Brand Engagement berpengaruh terhadap Brand Equity

Menurut Hollebeek (2011), keterlibatan merek atau brand engagement
adalah tingkatan individu atau seorang konsumen yang berhubungan dengan merek
dan pemikiran yang bergantung pada konteks yang dikarakteristikan oleh tahapan
spesifik yaitu kognitif, emosional, dan perilaku yang berinteraksi langsung dengan
merek. Keterlibatan merek dianggap sebagai salah satu penentu paling penting dari
ekuitas merek (Hoeffler & Keller, 2002). Karena ketika pelanggan yang memiliki
keterlibatan lebih tinggi dengan merek cenderung dapat lebih puas dengan merek
(Weiger et al., 2017). Selain itu, keterlibatan merek merupakan sumber signifikan
dari pemasaran yang dapat meningkatkan persepsi ekuitas merek dan memperkuat
hubungan antara merek dengan konsumen (Khamwon & Kularbkaew, 2021). Lalu,
ketika pelanggan secara kognitif terlibat dengan merek, mereka akan memperhatikan
informasi yang terhubung terkait dengan merek dan mendapatkan pengetahuan positif
tentang hal itu (Matthews, Son, & Watchravesringkan, 2014). Kemudian, ketika
pelanggan telah puas lalu memiliki emosional yang kuat dengan merek serta
mencapai kepuasan emosional yang lebih tinggi, mereka cenderung akan membuat
komitmen terhadap merek dan yang paling penting menunujukan peningkatan
loyalitas pelanggan terhadap merek (Hwang et al., 2012). Dimana loyalitas merek
merupakan salah satu dimensi dari ekuitas merek (Shocker & Weitz, 2007).