konseptualisasi profesionalisme didasarkan pada organisasi profesi dan kode etik farmasi di Amerika yang menunjukan deskripsi aman, efektif dan kompeten dalam praktik profesional, interaksi yang tampak dari hubungan farmasis dengan pasien dan otonomi yang merupakan perilaku untuk membuat keputusan sendiri dan pendidikan diri (Mylrea et al., 2017)

Pengembangan Identitas Profesional (skripsi, tesis, dan disertasi)

Pengembangan identitas merupakan hal yang penting bagilulusankeperawatan untuk membentuk kesan pada profesi yang dipilih dan menyesuaikan diri dalam profesi keperawatan (Browne et al., 2018). Ahli teori identitas Ashforth et al(2008) mendebatkan identitas profesional yang ditandai dengan sifat yang berubah dan dinamis, hal ini dikarenakan proses identifikasi dengan kelompok tertentu tidak terjadi segera tetapi memerlukan waktu dan proses yang dinamis, menggabungkan kegiatan sehari-hari dengan seluruh pengalaman hidup yang penuh dengan ketidakseimbangan, titik balik, kesinambungan dan ketidaksinambungan yang menghasilkan stabilitas tetapi juga memerlukan perubahan. Jadi proses pengembangan identitas profesional dimulai sebelum mulai bekerja dan cerminan dari level pendidikannya untuk

 menjawab pertanyaan tentang “ingin menjadi siapa saya” (Barbarà-i-Molinero et al., 2017).Browne et al(2018) mengungkapkan dalam penelitiannya pengembangan identitas profesional di pendidikan keperawatan akan mempengaruhi kepuasan, sense of belongingdan retensi dalam karir keperawatan. Peran sertarolemodel dan agen profesional lain akan mendukung pembentukan identitas profesional mahasiswa keperawatan untuk menjadi perawat profesional. Namun, profesionalisme terlihat abstrak dan hanya diajarkan terkait konsep dan teori namun aplikasi dalam praktik klinik mengalami banyak kendala (Browne et al., 2018). Pengembangan identitas professional yang positif selama praktik klinik dipengaruhi oleh: (1) adanya role model yang positif; (2) rasa memiliki (belonging); (3) dukungan teman (peer); (4) kemampuan berpikir kritis; dan (5) kepercayaan diri(Attenborough & Abbott, 2018)

Pembentukan Identitas Profesional (skripsi, tesis, dan disertasi)

Konsep identitas profesional sendiri sampai saat ini tidak jelas teorinya dalam literatur (Browne, Wall, Batt, & Bennett, 2018; Johnson, Cowin, Wilson, & Young, 2012; Noble et al., 2014). Namun, pembentukan identitas telah lama menjadi subjek penelitian pada area ilmu sosiologi, sosial psikologi, antropologi dan filosofi. Pendekatan konsep dan teori digunakan dalam proses ini oleh beberapa peneliti dengan menghubungkan materi dan elemen simbol melalui sejarah, sosial, budaya, dan politik (Gutiérrez & Morais, 2017).Menurut Cruz, pembentukan identitas merupakan konsep dari identitas yang berhubungan dengan tradisi yang terjadi sejak proses identifikasi sehingga memunculkan rasa memilikipada suatu tradisi. Identitas tidak terbatas pada pertanyaan “siapa kita” tetapi “kita akan menjadi siapa”, jadi pembentukan identitas harus berakar pada “menjadi” dan “untuk menjadi apa”(Gutiérrez & Morais, 2017). Pembentukan identitas profesional sendiri adalah fenomena yang kompleks, produkdari mekanisme sosialisasi sekunder pada individu yang menunjukan adanya keberlanjutan atau tidak. Hal ini melibatkan interaksi sosial dalam organisasi, karakteristik biografi individu dan pembentukan mata kuliah yang memiliki peran pentingdalam pembentukan identitas profesional (Barbarà-i-Molinero et al., 2017).

 Menurut Blin, identitas profesional dalam konteks sosial berhubungan dengan praktik profesional dan pengetahuanprofesi yang memberikan dasar untuk konsolidasi. Elemen dalam pembentukanidentitas profesional antara lain:karakteristik organisasi, pengetahuan dan praktik profesional yang berkembang menjadi faktor penentu dalam konsolidasi identitas profesional individu (Gutiérrez & Morais, 2017).Pembentukan identitas profesional yang kuat pada awal karir sebagai mahasiswa terbukti memberikan dampak positif pada kesuksesan saat transisi di lingkungan kerjadengan cara memotivasi untuk menjadi praktisi saat awal pendidikan dan membantu membangun kepercayaan diri pada peran profesional. Inti dari pembentukan identitas profesional adalah untuk menjadi profesional dan mempengaruhi bagaimana menjalankan fungsi dan peran profesional (Noble et al., 2014). Pembentukan identitas profesional dilakukan oleh pendidikan keperawatan dimana internalisasi nilai-nilai profesional menjadikan pembuktian diri sebagai pembelajaran untuk menjadi perawat, mendapatkan pengalaman, melakukan refleksi dan tumbuh dalam profesi. Standar etika profesional yaitu kode etik keperawatan sangat pentingditerapkan dalam praktik. Perawat mengembangkan nilai-nilai dasar pada setiap praktik dan menghasilkan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan pelayanan pada populasi yang rentan dan tumbuh berkelanjutan dalam profesi keperawatan (NLN, 2014).

Identitas Profesional (skripsi, tesis, dan disertasi)

Identitas profesional dapat didefinisikan berdasarkan kata identitas dan profesional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus; dapat juga diartikan sebagai jati diri (KBBI, 2019). Menurut Castells, identitas adalah proses pembentukan arti yang menjadi dasar dalam atribut budaya yang memberikan identitas pada satu individu atau kelompok. Internalisasi identitas dan pembentukan arti dari tindakan individu dapat dijadikan pedoman karena tanggung jawab pembentukan mewakili tempat darimana kelompok dan memberi arti “siapa mereka”dan “akan menjadi apa mereka”(Gutiérrez & Morais, 2017).Profesional berarti bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (KBBI, 2019). Menurut Potter & Perry (2009), keperawatan merupakan suatu profesi yang berbeda cirinya dengan istilah pekerjaan antara lain: a.Profesi membutuhkan pendidikan berkesinambungan dan fondasi liberal dasar.b.Profesi memiliki cabang pengetahuan meliputi keterampilan, kemampuan dan norma-norma.c.Profesi menyediakan layanan yang spesifik.d.Anggota dari suatu profesi memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan dan praktik.e.Profesi memiliki kode etik dalam praktiknya.

 Identitas profesional telah dikonseptualisasikan dengan cara yang berbeda. Menurut Schein (1978), identitas profesional didefinisikan sebagai konstelasi atribut yang relatif abadi, keyakinan, nilai-nilai, motif dan pengalaman dalam arti orang mendefinisikan dirinya dalam peran profesional. Menurut Van Maanen dan Barley (1984), identitas profesional adalah definisi yang dibuat oleh individu berkaitan dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Hal ini juga berkaitan dengan profesi dan tempat kerja dan menegaskan bahwa identitas profesional hanya berkembang di lingkungan kerja (Barbarà-i-Molinero, Cascón-Pereira, & Hernández-Lara, 2017).Menurut National League Nurses(NLN)(2014), identitas profesional merupakan pengembangan personal dan profesional dimana terdapat internalisasi nilai-nilai inti sebagai bagian integral dari ilmu pengetahuan dan seni keperawatan dan mengaplikasikan standar praktik keperawatan. Berdasarkan definisi diatas, maka identitas profesional berarti ciri khusus atau karakter yang bersangkutan dengan profesi, yang merupakan internalisasi dari nilai-nilai dan keyakinan serta memerlukan kompetensi meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dalam melakukan pekerjaan sebagai suatu profesi.

Televisi Lokal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Pengesahan Undang-Undang No.32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran merupakan tonggak penting bagi eksistensi televisi lokal, karena merupakan payung hukum resmi dan demokratis bagi penyiaran di tanah air. Berkat undang-undang tentang Penyiaran sebagai payung bagi eksistensi televisi lokal swasta tersebut, investasi bisnis di dunia pertelevisian daerah turut berkembang, dengan titik unggul kemampuan membaca dan mengkomunikasikan kearifan dan kebutuhan masyarakat setempat. Kehadiran televisi lokal dalam konteks daerah di mana kekayaan budaya dan juga ekonominya demikian menonjol, di mana warga

 masyarakatnya terdiri dari berbagai elemen etnis kultural yang beragam seperti di Kota Malang misalnya, tentunya akan memiliki makna yang sangat strategis. Televisi akan menjadi media komunikasi lokal yang diharapkan bisa menampilkan keragaman potensi budayanya, ekonomi dan seterusnya. Dilihat dari isinya, media seperti ini diharapkan akan mampu menjadi mediator yang menjembatani kebutuhan informasi politik sosial ekonomi budaya lokal; sementara dilihat dari sifat muatannya media ini juga diharapkan tidak saja sebagai media hiburan bernuansa lokal namun juga sarana pemersatu sosiokultural lokal. (Eka, 1995:35) Televisi lokal merupakan salah satu kebanggaan masyarakat daerah, untuk itu perlu dipikirkan bagaimana bisa menemukan solusi untuk mempertahankan kebanggaan masyarakat ini. Televisi lokal yang hadir dengan spirit otonomi daerah, pada mulanya sangat dirasakan dampak kehadirannya sebagai warna baru dunia penyiaran tanah air. Berbagai daerah selama ini disadari kurang optimal diangkat dalam wujud audio visual. Sehingga kehadiran televisi lokal, menjadi solusi penting untuk hal tersebut. Dibungkus dengan kemasan lokal yang kental, televisi lokal selalu berupaya mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dengan muatan lokal yang berbeda-beda. Yang dimaksud dengan muatan lokal adalah isi, emosi pemirsa, psikografi, demografi serta dekorasi, dengan acara yang cukup khas atau kental dengan isi dan budaya antar daerah di mana stasiun televisi lokal berada.(Mashuri, 2009) Kehadiran televisi lokal telah menambah variasi atau pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, hiburan, dan pendidikan. Televisi lokal
 bisa menjadi mimbar perdebatan masyarakat lokal mengenai isu-isu atau persoalan-persoalan lokal yang sedang dihadapi. Selain itu, keberadaan televisi lokal dapat menjadi sarana pengembangan potensi daerah, sehingga daerah pada gilirannya menjadi lebih maju dan sejahtera melalui pengembangan perekonomian rakyat. Dari perspektif Otonomi Daerah, kehadiran televisi lokal dapat mengurangi sentralisme informasi dan bisnis. Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 32/ 2002 tentang Penyiaran yang merevisi UU Penyiaran terdahulu (UU No. 24/1997) yang kental sekali dengan kekuasaan. (dikutip dari UU No. 32/ 2002 tentang Penyiaran) Melalui televisi lokal dan televisi berjaringan, pemirsa tidak hanya dijejali informasi, budaya, dan gaya hidup. Pemirsa akan lebih banyak menyaksikan berbagai peristiwa dan dinamika di daerah dan lingkungannya. Dalam konteks sosial budaya, televisi lokal bisa menjadi harapan dan „benteng terakhir‟ ketahanan bangsa. Selama ini kita merasakan serbuan kapitalisme global dan budaya luar begitu kuat menyeruak-masuk lewat televisi nasional yang bekerja sama dengan televisi asing. Televisi ini mempunyai „dosa besar‟ dalam mengikis kebudayaan lokal, melalui gempuran acara yang membawa nilai-nilai yang tidak sesuai nilai-nilai yang dianut selama ini. Kehadiran acara televisi nasional yang negatif ini harus disikapi. Pada posisi ini, televisi lokal punya peluang membawa nilai-nilai luhur budaya daerah, dengan mengangkat budaya dan kearifan lokal (local genius) yang hidup dan berkembang di masyarakat. Di sana akan terjadi proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai (positif) budaya lokal. Televisi lokal menjadi harapan, Jika
 tidak ada orang yang memulai program televisi yang mengangkat budaya daerah, dikhawatirkan budaya itu akan makin luntur dan tidak dikenal generasi muda. Ada dua tipe televisi lokal di Indonesia. Pertama, televisi lokal yang dibiayai oleh pemerintah kabupaten/propinsi melalui APBD dan di-setting menjadi government tv atau televisi pemda. Kedua, televisi lokal yang dibiayai atau dimodali oleh kalangan swasta, yang bernuansa binis dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (profit oriented). Apalagi, televisi merupakan bisnis yang padat modal. (Wawan. 1996:28)

Pihak yang Membutuhkan Disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Pengungkapan laporan keuangan diungkapkan kepada pihak yang membutuhkan terutama bagi investor dan kreditor, selain itu pihak lainnya seperti pegawai, pemerintah, konsumen, dan masyarakat umum dalam mengambil keputusan. Salah satu titik berat dari pengungkapan adalah kurangnya pengetahuan investor dalam pengambilan keputusan yang diambil oleh pihak lain atau pihak diluar investor. Sedangkan di negara lain khusunya di Eropa, pengungkapan tentang informasi laporan keuangan ditujukan kepada pihak yang lebih luas seperti pegawai perusahaan dan pemerintah (Ghozali dan Chariri, 2014:409-410).

Pengertian Disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Disclosure (pengungkapan) merupakan pengeluaran informasi yang disajikan tidak disembunyikan atau tidak ditutupi. Ghozali dan Chariri (2014:407) berpendapat bahwa disclosure adalah tidak menutupi atau tidak menyembunyikan, apabila dikaitkan dengan laporan keuangan disclosure merupakan penyajian informasi laporan keuangan mengenai hasil aktifitas suatu unit usaha perusahaan yang bermanfaat serta harus lengkap dan jelas agar dapat membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi. Suwardjono (2008:579) menyebutkan bahwa disclosure dimaknai sebagai penyedia informasi yang disampaikan dalam bentuk statemen keuangan formal. Disclousure dibagi menjadi dua, yakni mandatory disclosure (pengungkapan wajib) dan voluntary disclosure (pengungkapan sukarela). Mandatory disclosure adalah pengungkapan minimum sesuai dengan peraturan yang berlaku (Paramita, 2012). Bagi perusahaan yang telah go public yang telah terdaftar di BEI wajib mengungkapkan laporan keuangan tahunan (annual report) secara berkala. Mandatory disclosure merupakan pengungkapan informasi yang wajib dilakukan perusahaan sesuai standar akuntansi yang berlaku, informasi yang dimaksud meliputi informasi dalam laporan keuangan. Mandatory disclosure akan memaksa perusahaan dalam mengungkapkan informasi mengenai perusahaan apabila perusahaan tersebut tidak bersedia melakukan pengungkapan sukarela. Di Indonesia mandatory disclosure telah diatur oleh IAI dan Bapepam. Suwardjono (2008:583) menyatakan bahwa voluntary disclosure merupakan pengungkapan yang dilakukan perusahaan diluar pengungkapan wajib yang telah berstandar akuntansi atau peraturan oleh badan pengawas.

Macam-macam Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Laporan Keuangan Terdiri dari laporan laba−rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, dan laporan arus kas. Harahap (2016:105) mengemukakan bahwa laporan keuangan berisi daftar neraca yang menggambarkan posisi keuangan pada satu tanggal tertentu, perhitungan laba atau rugi perusahaan pada suatu periode tertentu, laporan danpenggunaan sumber dana, dan laporan arus kas. Sedangkan Hery (2015:4) berpendapat bahwa penyajian laporan keuangan meliputi laporan laba−rugi (Income Statement), laporan ekuitas pemilik (Statementof Owner’s Equity), neraca (Balance Sheet), dan laporan arus kas (Statement of Cash Flows). Kasmir (2012:7) menyebutkan laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan atas catatan atas laporan keuangan dan laporan kas. Keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan dapat dilihat dari kondisi keuangan perusahaan dengan informasi yang diperoleh dari laporan keuangan. Manajer keuangan perusahaan bertangung jawab terhadap penyajian laporan keuangan dengan merencanakan, mencari, memanfaatkan dana-dan perusahaan, dan memaksimalkan nilai perusahaan (Kasmir, 2012:6). Perusahaan berkewajiban membuat dan melaporkan laporan keuangan perusahaannya pada periode tertentu. Laporan keuangan harus bersifat historis dan secara menyeluruh. Laporan keuangan tahunan pada dasarnya memberikan informasi bagi investor dalam mengambil keputusan serta mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Maharani (2016) berpendapat bahwa pada laporan keuangan tahunan informasi yang diungkapkan dapat dibagi menjadi dua, yaitu secara mandatory disclousure dan voluntary disclousure

Tujuan Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit. Sedangkan tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Hery, 2015:3). Sedangkan Prastowo (2011:5) berpendapat bahwa tujuan dari laporan keuangan adalahuntuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Pengertian Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Laporan keuangan merupakan salah satu bagian terpenting dan tidak dapat dipisahkah dari perusahaan. Hery (2015:3), “laporan keuangan adalah hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.” Kasmir (2012:7), “laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau dalam suatu periode tertentu”. Yadiati (2007:52), “laporan keuagan adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal dan eksternal, yang berisi seluruh kegiatan bisnis dari satu kesatuan usaha yang merupakan salah satu alat pertanggung jawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-pihak yang membutuhkannya”. Laporan keuangan memberikan informasi mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan agar memudahkan pihak eksternal seperti investor dan kreditor serta pihak-pihak lain berkepentingan dalam mengevaluasi kelemahan dan kekuatan keuangan perusahaan.

Manajemen Produksi Program StasiunTelevisi Lokal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Sofjan Assauri(2004:12) mengemukakan bahwa manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang merupakan sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa. Dalam hal ini, manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, untuk mengelola secara optimal, faktor- faktor produksi atau sumber daya manusia. Dengan demikian, manajemen produksi program televisi adalah proses pengelolaan program televisi yang didasarkan pada prosedur yang telah ditetapkan, yaitu mengacu pada format acara yang akan disajikan dalam pembuatan program acara. Pengaturan penayangan program televisi biasanya diatur oleh bagian pemrograman siaran atau bagian perencanaan siaran. Pada umumnya, pihak perencanaan program siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton peminat program tersebut. Untuk dapat bertindak efektif, amat diperlukan perencanaan yang matang. Dalam proses perencanaan inilah langkah efektif dan efesien. Dengan demikian untuk melaksanakan langkah efektif dan efesien diperlukan perencanaan/programmer yang: a.Berpengalaman di dunia penyiaran b.Memiliki wawasan luas c.Memiliki pengetahuan luas di bidang penyiaran

 d.Menguasai manajemen

Public Interest Public interest (skripsi, tesis, dan disertasi)

menurut McQuail (2000:142) adalah “the media carry out a number of important, event essential, tasks in contemporary society and it is in the general interest that these are performed and performed well”. Dapat diartikan, public interest adalah harapan masyarakat terhadap media dalam menjalankan dan menjadikan dirinya bermanfaat dan penting yang mendapatkan simpati masyarakat umum sebagai bagian dari masyarakat modern. Beberapa aspek tersebut dapat diartikan public interest yang penting dimiliki media massa adalah: 1.Keberagaman kepemilikan dari media, kebebasan publikasi

 2.Ketersediaan informasi yang bermacam-macam 3.Keberagaman bentuk ekspresi dalam beropini 4.Jangkauan yang luas mendekati universal 5.Ketersediaan kualitas informasi dan kebudayaan untuk publik 6.Dukungan yang proporsional untuk demokrasi 7.Menghormati hukum 8.Menghormati hak individu dan hak asasi manusia (McQuail, 2000:114).

Lembaga Penyiaran Publik dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Penjabaran untuk mendefinisikan Lembaga Penyiaran Publik sekilas hampir sama dengan penjabaran tentang media penyiaran publik. Dalam penjabaran dua istilah tersebut peneliti membedakannya dengan melihat dua sudut pandang yaitu penjabaran tentang media penyiaran Publik lebih ke arah ideal sebuah unsur pembentuk public sphere dan penjabaran tentang Lembaga Penyiaran Publik lebih ke arah sudut pandang pemerintah sebagai pencetusnya. Tertera dalam Undang- Undang No. 32 Tahun 2002 pasal 6 ayat 1 dan ayat 3: bahwa penyiaran diselenggarakan dalam satu sistem penyiaran nasional. Dalam sistem penyiaran nasional terdapat lembaga penyiaran dan pola jaringan yang adil  dan terpadu yang dikembangkan dengan membentuk stasiun jaringan dan stasiun lokal. Aturan tersebut, dimana penyelenggara penyiaran sebenarnya tidak bisa seperti sebelum dibuat Undang-Undang Penyiaran ini dengan mempunyai stasiun penyiaran hanya di Jakarta dan di daerah hanya terletak stasiun relay. Maksud Undang-Undang ini dengan stasiun lokal dan berjaringan adalah dalam setiap daerah yang terdapat frekuensi penyiaran suatu lembaga, maka lembaga itu harus mempunyai organisasi, stasiun lokal, dan dalam content acaranya terdapat unsur lokal daerah tersebut. Aturan dari pemerintah tentang televisi publik juga tertera dalam UU No.32 tahun 2002 tentang Kepenyiaran pasal 14, yang isinya sebagai berikut: 1.Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a adalah lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen, netral, tidak komersial, dan berfungsi memberikan layanan untuk kepentingan masyarakat. 2.Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia yang stasiun pusat penyiarannya berada di ibukota Negara Republik Indonesia. 3.Di daerah provinsi, kabupaten, atau kota dapat didirikan Lembaga Penyiaran Publik lokal. 4.Dewan pengawas dan dewan direksi Lembaga Penyiaran Publik dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 5.Dewan pengawas ditetapkan oleh Presiden bagi Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia atas usul Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia; atau oleh Gubernur, Bupati, atau Walikota bagi Lembaga Penyiaran Publik lokal atas usul Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka atas masukan dari pemerintah dan/atau masyarakat. 6.Jumlah anggota dewan pengawas bagi Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia sebanyak 5 (lima) orang dan dewan pengawas bagi Lembaga Penyiaran Publik Lokal sebanyak 3 (tiga) orang. 7.Dewan direksi diangkat dan ditetapkan oleh dewan pengawas. 8.Dewan pengawas dan dewan direksi Lembaga Penyiaran Publik mempunyai masa kerja 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) kali masa kerja berikutnya. 9.Lembaga Penyiaran Publik di tingkat pusat diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Lembaga Penyiaran Publik di tingkat daerah diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 10.Ketentuan lebih lanjut mengenai Lembaga Penyiaran Publik disusun oleh KPI bersama Pemerintah dalam Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2005 diatur lebih rinci tentang LPP dan LPPL

Media Penyiaran Publik (skripsi, tesis, dan disertasi)

Dalam public sphere semua elemen mempunyai tanggung jawab untuk membentuk ruang ini seideal mungkin, tidak terkecuali juga media komunikasi yang mempunyai peran besar dalam ruang ini. Dalam pembentukan sifat ruang ini media memiliki peran penting ketika ruang publik ini dibuat sempit misalnya dengan berlakunya penguasa otoriter media berperan besar didalamnya. Begitupun juga usaha memperbesar ruang publik untuk menjadi ideal membutuhkan peran besar media komunikasi ini. Erick Barndt mengemukakan ciri-ciri dari media penyiaran publik: (1) Tersedia (available) secara general-geografis (2) Memiliki (concern) terhadap

 identitas dan kultur nasional (3) Bersifat independent, baik dari kepentingan Negara maupun kepentingan komersial (4) Memiliki imparsialitas program (5) Memiliki ragam varietas program, dan (6) Pembiayaannya dibebankan kepada pengguna, Mufid (2005:79) Menurut Ashadi, dalam (Mufid, 2005:81) media penyiaran publik di Indonesia harus memperhatikan beberapa hal seperti: 1. Telekomunikasi sebagai basis material Dalam hal ini pemerintah telah menyediakan suatu skema pengaturan televisi publik dimana terdapat adanya LPP dan LPPL. Dalam pembahasan berikutnya ada pembagian kanal dan kanal sekunder yang menjamin masyarakat di setiap daerah mampu menikmati siaran televisi publik baik itu berupa LPP maupun LPPL. 2. Orientasi fungsi publik sebagai basis kultural Televisi publik menjadi salah satu tempat konstruksi dan konsensus dari beberapa nilai yang ada. Beberapa nilai tersebut meliputi ketentuan hukum, kebijakan negara, maupun nilai bersama yang ada di masyarakat tersebut. 3. Sistem jaringan publik Sistem jaringan ini bisa berupa sistem fungsional seperti dukungan finansial dan jaringan media publik seperti televisi publik nasional dan lokal, maupun dengan media publik lain

Pengaruh umur listing terhadap tingkat pengungkapan sukarela (skripsi, tesis, disertasi)

 Menurut (Marwoto dalam Prayogi, 2003) umur perusahaan memiliki hubungan yang positif dengan luas pengungkapan sukarela. Alasan yang mendasarinya terkait dengan teori stakeholder, perusahaan yang berumur lebih tua memiliki pengalaman lebih dalam pengungkapan laporan tahunan. Pengalaman inilah yang dijadikan dasar manajemen untuk memenuhi kebutuhan stakeholder sebagai wujud pertanggungjawaban. Hossain dan Hammami (2009) menemukan bahwa perusahaan tua cenderung untuk mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan muda

Pengaruh profitabilitas terhadap tingkat pengungkapan sukarela (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Prastiwi dan Fitriana (2014) rasio profitabilitas menggambarkan keberhasilan suatu perusahaan dalam manghasilkan laba perusahaan. Perusahaan dalam kondisi good news dapat ditandai dengan perolehan profitabilitas tinggi. Namun jika profitabilitas dipertimbangkan dari kualitas investasi, maka perusahaan dengan profit lebih rendah juga terpacu untuk mengungkapkan informasi secara lebih luas untuk mengurangi risiko pandangan negatif pasar terhadap kualitas investasi, sehingga dapat membantu perusahaan dalam memperoleh dana dengan biaya yang rendah dan menghindari terjadinya penurunan harga saham. Selain itu, perusahaan dengan profitabilitas rendah akan menjelaskan kepada investor meskipun perusahaan memiliki profit rendah namun perusahaan telah melakukan kinerjanya dengan baik, seperti telah mensejahterakan karyawan dan lingkungan sekitar perusahaan. Oleh karena itu profitabilitas rendah 44 mendorong manajer untuk mengungkapkan informasi perusahaannya secara lebih luas guna meyakinkan seluruh stakeholder yang berkepentingan.

Karakteristik Profesionalisme (skripsi, tesis, dan disertasi)

Berikut ini merupakan beberapa hal yang mencirikan suatu profesionalisme menurut para ahli: Pendapat Sinamo yang dikutip oleh Sritomo Wignjosoebroto (1999:42) dalam seminar “Perspektif Pembangunan Daya Saing Global Tenaga Kerja Profesional”, mengemukakan bahwa karakteristik seorang profesional adalah sebagai berikut: 1. Sikap Selalu Memberi yang Terbaik2. Orientasi Memuaskan Pelanggan3. Sikap Kerja Penuh Antusiasme dan Vitalitas4. B udaya Belajar Sepanjang Hayat5. S ikap Pengabdian Pada Nilai-nilai Profesi6. Hubungan Cinta dengan Profesinya7. S ikap Melayani yang Altruistik8. Kompetensi Tinggi Berorientasi Kesem

Pengertian Profesionalitas. (skripsi, tesis, dan disertasi)

Salah satu hal yang perlu dikembangkan ialah memasyarakatkan mentalitas profesional. Suatu profesi dituntut untuk menunjukkan kualitas dan kompetensinya. Oleh karena itu, suatu profesi wartawan harus memiliki sikap profesionalitas yang salah satunya mematuhi kode etik wartawan, karena bukanlah pekerjaan yang menjadikan seseorang menjadi profesional, melainkan semangat dalam melakukan pekerjaan tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:897), profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak-tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang ahli di bidangnya, atau profesional. Pendapat Gunawan yang dikutip oleh Alex Sobur (2001:82) dalam bukunya “Etika Pers Profesionalisme Dengan Nurani”, mendefinisikan profesionalisme merupakan usaha kelompok masyarakat untuk memperoleh pengawasan atas sumber daya yang berhubungan dengan bidang pekerjaan tertentu. Pendapat Alex Sobur (2001:82) dalam bukunya “Etika Pers Profesionalisme dengan Nurani”,mengemukakan bahwa profesionalisme berarti isme atau paham yang menilai tinggi keahlian profesional khususnya, atau kemampuan pribadi pada umumnya, sebagai alat utama untuk meraih keberhasilan.

Pengaruh ukuran perusahaan terhadap tingkat pengungkapan sukarela (skripsi, tesis, disertasi)

Ukuran perusahaan menunjukkan besar kecilnya perusahaan. Ukuran tersebut menunjukkan besarnya aset yang dimiliki perusahaan. (Lang dan Lundholm, 1993 dalam Benardi et al, 2009) menyatakan bahwa tingkat keluasan informasi dalam kebijakan pengungkapan perusahaan akan meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran perusahaan hal ini dikarenakan perusahaan yang berukuran lebih besar cenderung memiliki public demand akan informasi yang lebih tinggi dibanding dengan perusahaan yang berukuran kecil. Menurut teori stakeholder, semakin besar ukuran perusahaan semakin besar pula pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan. Banyaknya pihak-pihak yang berkepentingan atas aktivitas perusahaan ini menyebabkan semakin luasnya pengungkapan sebagai wujud pertanggungjawaban manajemen untuk memenuhi kebutuhan   informasi yang memadai bagi seluruh stakeholder. Wardani (2012), Khrisna (2013), menunjukkan adanya hubungan positif antara ukuran perusahaan dengan luas pengungkapan sukarela.

Umur Listing (skripsi, tesis, disertasi)

Prayogi (2003) mengatakan bahwa perusahaan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan memberikan
pelaporan keuangan yang lebih lengkap dibanding dengan
Net profit margin = laba bersihx 100%
penjualan bersih
operating profit margin = laba operasional x 100%
penjualan bersih
gross profit margin = laba kotor x 100%
penjualan bersih
perusahaan-perusahaan lain Sri (2008) mengatakan bahwa
perusahaan yang lebih lama listing menyediakan publisitas
informasi yang lebih banyak dibanding perusahaan yang
barusaja listing.
Semakin lama perusahaan menjadi perusahaan
publik, maka diharapkan perusahaan semakin mengetahui
kebutuhan informasi para penggunanya atau semakin
mengetahui kebutuhan informasi para stakeholder
perusahaan, sehingga perusahaan akan berusaha memenuhi
kebutuhan informasi para stakeholder melalui
pengungkapan informasi sukarela yang diungkapkan dalam
laporan tahunan perusahaan sebagai alat untuk pengawasan
kinerja perusahaan agar kelangsungan usaha perusahaan
tetap terjaga (Prasetyo, 2012).
Marwata (2000) dalam Prayogi (2003) menyatakan
bahwa umur perusahaan berpengaruh positif terhadap luas
pengungkapan sukarela perusahaan. Hal ini dikarenakan,
perusahaan yang memiliki umur lebih tua memiliki
pengalaman yang lebih banyak dalam mempublikasi
laporan tahunan (Prayogi, 2003)

Profitabilitas (skripsi, tesis, disertasi)

Kapasitas untuk menghasilkan laba dalam suatu
bisnis biasanya merupakan tujuan yang paling penting.
Menurut Anthony (2011) profitabilitas merupakan
kemampuan untuk memperoleh laba. Adanya sumber daya
keuangan yang lebih besar bagi perusahaan yang memiliki
tingkat profitabilitas yang tinggi untuk menyajikan
pengungkapan sukarela (Almilia, 2008 : 12).
Profitabilitas berhubungan dengan kemampuan
suatu perusahaan untuk menyediakan reward keuangan
yang cukup untuk memberikan daya tarik dan menjaga
pendanaan perusahaan (Wild, Shaw, Chiappetta 2009 :
681), sehingga semakin tinggi profitabilitas maka
kelangsungan usaha perusahaan juga semakin terjaga.
Informasi mengenai profitabilitas perusahaan diperlukan
oleh stakeholder untuk mengawasi kinerja manajemen yang
diungkapkan oleh perusahaan melalui laporan tahunannya
dalam rangka untuk menganalisis kelangsungan usaha
perusahaan (Wardani, 2012 : 14).
Analisis mengenai profitabilitas sangat penting
bagi kreditur laba adalah sumber pembayaran bunga dan
pokok pinjaman, bagi investor ekuitas laba menjadi salah
satu faktor penentu perusahaan nilai efek.Hal yang penting
bagi perusahaan adalah bagaimana laba tersebut bisa
memaksimalkan pemegang saham bukan seberapa besar
laba yang dihasilkan perusahaan.Berikut jenis-jenis rasio
profitabilitas (Hery, 2014) :
a. Hasil pengembalian atas aset (return on asets)
Rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset
dalam menciptakan laba bersih, rasio ini digunakan
untuk mengkur seberapa besar jumlah laba bersih yang
akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam
dalam total aset.

b. Hasil pengembalian atas ekuitas (return on equity)
Rasio ini menunjukkan seberapa besar kontribusi
ekuitas dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini
digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba
bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang
tertanam dalam total ekuitas.

c. Marjin laba kotor (gross profit margin)
Marjin laba kotor merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur besarnya presentase laba kotor atas
penjualan bersih

.d. Marjin laba operasional (operating profit margin)
Rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya
presentase laba operasional atas penjualan bersih.

e. Marjin laba bersih (net profit margin)
Rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya
presentase laba bersih atas penjualan bersih.

Pengertian Struktur Aset (skripsi, tesis, dan disertasi)

Struktur aset adalah penentuan seberapa besar alokasi dana untuk masing-masing komponen aset, baik aset lancar maupun aset tetap (Syamsudin,2007: 9). Alokasi untuk masing-masing komponen aset mempunyai pengertian berapa jumlah rupiah yang harus dialokasikan masing-masing komponen aset. Menurut Sudana, (2011: 163)“Struktur aset merupakan komposisi aktiva lancar yang lebih besar”. Pendapat lain mengenai struktur aset adalah perimbangan atau perbandingan antara aset tetap dan total asset (Brigham danWeston, 2005: 175). Diambil kesimpulan bahwa struktur aset adalah penentuan besar alokasi atau perimbangan dana untuk masing-masing komponen aset, baik aset lancar maupun aset tetap. Menggambarkan besarnya aset yang dapat dijaminkan perusahaan sebagai kolateral ketika perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak kreditur

Macam-macam Rasio Profitabilitas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba atau keberhasilan suatu operasi perusahaan pada suatu periode waktu tertentu terduga (Jusup, 2011: 493). Laba (atau kemungkinan rugi) dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mendapat pendanaan utang atau ekuitas. Kreditor maupun investor sangat tertarik untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan memperoleh laba atau profitabilitas (Jusup, 2011: 500). Menurut Kasmir, (2015: 114). Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang memperlihatkan pengaruh gabungan dari
likuiditas, manajemen aset dan hutang terhadap hasil operasi (Brigham danHouston, 2001: 89).

Pengertian Profitabilitas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah menghasilkan laba, sehingga rasio yang mengukur profitabilitas dilaporkan secara luas (Harrison et al., 2011: 259). Profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan (Brigham danHouston, 2001: 89). Rasio profitabilitas merupakan alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Menurut Fahmi(2012: 68) rasio profitabilitas ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan (Sudana, 2011: 22). Menurut Jumingan (2006: 72)rasio-rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan (atau mungkin sekelompok aktiva perusahaan). Rasio profitabilitas juga dapat disebut sekelompok
rasio yang menunjukkan kombinasi dari pengaruh likuiditas, manajemen aset dan utang pada hasil operasi. (Brigham danHouston, 2014: 146).

