Negara Asal (Country of Origin) (skripsi dan tesis)

Country of origin merupakan isyarat dalam atribut produk yang mempengaruhi evaluasi konsumen dalam mengidentifikasi asal negara suatu produk (Putri dan Fajrianthi, 2012). Lokasi atau negara tempat suatu produk dihasilkan akan mempengaruhi persepsi orang mengenai kualitas produk tersebut, semakin banyak informasi yang dimiliki oleh konsumen, maka efek country of origin akan semakin berkurang (Putri dan Fajrianthi, 2012). Menurut Roth dan Romeo dalam penelitian Permana (2013), country of origin adalah seluruh bentuk persepsi konsumen atas produk dari sebuah negara tertentu berdasarkan persepsi konsumen sebelumnya akan kelebihan dan kekurangan produksi dan pemasaran negara tersebut. Menurut Parameswaran dan Pisharodi dalam penelitian Magyar Slamet Permana (2013), country of origin didefinisikan sebagai sebuah konsep dimana negara yang mengikat sesuatu yang menyerupai persepsi “made in” untuk suatu produk dari negara-negara yang khusus dan hal ini mempengaruhi pembelian dan perilaku konsumsi dalam pasar multi nasional. Menurut Cordel, negara yang menjadi tempat asal suatu produk disebut dengan istilah country of origin yang secara umum dianggap sebagai bagian dari karakter suatu produk. Negara yang menjadi tempat asal suatu produk akan menimbulkan persepsi akan kualitas baik buruknya tentang suatu produk (Permana dan Haryanto, 2014). Menurut Roth dan Romeo, country of origin adalah seluruh bentuk persepsi konsumen atas suatu produk dari suatu negara tertentu berdasarkan persepsi konsumen sebelumnya akan kelebihan dan kekurangan produksi dan pemasaran negara tersebut (Permana dan Haryanto, 2014). Menurut O’Shaughnessy, reputasi suatu negara terhadap kategori produk cenderung lebih berpengaruh daripada daya tarik secara keseluruhan. Oleh karena itu, konsumen bisa berpaling kepada citra suatu negara untuk menyimpulkan kualitas produk yang tidak diketahuinya (Permana dan Haryanto, 2014). Menurut Agrawal dan Kamakura menyebutkan bahwa evaluasi konsumen terhadap suatu produk sering kali tidak hanya didasarkan pada isyarat intrinsik produ (misalnya kualitas dan komposisi kandungan) namunn juga isyarat ekstrinsiknya (misalnya COO, merek, dan kemasan), 9 diatara isyarat ekstrinsik produk tersebut, persepsi terhadap negara asal produk seringkali dijadikan pertimbangan konsumen dalam keputusan pembeliannya (Listiana, 2012). Menurut Hsieh, pada dasarnya, citra negara dalam perspektif pemasaran dapat didefinisikan pada tiga tingkatan, yaitu (Listiana, 2012): a. Overall country image (citra negara keseluruhan), yaitu keseluruhan kepercayaan, ide dan kesan dari suatu negara tertentu sebagai hasil evaluasi konsumen atas persepsinya tentang kelebihan dan kelemahan negara tersebut. b. Agregate product country image (citra negara asal produk keseluruhan), yaitu keseluruhan perasaan kognitif yang diasosiasikan dengan produk dari negara tertentu atau kesan terhadap keseluruhan kualitas produk yang berasal dari suatu negara tertentu. Misalnya pandangan umum konsumen terhadap produk buatan Jepang berteknologi tinggi, produk buatan Vina harganya murah, dan produk buatan Jerman memiliki daya tahan tinggi. c. Specific product country image (citra negara asal dilihat pada kategori produk tertentu), yaitu keseluruhan perasaan kognitif yang diasosiasikan denganspesifikasi produk dari negara tertentu. Misalnya pandangan umum konsumen yang mengapresiasi kosmetik buatan Prancis, susu olahan dari Belandan, barang elektronik Jepang. Menurut Kotler,dkk (1993) persepsi ngara asal didefinisikan sebagai penilaian konsumen secara umum terhadap negara asal berdasarkan informasi yang diterimadari berbagai sumber, yang terbentuk dari 3 dimensi meliputi keyakinan terhadap negara, keyakinan terhadap orang-orang di negara tersebut, dan keingina berinteraksi dengan negar tersebut.