Pengertian Brand Equity

Menurut Kotler dan Keller (2009: 263), ekuitas merek adalah nilai tambah
yang diberikan pada produk dan jasa yang dapat tercermin dalam cara konsumen
berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, harga, pangsa
pasar dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan. Menurut Aaker
(1997:23) mengungkapkan bahwa ekuitas merek menciptakan nilai yang baik pada
perusahaan maupun pada konsumen. Hal tersebut didukung oleh beberapa penelitian,
diantaranya yang dilakukan oleh Lane (1995:70), menyebutkan bahwa ekuitas merek
mempengaruji respon pada stock market. Lalu menurut Rangaswamy dalam Yoo
(2000:20), ekuitas merek juga dapat memengaruh kelangsungan hidup sebuah merek.
Ekuitas merek dapat diartikan dengan kekuatan dari sebuah merek. Menurut Morgan
(2007: 76), dari sisi perusahaan, melalui merek yang kuat perusahaan dapat
mengelola aset-aset mereka dengan baik, meningkatkan arus kas, memperluas pasar,
menetapkan harga premium, mengurangi biaya promosi, meningkatkan penjualan,
menjaga stabilitas, dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Sedangkan, menurut
Shoker (1994: 151), apabila dikaitkan dengan perspektif konsumen, ekuitas merek
merupakan suatu bentuk respon atau tanggapan dari konsumen terhadap sebuah
merek. Lebih lanjut lagi, Lassar (1995) mendefinisikan ekuitas merek sebagai bentuk
peningkatan perceived utility dan nilai sebuah merek dikaitkan dengan suatu produk.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa brand equity atau ekuitas merek merupakan
keunggulan dari suatu merek karenea mampu mengubah penialian atas suatu produk
pada perusahaan yang telah diciptakan sehingga dapat lebih baik daripada merek
pesaing.