Loyalitas merek

Brand loyalty (loyalitas merek), konsumen akan membandingkan nilai yang
ditawarkan suatu merek produk tertentu, dan apabila telah merasakan kepuasan
atas nilai yang diberikan, konsumen akan memilih untuk loyal terhadap merek
tersebut (Putri dan Suasana, 2018). Griffin dalam Sangadji dan Sopiah (2013:104)
menjelaskan bahwa loyalitas lebih mengacu pada wujud perilaku dari unit-unit
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus-menerus
terhadap barang atau jasa dari suatu perusahaan yang dipilih. Ukuran ini mampu
memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya konsumen beralih ke merek
produk yang lain. Seseorang bisa dikatakan loyal adalah ketika orang tersebut
mempunyai komitmen pada merek tertentu dan melakukan pembelian ulang
karena adanya perasaan positif akan merek tersebut dan merasa terpenuhi
kebutuhannya (Pradipta dkk 2016). Menurut Fadhilah (2015) mendefinisikan
bahwa loyalitas merek merupakan ukuran kesetiaan, kedekatan atau keterkaitan
konsumen pada sebuah merek.
Loyalitas merek sudah lama menjadi gagasan inti dalam pemasaran dan
merupakan ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek. Loyalitas
merek merupakan satu indicator dari ekuitas merek yang nyata-nyata terkait
dengan laba masa depan, karena secara langsung dihubungkan dengan tingkat
penjualan di masa depan (Runtuwene 2015). loyalitas merek sebagai komitmen
yang dipegang teguh untuk membeli kembali atau berlangganan suatu produk atau
jasa yang disukai secara konsisten di masa depan, meskipun pengaruh situasional
dan upaya pemasaran yang dapat menyebabkan perubahan perilaku (Adiputri dan
Elvira, 2015). Dalam kaitannya dengan loyalitas merek suatu produk, didapati
adanya beberapa tingkatan loyalitas merek. Masing-masing tingkatannya
menunjukan tantangan pemasaran yang harus dihadapi sekaligus aset yang dapat
dimanfaatkan. Loyalitas pelanggan terhadap merek merupakan salah satu aset
merek yang menunjukkan mahalnya nilai sebuah loyalitas, karena untuk
membangunnya banyak tantangan yang harus dihadapi dan membutuhkan waktu
yang relatif lama (Novita Elizabeth, 2015).
Adapun tingkatan loyalitas merek tersebut menurut Aaker dalam Elizabeth
(2015), adalah sebagai berikut:
a. Switcher (Berpindah-Pindah)
Adalah tingkatan loyalitas paling dasar. Semakin sering pembelian
konsumen berpindah dari suatu merek ke merek yang lain mengindikasikan
bahwa mereka tidak loyal, semua merek dianggap memadai. Dalam hal ini
merek memegang peranan kecil dalam keputusan pembelian.
b. Habitual Buyer (Pembeli Yang Bersifat Kebiasaan)
Adalah pembeli yang tidak mengalami ketidakpuasan dalam mengkonsumsi
suatu merek produk. Tidak ada alasan yang kuat baginya untuk membeli
merek produk lain atau berpindah merek, terutama jika peralihan itu
membutuhkan usaha, biaya, atau pengorbanan lain. Jadi pembeli ini dalam
membeli suatu merek karena alasan kebiasaan.
c. Satisfied Buyer (Pembeli Yang Puas Dengan Biaya Peralihan)
Adalah kategori pembeli yang puas dengan merek yang dikonsumsi. Namun
pembeli ini dapat saja berpindah merek dengan menanggung biaya peralihan
(switching cost), seperti waktu, biaya atau resiko уаng timbul akibat
tindakan peralihan merek tersebut untuk menarik minat pembeli kategori
ini, pesaing perlu mengatasi biaya peralihan yang harus ditanggung pembeli
dengan menawarkan berbagai manfaat sebagai kompensasi.
d. Likes The Brand (Menyukai Merek)
Adalah kategori pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut.
Rasa asosiasi yang berkaitan dengan simbol, rangkaian pengalaman
menggunakan merek itu sebelumnya, atau persepsi kualitas yang tinggi dan
mereka menganggap merek sebagai sahabat.
e. Committed Buyer (Pembeli Yang Berkomiten)
Adalah kategori pembeli yang setia. Pembeli ini mempunyai kebanggaan
dalam menggunakan suatu merek. Merek tersebut menjadi sangat penting
baik dari segi fungsi maupun sebagai ekspresi siара sebenarnya
penggunanya. Ciri yang tampak pada kategori ini adalah tindakan pembeli
untuk merekomendasikan dan mempromosikan merek yang digunakannya
kepada orang lain.
Konsumen akan membandingkan nilai yang akan ditawarkan pada suatu
merek tertentu, dan apabila telah merasakan kepuasan atas nilai kualitas yang
diberikan, konsumen akan memilih untuk loyal terhadap merek tersebut.
Keuntungan memiliki sejumlah besar pelanggan yang setia kepada merek adalah
memberikan citra bahwa produk atau jasa dengan merek tersebut diterima
masyarakat luas, berhasil beredar di pasaran, dan sanggup untuk memberikan
dukungan layanan dan peningkatan mutu produk atau jasa