Definisi Brand Image (skripsi dan tesis)

Menurut Keller (2013) citra merek (brand image) merupakan cara untuk menciptakan kesadaran akan merek dengan meningkatkan keakraban merek melalui pemaparan secara berulang. Citra merek (brand image) membentuk asosiasi yang kuat dengan kategori produk yang sesuai atau isyarat pembelian atau konsumsi lain yang relevan dalam membangun ekuitas merek. Pemasar dapat menekankan penciptaan citra merek ketika tingkat kesadaran merek memadai. Menurut Kotler (2009) citra merek (brand image) adalah penglihatan dan kepercayaan yang terpendam di benak konsumen, sebagai cerminan asosiasi yang tertahan diingatan konsumen. Menurut Tjiptono (2015) citra merek (brand image) adalah asosiasi atau kepercayaan yang ada dalam benak konsumen untuk menjadi pembeda dari merek yang lainnya seperti lambing, desain huruf, atau warna khusus. Citra merek juga sebagai penglihatan dan kepercayaan yang terpendam dibenak konsumen. Citra merek data diukur melalui tiga kategori: a. Favorability of brand association menciptakan sikap yang positif jika atribut dan manfaat merek tersebut dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. b. Strength of brand association terbentuk dari informasi yang masuk kedalam ingatan konsumen dan bagaimana infornasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image. c. Uniqueness of brand association merek yang unik dan menarik mampu menimbulkan asosiasi yang kuat didalam pikiran pelanggan. Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa citra merek (brand loyalty) merupakan hal penting bagi perusahaan. Konsumen cenderung menjadikan citra merek (brand image) sebagai acuan sebelum melakukan suatu pembelian produk atau jasa. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menciptakan citra merek yang menarik yang menggambarkan manfaat produk sehingga konsumen memiliki citra yang positif terhadap merek.