Peran Model Iklan (skripsi dan tesis)

Model iklan yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan mempunyai peran terendiri, berikut adalah peran model iklan menurut Schiffman dan Kanuk, 2001:225 dalam Harminingtyas dan Susetyarsi (2015:99). 1. Testimonial, kesaksian secara personal oleh seorang model iklan tentang kualitas produk atau merek dari produk yang diiklankan. 2. Endorsement, dimana seorang model iklan harus membintangi iklan suatu produk meskipun pada dasarnya secara pribadi tidak ahli dalam bidang tersebut. 3. Aktor, biasa disebut dengsn model iklan diminta untuk memproduksikan produk atau merek tertentu sehubungan dengan peran yang dibintangi dalam suatu tayangan tertentu. 4. Spokeperson, model iklan yang mempromosikan produk dalam kurun waktu tertentu masuk dalam kelompok peran spokeperson. Penampilan mereka akan diasosiasikan dengan merek atau produk yang mereka wakili. Penggunaan model iklan diyakini memiliki daya tarik tersendiri. Selain dari pada mempunyai keuntungan publisitas dan kekuatan tersendiri untuk memperoleh perhatian dari konsumen, model iklan juga mempunyai kekuatan sebagai alat untuk membujuk, merayu dan mempengaruhi konsumen sasaran dengan ketenaran yang dimilikinya. Ketenaran seoang model iklan juga dapat digunakan untuk menarik minat beli konsumen, selanjutnya diharapkan konsumen akan melakukan pembelian terhadap produk yang telah diiklankan. Model iklan juga memiliki peranan penting dalam membentuk personaliti merek (brand personality) pada sebuah produk. Bagi perusahaan, personaliti merek ini sangat penting untuk membedakan dengan merek lain. Model iklan harus disesuaikan dengan image suatu produk yang sedang diiklankan, agar terjadi kesadaran konsumen akan keberadaan dari merek tersebut. Selain itu diharapkan pula dengan dibentuknya personaliti merek dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja merek produk tersebut dipasarkan.