Pengertian Brand Authenticity

Keauntetikan merek menjadi pertimbangan yang begitu penting bagi
konsumen sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu merek. Keauntetikan
merek memiliki kata authenticity yang berasal dari bahasa latin, “authenticus”, yang
memiliki arti dapat dipercaya (Assiouras et al., 2015). Authenticity dapat
didefinisikan sebagai proses penciptaan dan bahan fisik yang digunakan dalam proses
pembuatan atau oleh nilai konstruktif yang subjektif dan berasal dari persepsi
pengguna terhadap keaslian (Chhabra, 2005). Chabbra dan Kim (2018) dalam
Fernandez & Lewis (2019) menjelaskan bahwa keautetikan selalu digunakan untuk
menunjukan produk atau objek lain dengan suatu hal yang asli dan bukan imitasi. Hal
tersebut menjelaskan bahwa suatu produk yang memiliki indikator keautentikan
didalamnya bukan merupakan hasil penciptaan orang lain melainkan asli sebuah
penciptaan sendiri. Hal lain mengatakan, individu yang memiliki keautentikan lebih
tinggi didorong oleh perilaku mereka dari dalam bukan dari luar, maka mereka tidak
mungkin mengubah perilaku mereka karena tekanan atau pengaruh eksternal (Fian et
al., 2019). Artinya, sebuah produk yang mempunyai nilai autentik sulit untuk
mengubah suatu nilai pada produknya meskipun adanya tekanan dari luar.
Keautentikan merek telah menjadi karakteristik yang semakin diinginkan dalam suatu
merek (Beverland & Farrely, 2010 dalam Prado et al., 2019). Hal lain mengatakan
selain Brand authenticity pada produk seringkali dikaitkan dengan keaslian juga
dapat memperlihatkan identitas sebuah merek (Schallehn, Burmann, & Riley, 2014).
Hal tersebut membuat sebuah pemahaman bahwa brand authenticity memiliki peran
penting dalam membangun hubungan dengan konsumen (Prado et al., 2019). Belum
ada definisi authenticity yang dapat diterima secara luas dalam hal literatur
pemasaran. Namun, beberapa penulis mencoba untuk membuat konsep makna
authenticity atau keaslian menggunakan asosiasi dan denotasi yang berbeda, dengan
keaslian, abadi, dan tradisi (Assiouras et al., 2015). Maka dapat diartikan bahwa
brand authenticity adalah evaluasi subjektif keyakinan yang berasal dari merek oleh
konsumen (Napoli et al., 2014).