Pengaruh Brand Image Terhadap Loyalitas Nasabah (skripsi dan tesis)

Menurut (Kotler dan Keller, 2012:3), citra merek adalah anggapan tentang
merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumen.
Citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan
prefensi terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan melakukan pembelian.
Citra merek seperangkat keyakinan ide dan kesan yang terbentuk oleh seseorang
terhadap suatu objek. Sedangkan menurut Lupiyoadi (2013:143) loyalitas nasabah
mempunyai arti kondisi dimana nasabah mempunyai sikap positif terhadap sebuah
merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut dan bermaksud meneruskan
pembeliannya di masa mendatang dengan ciri-ciri memberikan informasi positif
terhadap orang lain, tidak pindah merek lain, frekuensi pembelian, dan
kemudahan mendapatkan produk.
Hubungan antara Citra Merek dengan Loyalitas Nasabah cenderung
memilih berdasarkan citra merek, terutama ketika konsumen itu tidak memiliki
pengalaman dengan produk dalam kategori tertentu yang tidak pernah mereka
beli, mereka akan cenderung untuk “percaya” pada produk dengan nama merek
yang terkenal atau favorit nasabah sering berpikir bahwa merek yang terkenal
merupakan produk yang lebih baik dan lebih bernilai untuk dibeli karena tersirat
jaminan akan kualitas, dapat diandalkan, dan pelayanan yang lebih baik bahwa
konsumen yang mempunyai hubungan erat dengan merek tertentu – koneksi
antara citra diri dengan citra merek yang positif – memandang merek tersebut
sebagai perwakilan akan aspek-aspek diri mereka (Abdullah, 2012)
Hal ini sesuai pendapat peneliti sebelumnya oleh Malik, Muhammad,
Ghafoor dan Hafiz (2012), Fanany dan Oetomo (2015), dan Supriyadi Marlien
(2013), menyatakan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap.
Hubungan koneksi seperti ini merupakan langkah penting untuk pembentukan
loyalitas merek dan pembentukan jalinan relasi yang positif dengan Nasabah.
Nasabah terus melanjutkan evaluasi akan produk dari sebuah merek dan bank
setelah pembelian, jika performansi produk tersebut buruk ataupun pelayanan
yang diberikan oleh bank dari merek yang bersangkutan mengecewakan, maka
nasabah akan mengalami penurunan loyalitasnya. Sebagai hasilnya bank akan
kehilangan kesempatan untuk menciptakan loyalitas merek dan kehilangan
nasabah serta pembelian berikut dari nasabah tersebut. Loyalitas Nasabah
dipengaruhi oleh pengalaman penggunaan produk yang memuaskan, citra merek
yang positif, atribut merek seperti kualitas, performansi, mempunyai kelebihan
yang tidak dimiliki merek lain, harga yang sesuai, ketersediaan dan kemudahan
mendapatkan produk merek tersebut. Nasabah yang memiliki loyalitas terhadap
suatu merek akan terus melakukan pembelian ulang terhadap merek tersebut, tidak
mudah untuk tergiur dengan promosi dari pihak pesaing dan adanya kemauan
untuk merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain