Dimensi Citra Merek (skripsi dan tesis)

Citra pada suatu merek merefleksikan citra dari perspektif konsumen dan melihat janji yang dibuat merek tersebut pada konsumennya. Citra merek terdiri atas asosiasi konsumen pada kelebihan produk dan karakteristik personal yang dilihat konsumen pada produk tersebut. Menurut Simamora (2004), menyebutkan dimensi citra merek adalah sebagai berikut: 1) Corporate Image. Persepsi konsumen terhadap perusahaan yang membuat sebuah produk atau jasa. Tidak hanya merek, perusahaan pun memiliki citra terhadap konsumen. Konsumen akan memiliki persepsi yang bagus apabila perusahaan memiliki citra yang baik. Sebaliknya, konsumen akan memiliki persepsi buruk apabila perusahaan memiliki citra yang buruk. Adapun indikatornya antara lain, nama besar perusahaan, layanan perusahaan, dan jaringan perusahaan. 2) User Image. Persepsi konsumen yang menggunakan barang atau jasa. Konsumen memiliki anggapan-anggapan tersendiri ketika menggunakan sebuah produk. Anggapan atau persepsi tersebut dapat berwujud dalam berbagai macam hal. Indikatornya antara lain, percaya diri, gaya hidup, dan status sosial. 3) Product Image. Persepsi konsumen terhadap suatu produk. Setelah konsumen memiliki persepsi pada perusahaan maka selanjutnya konsumen akan memiliki persepsi terhadap produk yang diproduksi oleh perusahaan. Persepsi konsumen akan timbul ketika melihat tampilan produk. Adapun indikatornya, atribut produk, manfaat bagi konsumen, dan jaminan. Penilaian citra suatu merek yang dilakukan pelanggan berdasar dari perspektif pelanggan terhadap perusahaan yang memproduksi suatu merek. Apabila pelanggan memiliki citra yang baik terhadap perusahaan maka akan berbanding lurus dengan perspektif pelanggan terhadap citra merek produk tersebut. Pengukuran citra merek juga dapat diukur dari anggapan pelanggan terhadap sebuah merek ketika menggunakan atau mengkonsumsinya