Dimensi Loyalitas Merek (skripsi dan tesis)

Pengelolaan dan pemanfaatan yang benar dari suatu strategi pemasaran akan membuat loyalitas merek menjadi aset strategis bagi perisahaan. Strategi pemasaran yang membuat loyalitas merek tumbuh dan berkembang memiliki beberapa dimensi yang harus diukur. Oliver dalam Noor (2014) menjelaskan bahwa loyalitas merek dapat diukur melalui 4 dimensi yaitu: 1) Cognitive Loyalty Fokus pada kualitas produk yang dapat mempengaruhi preferensi konsumen. Konsumen memliki preferensi sendiri tentang apa yang ada dibenak konsumen mengenai kualitas produk. Konsumen memperoleh preferensi melalui pengetahuan tentang produk itu sendiri baik dari orang lain, iklan, maupun tampilan produk itu sendiri. Indikatornya antara lain, kinerja produk, ketahanan produk, dan kesesuaian produk. 2) Affective Loyalty Menunjukkan kepuasan dan kesenangan konsumen terhadap produk. Konsumen yang puas akan memberikan nilai tambah terhadap merek yang dikonsumsi. Hal ini akan menimbulkan rasa senang dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek yang dikonsumsi. Adapun indikatornya, kualitas produk, emosional konsumen, kepuasan harga, dan kepuasan biaya yang dikeluarkan konsumen atas produk tersebut. 3) Conative Loyalty Menunjukkan keinginan pembelian ulang sebagai respon positif konsumen terhadap produk. Pembelian ulang merupakan salah satu bentuk ketika konsumen sudah loyal terhadap sebuah merek. Respon positif yang diberikan konsumen adalah tanda bahwa konsumen puas terhadap merek tersebut dan bersedia untuk membeli kembali di masa mendatang sehingga akan meningkatkan loyalitas pada merek tersebut. Indikatornya yaitu keinginan pembelian ulang dan merekomendasikan produk. 4) Behavioral Loyalty Pembelian ulang produk tidak serta merta menggambarkan bahwa konsumen sudah loyal terhadap sebuah merek. Seberapa sering konsumen melakukan pembelian ulang merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui tingkat loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Hal ini disebut frekuensi pembelian ulang. Indikatornya sebagai berikut, frekuensi pembelian produk dan kesetiaan terhadap produk. Tingkat loyalitas merek dapat diukur melalui beberapa tahapan. Tahapan awal dimana pelanggan fokus pada preferensi yang dimiliki mulai dari persepsi pelanggan, kepuasan dan kesenangan pelanggan hingga kualitas produk yang ditawarkan oleh merek tersebut. Ketika pelanggan sudah melewati tahapan tersebut maka pelanggan akan dengan sendirinya memiliki niatan untuk melakukan pembelian ulang terhadap produk tersebut sehingga pelanggan akan loyal terhadap merek tersebut.