Pengertian Likuiditas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Modal kerja merupakan ukuran likuiditas yangbanyak digunakan. Modal kerja merupakan selisih aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Modal kerja merupakan ukuran aset lancar yang penting yang mencerminkan pengamanan bagi kreditor. Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibanjangka pendeknya (Subaramanyam danWild, 2013: 363).Menurut Brealey et al.(2007: 77) likuiditas merupakan kemampuan untuk menjual sebuah aset guna mendapatkan kas pada waktu singkat. Sedang pendapat Fahmi (2012: 63) likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.

Ukuran Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Benardi
dkk.(2009), Kumalasari (2009), dan Wulansari (2008)
menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel yang
sering digunakan dalam meneliti luas pengungkapan dan
hasilnya ukuran perusahaan berpengaruh positif dengan luas
pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan. Artinya
semakin besar perusahaan, akan semakin luas
pengungkapan yang dilakukan perusahaan.
Marwata (2000) dalam Murni (2004 : 195)
menyatakan bahwa perusahaan yang berukuran lebih besar
cenderung memiliki public demand akan informasi lebih
tinggi dibanding dengan perusahaan yang berukuran lebih
kecil. Public demand tersebut dalam rangka untuk
mengawasi kinerja perusahaan yang dapat dilihat melalui
laporan tahunan yang diungkapkan oleh perusahaan. Tujuan
dari pengungkapan tersebut adalah agar kelangsungan usaha
perusahaan tetap terjaga (Wardani, 2012 : 14).
Besar ukuran perusahaan dapat dinyatakan dalam
total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasar. Aktiva yang
dimiliki dan digunakan perusahaan dalam kegiatan
usahanya atau operasi terdiri dari aktiva lancar dan aktiva
tetap. Aktiva tetap yang besar menunjukkan bahwa suatu
perusahaan memiliki aktiva atau asset yang besar sehingga
dapat menunjang kegiatan operasi perusahaan yang semakin
besar pula yang dapat dilihat dari revenue yang diperoleh
perusahaan. Analisis penjualan selama ini memberikan
perhatian kepada pertumbuhan permintaan produk
perusahaan sebagai hal yang penting terhadap kesuksesan
investasi. Namun, pertumbuhan dalam kemampuan
menghasilkan laba, bukan penjualan per unit merupakan
tujuan yang ingin dicapai. Kapitalisasi digunakan untuk
menentukan baik batasan dimana perusahaan
memperdagangkan ekuitasnya maupun pengungkit
keuangan yang dihasilkan. Semakin besar stabilitas industri
dan laba serta arus kas perusahaan, maka perusahaan
semakin dapat menerima risiko yang berhubungan pula
dengan rasio hutang terhadap kapitalisasi yang diizinkan
(Hardiningsih, 2008).
Ketiga variabel ini digunakan untuk menentukan
ukuran perusahaan karena dapat mewakili seberapa besar
perusahaan tersebut. Semakin besar aktiva maka semakin
banyak modal yang ditanam, semakin banyak penjualan
maka semakin banyak perputaran uang dan semakin besar
kapitalisasi pasar maka semakin besar pula ia dikenal dalam
masyarakat. Dari ketiga variabel ini nilai aktiva relatif lebih
stabil dibandingkan dengan nilai market capitalized dan
penjualan dalam mengukur ukuran perusahaan (Sudarmadji
dan Sularto, 2007)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Penentuan struktur modal pada sebuah perusahaan, manajemen juga mempertimbangkan analsis subjektif (judgment) bersama dengan analisis keuantitaif. Menurut Admaja(2008: 271) berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan tentang struktur modal adalah:1)Kelangsungan hidup jangka panjang (long-run viability)2)Konversatisme manajemen3)Pengawasan4)Struktur aktiva5)Risiko bisnis6)Tingkat pertumbuhan7)Pajak8)Cadangan kapasitas pinjaman9)Profitabilitas

Teori Struktur Modal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Kajian tentang teori struktur modal telah banyak dibahas diberbagai buku teksbaik yang ditulis oleh penulis domestik maupun asing, dan secara umum teori yang membahas tentangstruktur modal ada 2 yaitu:
1)Balance TheoriesBalance theories merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana tambahan dengan mencari pinjaman baik keperbankan atau juga dengan menerbitkan obligasi (Fahmi, 2012: 110). Beberapa bentuk risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan pada saat melakukan kebijakan balancetheories, yaitu:(a)Apabila perusahaan meminjam dana keperbankan, maka dibutuhkan jaminan atau agunan seperti tanah, gedung, kendaraan dan sejenisnya. Angsuran kredit terlambat untuk dibayarkan maka perbankan akan memberikan teguran dalam bentuk lisan dan tulisan. Persoalannya adalah seandainya perusahaan tidak mampu lagi membayar angsuran di atas batas waktu yang ditentukan/ditolelir maka agunan tersebut diambil dan dilelang oleh perbankan untuk menutupi kerugian sejumlahnilai pinjaman, artinya perusahaan telah kehilangan aset yang digunakan tersebut.(b)Jika kebutuhan dana dengan cara menjual obligasi. Bentuk rasio yang dihadapi adalah jika sendandainya tidak sanggup membayar bunga obligasi secara tepat waktu atau bergeser dan waktu yang disepakati maka perusahaan harus melakukan berbagai kebijakan untuk
mengatasi ini, termasuk mengonversi dari pemegang obligasi ke pemegang saham.(c)Risiko selanjutnya terhadap masalah yang dialami oleh perusahaan, karena publik menilai kinerja keuangan perusahaan di mata publik terjadi penurunan, karena publik menilai kinerja keuangan perusahaan tidak baikkhususnya dalam kemampuan manajemenstruktur modal (capital structure management)

Karakteristik Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)

Penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi luas
pengungkapan telah banyak dilakukan, baik di negara maju maupun
di negara sedang berkembang. Benardi, dkk 2009 mengatakan di
negara maju penelitian telah dilakukan di Amerika Shingvi dan
Desai, 1971; Lang dan Lundholm, 1993; Botosan, 1997, Jepang;
Cooke, 1992, dan Spanyol Wallace, et al., 1994). Di negara sedang
berkembang penelitian ini telah dilakukan di Bangladesh (Karin dan
Ahmed, 2005), Arab Saudi (Aljifiri dan Hussainey, 2006), dan di
Indonesia penelitian luas pengungkapan sukarela salah satunya
dilakukan oleh Susanto (1992), Na’im dan Rakhman (2000), Subroto
(2003) dan Simanjuntak dan Widiastuti (2004) begitupun peneliti
lainnya, (Benardi, dkk. 2009). Penelitian ini dilakukan dengan alasan
bahwa pengungkapan informasi akuntansi dapat memberikan
gambaran umum dan analisis atas praktik-praktik akuntansi yang ada
di Negara maju dan Negara berkembang.
Berbagai penelitian yang dilakukan sebelumnya telah
banyak mengaitkan luas pengungkapan dengan karakteristik suatu
perusahaan. Menurut Wallace et al, (1994) dalam Benardi, dkk.
(2009) dalam konteks laporan keuangan penentuan karakteristik
perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu
karakteristik yang berhubungan dengan struktur, kinerja dan pasar.
Beberapa variabel yang dikaitkan dengan karakteristik perusahaan
antara lain ukuran perusahaan, leverage, kepemilikan saham publik,
likuiditas, profitablitas, dan masih banyak yang lainnya. Namun
dalam penelitian ini, hanya berfokus pada variabel ukuran
perusahaan, profitabilitas, dan umur listing. Hal ini dikarenakan
variabel ukuran perusahaan, profitabilitas dan umur listing sebagai
variabel independen masih banyak terdapat ketidakkonsistenan hasilhasil penelitian terdahulu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pengungkapan Sukarela (skripsi, tesis, disertasi)

