Tujuan dan manfaat merek

Menurut Tjiptono (2014:104) merek sendiri pada dasarnya digunakan
untuk beberapa tujuan,yaitu;
1) Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam deferensiasi atau membedakan
produk suatu perusahaan dengan produk pesaingnya.
2) Alat promosi, sebagai daya saing produk.
3) Untuk membina citra, yaitu dengan memberikan keyakinan, jaminan
kualitas, serta prestise terntentu kepada konsumen
4) Untuk mengendalikan pasar.
Merek bermanfaat bagi produsen dan konsumen, bagi produsen
menurut Tjiptono (2014:43) merek berperan penting sebagai:
1) Sarana idetifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan
produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasian dan
pencatatan akuntansi.
2) Bentuk proteksi hokum terhadap fitur atau aspek produk yang unik.
3) Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga mereka
bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi di lain waktu.
4) Sarana menciptakan asosiasi dan makna yang unik yang membedakan
produk dari para pesaing.
5) Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hokum,
loyalitas pelanggan, dan citra merek yang terbentuk dalam benak
konsumen.
6) Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan di masa
datang
Menurut Tjiptono (2014:44) mengemukakan 7 manfaat pokok merek bagi
konsumen yaitu;
1) Identifikasi sumber produk
2) Penataan tanggung jawab pada pemanufaktur atau distributor tertentu
3) Pengurang resiko
4) Penekan biaya pencarian (search cost) internal dan eksternal
5) Janji atau ikatan khusus dengan produsen
6) Alat simbolis yang memproyeksikan citra diri
7) Signal kualitas
Menurut Tjiptono (2014:44) fungsi potensial sebuah merek meliputi
identifikasi, praktikalitas, garansi, optimisasi, karakterisasi, kontinuitas,
hedonistic, dan fungsi etis. Sementara itu Ambler (2000) dalam Tjiptono
(2014:44) mengelompoka manfaat-manfaat merek kedalam tiga kategori;
raritas (manfaat ekonomi atau value for money), virtositas (manfaat
fungsional atau kualitas) dan complacibilitas (manfaat psikologis atau
kepuasan pribadi).