Kata disclosure memiliki arti kata tidak menutupi atau tidak
menyembunyikan. Apabila kata disclosure ini dikaitkan dengan
laporan keuangan, maka mengandung arti penyajian laporan
keuangan yang memberikan informasi secara lengkap dan jelas, serta
dapat menggambarkan secara tepat mengenai kejadian-kejadian
ekonomi yang berpengaruh terhadap hasil operasi suatu unit usaha.
Meek etal., (1995) menyebutkan bahwa pengungkapan sukarela
merupakan pengungkapan bebas, dimana manajemen dapat memilih
jenis informasi yang akan diungkapkan yang dipandang relevan
untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak pemakainya.
Menurut Belkaoui (2000) tujuan dilakukannya
pengungkapan ada lima, yaitu:
1. Untuk menjelaskan item-item yang belum diakui dan untuk
menyediakan ukuran yang bermanfaat bagi item-item tersebut.
2. Untuk menjelaskan item-item yang diakui dan untuk
menyediakan ukuran yang relevan bagi item-item tersebut, selain
ukuran dalam laporan keuangan.
3. Untuk menyediakan informasi bagi investor dan kreditor dalam
menentukan risiko dan item-item yang potensial untuk diakui dan
yang belum diakui.
4. Untuk menyediakan informasi penting yang dapat digunakan
oleh pengguna laporan keuangan untuk membandingkan antar
perusahaan dan antar tahun.
5. Untuk menyediakan informasi mengenai aliran kas masuk dan
keluar di masa mendatang.
Manajer memiliki informasi lengkap mengenai kinerja
perusahaan saat ini dan pada masa mendatang dibandingkan dengan
pihak eksternal, namun manajer memiliki beberapa pertimbangan
untuk melakukan pengungkapan tersebut.
Suripto (1999) menyebutkan bahwa pertimbangan manajer
untuk mengungkapkan informasi secara sukarela dipengaruhi faktor
biaya dan manfaat. Manajemen akan mengungkapkan informasi
secara sukarela bila manfaat yang diperoleh dari pengungkapan
informasi lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan untuk
pengungkapan tersebut. Biaya pengungkapan sukarela berupa
seluruh pengorbanan yang berhubungan langsung atau tidak
langsung terhadap penerbitan laporan sukarela. Menurut Elliot etal.
(1994) dalam Aprilia (2008) biaya pengungkapan informasi terdiri
dari:
1. Biaya pengembangan dan penyajian informasi yang meliputi
biaya pengumpulan, biaya pemrosesan, biaya pemeriksaan
informasi (jika diperlukan) dan biaya penyebaran informasi.
2. Biaya litigasi (litigation costs) yang timbul karena aspek hukum.
Biaya litigasi muncul ketika terdapat informasi negatif tentang
perusahaan atau pengungkapan informasi yang menyesatkan.
Manajer meningkatkan pengungkapannya dengan maksud untuk
menurunkan risiko terhadap tuntutan hukum, karena ketika
informasi negatif tersebut ditunda untuk diungkapkan akan
berpotensi memunculkan kerugian terhadap beberapa pihak,
yang pada akhirnya meningkatkan risiko perusahaan terkena
masalah hukum.
3. Biaya competitive disadvantage yaitu kerugian yang timbul
akibat pengungkapan informasi yang melemahkan daya saing
perusahaan seperti informasi tentang inovasi teknologi dan
manajerial serta informasi tentang strategi, rencana, dan taktik
untuk mencapai target pasar baru. Besarnya biaya dan manfaat
pengungkapan informasi antar perusahaan yang satu dengan
yang lain berbeda-beda. Bagi perusahaan besar, biaya
pengungkapan informasi cenderung lebih rendah karena terdapat
unsur biaya tetap (Aprilia, 2008). Oleh karena itu, biaya dan
manfaat pengungkapan sukarela kemungkinan dipengaruhi oleh
karakteristik-karakteristik tertentu perusahaan sehingga akan
mengakibatkan perbedaan luas pengungkapan dalam laporan
tahunan antara perusahaan satu dengan yang lainnya.

Peraturan Terkait Penyajian Laporan Tahunan (skripsi, tesis, disertasi)

Pada tahun 2016 BAPEPAM kembali
mengeluarkan keputusan denganNo: KEP-347/BL/2016
tentang laporan tahunan di laporan keuangan. Pada
perubahan ini BAPEPAM lebih menekankan
padaperubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) dalam rangka program konvergensi PSAK ke
International Financial Reporting Standard (IFRS) serta
guna memberikan kepastian hukum bagi emiten dan
perusahaan publik dalam penyajian dan pengungkapan
laporan keuangan, dipandang perlu untuk menyempurnakan
keputusan ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang perubahan
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar modal Nomor:
KEP-06//PM/2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor
VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.
Laporan keuangan yang wajib diuji entitas go public sesuai
Bapepam laporan neraca, laba rugi, perubahan ekuitas
pemegang saham dan laporan arus kas.

Komponen Laporan Tahunan (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Needles, et al. (1995) dalam Oktoviana
(2009) di dalam laporan tahunan terdapat tujuh komponen
utama yang membentuk laporan tahunan, yaitu:
1. Sambutan kepada para pemegang saham.
Bagian awal yang berisi sambutan dari Direktur utama
perusahaan yang ditujukan kepada para pemegang
saham dan menjelaskan tentang kinerja perusahaan
selama periode tertentu dan prospek perusahaan
kedepannya.
2. Ikhtisar data keuangan.
Berisi penyajian data keuangan penting selama 10 tahun
terakhir, dilengkapi dengan grafik untuk mempermudah
pengguna laporan tahunan dalam melihat tren
pergerakan keuangan perusahaan, dan termasuk juga
data non keuangan seperti jumlah stook yang dimiliki
dari period ke periode.
3. Laporan keuangan.
Menurut PSAK No.1 (Revisi 2009) komponen laporan
keuangan lengkap meliputi :
a. Laporan posisi keuangan pada akhir periode
b. Laporan laba rugi komprehensif selama periode
c. Laporan perubahan ekuitas selama periode
d. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan
kebijakan akuntansi penting dan informasi
penjelasan lain
e. Laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan ketika entitas
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
restrospektif atau membuat penyajian kembali pospos laporan keuangan, atau ketika entitas
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.
Penyajian laporan keuangan ini dilakukan secara
komparatif untuk beberapa periode. Tujuannya untuk
membantu pengguna dalam membandingkan kinerja
perusahaan periode berjalan dengan periode-periode
sebelumnya.
4. Catatan atas laporan keuangan.
Merupakan bagian yang tidak terpisah dari
laporan keuangan, gunanya membantu pengguna
laporan keuangan dalam menginterpretasikan data yang
disajikan dalam laporan keuangan. Secara garis besar
catatan atas laporan keuangan dikelompokkan menjadi
tiga bagian, yaitu:
a. Ringkasan prinsip akuntansi yang digunakan oleh
perusahaan dalam pencatatan transaksinya.
b. Catatan penjelas atas item-item yang disajikan
dalam laporan keuangan.
c. Catatan yang berupa informasi pelengkap.
5. Laporan pertanggungjawaban manajemen.
Penyajian laporan keuangan harus disertai dengan
pernyataan tanggung jawab manajemen atas laporan
keuangan dan struktur pengendalian internal
perusahaan.
6. Hasil diskusi dan analisis manajemen.
Dalam bagian ini, manajemen akan melakukan analisis
dengan membandingkan kinerja periode berjalan dengan
beberapa periode sebelumnya dan melakukan analisis
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi
keuangan perusahaan.
7. Laporan hasil audit.
Auditor bertugas untuk melakukan audit terhadap
laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen.
Hasil dari proses audit yang dilakukan auditor adalah
opini audit atas penyajian laporan keuangan oleh
perusahaan.

Pengertian Struktur Modal/Ekuitas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Raharja (2009: 212) struktur modal perusahaan merupakan campuran atau proporsi antara utang jangka panjang dan ekuitas, dalam rangka mendanai investasinya (operatingassets). Sedangkan menurut (Subaramanyam danWild,2013: 363) Struktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan
yang sering dihitung berdasarkan besaran relatif sebagai sumber pendanaan.Struktur modal ditunjukkan oleh perimbangan pembelanjaan jangka panjang yang permanen, yaitu perimbangan antara utang jangka panjang dan saham preferen dengan modal sendiri diluar utang jangka pendek. Struktur modal (capital), modal sendiri termasuk modalsaham biasa, capital surplus, dan laba ditahan (Sartono, 2000: 221). Pendapat lain dijelaskan Margaretha(2011: 112) bahwa strukturmodal menggambarkanpembiayaan permanenperusahaan yangterdiri dari utang jangka panjang dan modal sendiri. Horne et.al.(1998: 474) menjelaskan struktur modalmerupakanbauran (proporsi) pendanaan permanen jangkapanjang perusahaan yang ditunjukkan oleh hutang, ekuitassaham preferen dan saham biasa.Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwastruktur modal merupakan campuran atau proporsi antara utangjangka panjang dan ekuitas, dalam rangka mendanaiinvestasinya pendanaan yang sering dihitung berdasarkanbesaran relatif sebagai sumber pendanaan dengan perbandinganantara utang jangka panjang dan modal sendiri.b.Ukuran Struktur Modal/EquitasStruktur modal menurut Wild, et.al.(2005: 219) merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan. Ukuran rasio struktur modal mengaitkan komponen struktur modal satu sama lain
ataudengan totalnya. Subaramanyam danWild(2013: 270) menjelaskan bahwa rasio struktur modal merupakan alat analisis solvabilitas lainnya.

Pengertian nilai perusahaan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga saham (Bringham danHouston, 2006 : 19).Nilai perusahaanjuga dapat menunjukkan nilai aset yang dimiliki perusahaan seperti surat-surat berharga. Saham merupakan salah satu aset berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan (Martono dan Agus, 2003:3). Nilai perusahaan go publicselain menunjukkan nilai seluruh aktiva, juga tercermin dari nilai pasar atau harga sahamnya, sehingga semakin tinggi harga saham mencerminkan tingginya nilai perusahaan (Afzal, 2012).Menurut Hermuningsing (2009) nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan terkait erat dengan harga sahamnya. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak
hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa mendatang. Harga saham yang digunakan umumnya mengacu pada harga penutupan (closing price), dan merupakan harga yang terjadi pada saat saham diperdagangkan di pasar (Fakhruddin danHadianto, 2001).

Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Kualitas tampak sebagai atribut yang penting dari suatu informasi akuntansi (Imhoff, 1992 dalam Oktoviana, 2009). Menurut Simanjuntak dan Widiastuti (2004) banyak penelitian yang menggunakan indeks of disclosure methodology untuk mengukur kualitas pengungkapan, kemudian hasil dari perhitungan indeks tersebut digunakan untuk menilai manfaat potensial dari sisi laporan keuangan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa, tingginya kualitas informasi akuntansi berkorelasi positif terhadap tingkat kelengkapan yang diungkapkan. Berapa banyak informasi yang harus di disclosure tidak hanya tergantung pada keahlian pembaca, namun juga tergantung pada standar yang dianggap cukup. Menurut Hendriksen (1997) dalam Putri (2011), terdapat tiga konsep yang umumnya diungkapkan, yaitu: 1. Adequate disclosure (pengungkapan cukup) yang mengandung arti disclosure minimal yang harus ada sehingga laporan yang disajikan dapat diinterpretasi dengan benar dan tidak menyesatkan pengguna.  2. Fair disclosure (pengungkapan wajar) menyatakan tujuan-tujuan etis untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua pemakai laporan keuangan dengan menyediakan informasi yang layak bagi pembaca potensial. 3. Full disclosure (pengungkapan penuh) diartikan sebagai penyediaan semua informasi yang dianggap cukup penting dalam mempengaruhi penilaian dan keputusan yang akan diambil pengguna laporan keuangan. Pengungkapan informasi yang berlebihan atau melimpah dipandang tidak baik dan dapat membahayakan, karena dapat mengaburkan tafsiran informasi dan dapat merugikan posisi kompetitif perusahaan sendiri. Pada umumnya terdapat dua jenis pengungkapan terkait dengan persyaratan yang ditetapkan standar, yaitu: 1. Pengungkapan yang didasarkan pada ketentuan atau standar (Required/Regulated/Mandatory Disclosure). Merupakan pengungkapan minimum yang diwajibkan dan diatur dalam suatu peraturan sehingga harus disajikan oleh perusahaan. 25 2. Pengungkapan yang bersifat sukarela (Voluntary Disclosure). Merupakan pengungkapan informasi yang dilakukan perusahaan secara sukarela, tanpa dipaksakan oleh peraturan. Informasi yang diungkapkan dalam voluntary disclosure berbeda dalam hal jumlah tambahan informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Menurut Na’im dan Rakhman (2000) manfaat dari pengungkapan sukarela yang diperoleh perusahaan antara lain meningkatkan kredibilitas perusahaan, membantu investor memahami strategi bisnis manajemen, menarik perhatian analis meningkatkan akurasi pasar, menurunkan ketidak simetrisan informasi pasar, dan menurunkan kejutan pasar.

Pihak-Pihak Pengguna Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Informasi-informasi yang disajikan dalam laporan keuangan digunakan oleh banyak pihak sesuai kepentingan masing-masing atas laporan keuangan tersebut. Standar Akuntansi Keuangan (IAI, 2007) memaparkan para pemakai laporan keuangan meliputi: 1. Investor Penanam modal merupakan kelompok penting pemakai informasi laporan keuangan karena mereka berkepentingan terhadap risiko yang melekat dan hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Para investor membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden. 2. Karyawan Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan serta kemampuan perusahaan memfasilitasi kepentingan karyawan (pemberian balas jasa, imbalan pascakerja, dan kesempatan kerja). 3. Pemberi Pinjaman (Lenders) Pihak ini tertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. 4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya Mereka tertarik dengan informasi keuangan untuk menentukan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.  5. Pelanggan Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama yang terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan / bergantung pada perusahaan. 6. Pemerintah Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. 7. Masyarakat Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (tren) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta serangkaian aktivitasnya. 8. Manajemen Perusahaan Manajemen juga berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan, meskipun memiliki akses terhadap informasi manajemen dan keuangan. Informasi ini membantu manajemen dalam 23 melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Tujuan Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Dalam SFAC No.1 (Ghozali dan Anis, 2007) laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi bagi investor, kreditor, dan pemakai lainnya dalam pengambilan keputusan investasi, kredit, dan yang serupa secara rasional, membantu dalam menilai jumlah, pengakuan dan ketidakpastian tentang penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan perusahaan, memberikan gambaran mengenai pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan menyediakan informasi tentang hasil usaha selama satu periode. Informasi-informasi tersebut mencakup posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Menurut Suwardjono (2005) tujuan dari pelaporan tersebut menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis, dan susunan statement keuangan. APB Statement No. 4 mengklasifikasikan tujuan pelaporan secara khusus, umum, dan kualitatif dengan menempatkannya dibawah serangkaian batasan (Belkoui, 2000). Tujuan-tujuan tersebut diikhtisarkan sebagai berikut: 18 1. Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan. 2. Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu usaha bisnis dengan tujuan untuk: 1) Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan. 2) Menunjukkan pendanaan dan investasi. 3) Mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi komitmen. 4) Menunjukkan basis sumber daya untuk pertumbuhan. b. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit dengan tujuan untuk: 1) Menunjukkan tingkat kembalian deviden harapan bagi investor. 2) Menunjukkan kemampuan operasi untuk membayar kreditor dan pemasok, menyediakan 19 pekerjaan bagi karyawan, membayar pajak, dan menghasilkan dana untuk ekspansi. 3) Menyediakan informasi bagi manajemen untuk perencanaan dan pengendalian. 4) Menunjukkan profitabilitas jangka panjang. c. Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earnings potensial perusahaan. d. Menyediakan informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumber daya ekonomi dan kewajiban. e. Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai. 3. Tujuan kualitatif laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Relevan, memilih informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan ekonomi. b. Dapat dipahami, selain harus jelas informasi yang dipilih, juga harus dapat dipahami pemakai. c. Dapat diuji kebenarannya, hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang independen, menggunakan metode pengukuran yang sama. 20 d. Netral, informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan kebutuhan khusus pemakai tertentu. e. Tepat waktu, berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk menghindari keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi. f. Dapat diperbandingkan, perbedaan-perbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan akuntansi yang berbeda. g. Kelengkapan, semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus dilaporkan.

Laporan Keuangan (skripsi, tesis, disertasi)

Kondisi finansial suatu perusahaan dapat dideskripsikan dengan melakukan analisis atau interpretasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial tersebut terdapat dalam laporan keuangan. Pengertian laporan keuangan menurut SAK No.1 paragraf 7 (Indriani et al., 2014), adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Laporan keuangan juga merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban yang akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan, misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga

Teori Stakeholder (skripsi, tesis, disertasi)

Teori lain yang mendukung penelitin ini adalah teori stakeholder. Organisasi atau perusahaan tentunya tidak dapat berdiri sendiri, pasti berhubungan dengan banyak pihak, yang disebut sebagai stakeholder. Menurut Chariri dalam Hidayat (2017) teori stakeholder menjelaskan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri, namun harus memberikan manfaat bagi stakeholdernya. Untuk itu tanggungjawab perusahaan yang semula hanya diukur sebatas indikator ekonomi, harus bergeser dengan memperhitungkan faktor-faktor sosial, baik internal maupun eksternal, karena kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan para stakeholder. Dalam penelitian (Bramono, dalam Nahda dan Harjito, 2011) disebutkan bahwa titik tekan dari teori  stakeholder terletak pada pengambilan keputusan perusahaan yang mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan dari seluruh pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan

Teori Pensinyalan (Signalling Theory) (skripsi, tesis, disertasi)

Teori pensinyalan membahas mengenai dorongan perusahaan untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal. Dorongan tersebut karena terjadinya asimetri informasi antara manajemen dengan pihak external. Untuk mengurangi informasi asimetri (asimetric information) maka manajemen perusahaan harus mengungkapakan informasi yang dimilikinya, baik informasi keuangan maupun non keuangan. Asymmetri information ini berakibat pada pemberian nilai yang kurang dari sebenarnya terhadap gagasan bisnis yang berprospek bagus dan pemberian nilai yang melebihi nilai sebenarnya terhadap gagasan yang berprospek buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan pelaporan yang kredibel untuk meminimalkan asymmetri information. Menurut Healy dan Palepu (2001), terdapat tiga langkah yang dapat diterapkan agar manajemen meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sehingga mampu meminimalkan terjadinya asymmetri information : 1. Mengoptimalkan kontrak antara pihak manajemen dengan investor perusahaan. Pengoptimalan kontrak tersebut akan memberikan rangsangan bagi pihak manajemen untuk 15 mengungkapkan informasi sebenarnya tentang kondisi dan kinerja perusahaan, sehingga meminimalisir terjadinya salah penilaian. 2. Membuat kebijakan yang mengatur tentang pengungkapan berbagai informasi yang harus dilakukan perusahaan. 3. Mengoptimalkan fungsi dari intermediaries (analis keuangan dan lembaga pemeringkat) sebagai pengawas atau pengontrol atas pengungkapan informasi yang dilakukan oleh manajemen perusahaan

Teori Keagenan (Agency Theory) (skripsi, tesis, disertasi)

Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan bahwa agen sebagai manajemen perusahaan sedangkan prinsipal adalah pemegang saham. Agen diasumsikan tertarik dengan kompensasi keuangan dan hal-hal yang berkaitan dengan agensi, misalnya waktu luang, kondisi kerja, dan jam kerja. Prinsipal diasumsikan hanya tertarik pada imbal balik investasi yang ditanamkan pada sebuah perusahaan. Kondisi tersebut mendorong adanya konflik kepentingan antara kedua belah pihak. Menurut Anthony dan Govindarajan (2011:309) prinsipal dapat merancang sistem pengendalian yang memantau tindakan agen dan menghalangi tindakan yang meningkatkan kekayaan agen dengan mengorbankan kepentingan prinsipal. Jadi, dapat 14 disimpulkan bahwa perlunya sistem pengawasan terhadap kinerja agen dalam pengelolaan perusahaan agar bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal

The Trade-off Theory (skripsi, tesis, dan disertasi)

Model trade-offmenjelaskan bahwa penggunaan hutang dalam struktur modal dapat meminimalkan pengeluaran pajak karena biaya bunga yang dikeluarkan (Hermuningsih, 2012). Jika manajemen dapat mengoptimalkan rasio hutang perusahaan,maka perusahaan dapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan menutupi seluruh beban biaya yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh (Uyar dan Guzelyurt, 2015). Menurut Dincergok dan Yalciner (2011)dalam teori trade-offdijelaskan bahwa perusahaan yang berisiko rendah akan memilih untuk menggunakan hutang yang tinggi, sedangkan perusahaan dengan risiko tinggi harus meminimalkan penggunaan hutang (low target debt ratio). Menurut Owolabi dan Inyang (2013)kebijakan struktur modal dapat dipengaruhi oleh pajak dan biaya kebangkrutan (bankruptcy cost).Biaya kebangkrutan atau kesulitan keuangan terjadi ketika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya sehingga dianggap sebagai reorganisasi dan kenaikan biaya agensi yang menyebabkan penurunan kepercayaan perusahaan. Chowdhury dan Chowdhury (2010)mengungkapkan bahwa perusahaan harus mampu mengoptimalkan penggunaan hutang agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan, jika jumlah hutang perusahaan terlalu besar atau melebihi batas yang ditentukan maka nilai perusahaan akan menurun. Meskipun struktur modal yang optimal tidak dapat ditentukan secara tepat, namun terdapat beberapa alternatif yang dapat dilakukan yaitu pertama, bagi perusahaan dengan total aset yang besar, sebaiknya mengoptimalkan sumber daya ekonomi yang tersedia dan

meminimalkan penggunaan hutang. Kedua, bagi perusahaan yang tingkat pajaknya tinggi dapat memanfaatkan hutang sebagai alternatif untuk menghemat pengeluaran pajak karena besarnya pajak diperoleh dari pengurangan laba operasi dengam bunga pajak (Dahardkk., 2019).

Teori Sinyal (Signalling Theory) (skripsi, tesis, dan disertasi)

Teori sinyal (signaling theory) pertama kali dikemukakan oleh Spence (1973)yang menjelaskan bahwa pihak pengirim (pemilik informasi) memberikan suatu isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima (investor). Menurut Brigham dan Houston (2011)teori sinyal menjelaskan tentang persepsi manajemen terhadap pertumbuhan perusahaan di masa depan, dimana akan mempengaruhi respon calon investor terhadap perusahaan. Sinyal tersebut berupa informasi yang menjelaskan tentang upaya manajemen dalam mewujudkan keinginan pemilik. Informasi tersebut dianggap sebagai indikator penting bagi investor dan pelaku bisnis dalam mengambil keputusan investasi.Informasi yang telah disampaikan oleh perusahaan dan diterima oleh investor, akan diinterpretasikan dan dianalisis terlebih dahulu apakah informasi tersebut dianggap sebagai sinyal positif (berita baik) atau sinyal negatif (berita buruk) (Jogiyanto, 2010). Jika informasi tersebut bernilaipositif berarti investor akan merespon secara positif dan mampu membedakanantara perusahaan yang berkualitas dengan yang tidak, sehingga harga saham akan semakin tinggi dan nilai perusahaan meningkat. Namun, jika investor memberikan sinyal negatif menandakan bahwa keinginan investor untuk berinvestasi semakin menurun dimana akan mempengaruhi penurunan nilai perusahaan

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Profitabilitas merupakan gambaran dari kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan. Menurut Sartono (2011) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan. Hal ini didukung hasil penelitian dari Dewi dan Wirajaya (2013) dalam penelitian yang berjudul pengaruh struktur modal, profitabilitas dan ukuran perusahaan pada nilai perusahaan pada perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

Pengertian Profitabilitas (skripsi, tesis, dan disertasi)

Profitabilitas (Profitability) atau tingkat keuntungan merupakan kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu dalam suatu periode. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang baik akan lebih sedikit meminjam uang walaupun mempunyai kesempatan untuk meminjam uang lebih banyak. Hal ini sejalan dengan packing order theorydimana perusahaan akan menggunakan penggunaan internal terlebih dahulu dibandingkan dengan pendanaan ekternal karena perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan menghasilkan tambahan laba ditahan bagi perusahaan (Wimelda dan Marlinah,2013).

Sturktur Aktivaa. (skripsi, tesis, dan disertasi)

Pengertian Struktur AktivaStruktur aktiva menggambarkan sebagian jumlah asset yang dapat dijadikan jaminan. Brigham dan Ehrhardt (2010), menyatakan bahwa secara umum perusahaan yang memiliki jaminan terhadap hutang akan lebih mudah mendaptakan hutang daripada perusahaan yang tidak memiliki jaminan. Teori ini juga konsisten dengan Lukas (1999), yang menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki aktiva dapat digunakan sebagai agunan hutang cenderung menggunakan hutang yang relative besar.b.Pengaruh Struktur Aktiva terhadap nilai perusahaanHal ini didukung oleh Trade Off Theory, dimana perusahaan perlu menyeimbangkan antara manfaat dan biaya dari penggunaan
hutang. Komposisi aktiva yang adapat dijadikan jaminan perusahaan mempengaruhi pembiayaannya dan seorang investor akan lebih mudah memberikan pinjaman bila disetai jaminan yang ada (Sitanggang 2013). Hal ini didukung oleh penelitian dari Mandalika (2016) dengan penelitian yang berjudul pengaruh struktur aktiva, struktur modal dan pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan pubik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada sektor otomotif.

Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Teory packing order, teori ini dikemukakan oleh Myers pada tahun 1984. Teori ini menjelaskan mengenai keputusan pendanaan yang menyatakan bahwa perusahaan cenderung menggunakan sumber
pendanaan internal daripada pendanaan ekternal untuk aktivitas pendanaan. Pengunaan hutangdilakukan oleh perusahaaan apabila perusahaan sudah tidak memiliki dana internal yang mencukupi (Husnan dan Pujiastuti,2012). Hal ini didukung oleh hasil penelitian Gayatri dan Mustanda (2013) dalam penelitian yang berjudul pengaruh struktur modal, kebijakan deviden dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian menunjukan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

Pengertian struktur modal (skripsi, tesis, dan disertasi)

Struktur modal merupakan perimbangan jumlah hutang jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Struktur keuangan merupakan perimbangan antara total hutang dengan modal sendiri. Dengan kata lain struktur modal merupakan bagian dari struktur keuangan (Sartono, 2011). Manajemen perusahaan akan berusaha membentuk struktur modal yang optimal agar pendanaan dalam perusahaan dapat memenuhi pembiayaan operasional perusahaan. Struktur modal optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: tingkat penjualan, struktur aset, tingkat pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, pajak, skala perusahaan, kondisi internal dan ekternal perusahaan (Sartono,2011)

Jenis-jenis nilai perusahaan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Menurut Tulius dan Tarigan (2007), ada lima jenis nilai perusahaan berdasarkan metode perhitungan yang digunakan, yaitu:1.Nilai nominalNilai nominal adalah nilai yangtercantum secara formal dalam angaran dasar perseroan, disebut secara eksplisit dalam neraca perusahaan, dan juga ditulis secara jelas dalam surat saham kolektif.2.Nilai pasar Nilai pear sering disebut kurs adalah harga yang terjadi dari proses tawar menawar dari pasar saham. Niali ini hanya bisa ditentukan jika saham perusahaan dijual dipasar saham.3.Nilai intrinsikNilai intrinsik merupakan konsep yang paling abstrak, karena mengacu pada perkiraan nilai rill suatu perusahaan. Nilai perusahaan dalam konsepnilai intrinsik ini bukan sekedar harga dari sekumpulan aset, melainkan niali perusahaan sebagai entitas bisnis yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan dikemudian hari.
4.Nilai Buku Nilai buku adalah nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar konsep akuntansi. Secara sederhana dihitung dengan membagi selisih antar total aset dan total hutang dengan jumlah saham yang beredar.5.Nilai Likuditas Nilai likuditas adalah nilai jual seluruh aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi. Niali likuidasi dapat dihitung dengan cara yang sama dengan menghitung nilai buku, yaitu berdasarkan neraca perfoma yang disipakan ketika suatu perusahaan akan dilikuidas