Pengertian Body image (skripsi dan tesis)

Pengertian Body image adalah bagaimana cara individu mempersepsikan tubuhnya, baik secara sadar maupun tidak sadar yang meliputi ukuran, fungsi, penampilan, dan potensi tubuh berikut bagian-bagiannya. Dengan kata lain, body image adalah kumpulan sikap individu, baik yang disadari ataupun tidak yang ditujukan terhadap dirinya. Beberapa hal terkait body image antara lain: 1) Fokus individu terhadap bentuk fisiknya. 2) Cara individu memandang dirinya berdampak penting terhadap aspek psikologis individu tersebut. 3) Body image seseorang sebagian dipengaruhi oleh sikap dan respon orang lain terhadap dirinya, dan sebagian lagi oleh eksplorasi individu terhadap dirinya. 4) Gambaran yang realistis tentang menerima dan menyukai bagian tubuh akan memberi rasa aman serta mencegah kecemasan dan meningkatkan harga diri. 5) Individu yang stabil, realistis dan konsisten terhadap body imagenya dapat mencapai kesuksesan dalam hidup (Mubarak, Wahit & Chayatin, 2009). Body image adalah bagian dari konsep diri yang mencakup sikap dan pengalaman yang berkaitan dengan tubuh, termasuk pandangan mengenai maskulinitas dan feminitas, kegagahan fisik, daya tahan dan kapabilitas. Konsep diri adalah citra subjektif dari diri dan pencampuran yang kompleks dari perasaan, sikap dan persepsi bawah sadar maupun sadar. Konsep diri merupakan representasi fisik seorang individu pusat inti dari diri dimana semua persepsi dan pengalaman terorganisasi. Konsep diri adalah kombinasi dinamis yang terbentuk selama bertahun-tahun dan didasarkan pada hal berikut ini: (1) Reaksi orang lain terhadap tubuh seseorang. (2) Persepsi berkelanjutan tentang reaksi orang lain terhadap diri. (3) Hubungan diri dan orang lain. (4) Struktur kepribadian. (5) Persepsi terhadap stimulus yang mempunyai dampak pada diri. (6) Pengalaman baru atau sebelumnya. (7) Perasaan saat ini tentang fisik, emosional, dan sosial diri. (8) Harapan tentang diri Body image juga terbentuk selama bertahun-tahun sejalan dengan manusia belajar mengenai tubuh dan struktur serta fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image dapat berubah dalam beberapa jam, hari, minggu, atau bulan bergantung pada stimuli eksternal pada tubuh dan perubahan aktual dalam penampilan, struktur atau fungsi. Hal yang paling berpengaruh dalam konsep Body image adalah cara orang lain melihat dan bereaksi pada tubuh seseorang. Body image membentuk persepsi seseorang tentang tubuh, baik secara internal maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditujukan pada tubuh. Body image dipengaruhi pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik dan oelah persepsi dari pandangan orang lain. Body image dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Perubahan perkembangan yang normal seperti pertumbuhan dan penuaan mempunyai efek penampakan yang lebih besar pada tubuh dibandingkan dengan aspek lainnya dari konsep diri. Sikap dan nilai kultural serta sosial juga mempengaruhi Body image. Dalam kultur barat, wanita yang cantik, muda adalah hal-hal yang ditekankan dalam masyarakat, semua ini didapat dari apa yang biasa ditayangkan di program televisi. Sedangkan dalam kultur timur, penuaan dipandang secara sangat positif, karena orang dengan usia tua dihormati. Body image bergantung hanya sebagian pada realitas tubuh. Seseorang umumnya tidak mengadaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam fisik tubuh. Perubahan fisik mungkin tidak dimasukan ke dalam Body image ideal seseorang. Misalnya saja orang yang mengalami penurunan berat badan masih tidak menganggap diri mereka kurus. Perubahan dalam penampilan, struktur atau fungsi bagian tubuh akan membutuhkan perubahan dalam Body image. Meskipun terjadi perubahan pada bagian yang tak terlihat oleh orang lain, perubahan tubuh mempunyai efek yang signifikan pada individu. Selain itu, penurunan atau penambahan berat badan juga mengubah Body image seseorang. Persepsi seseorang mengenai perubahan pada tubuhnya dapat dipengaruhi oleh bagaimana perubahan tersebut terjadi selain itu respons orang lain mengenai perubahan yang dialami juga mempengaruhi persepsi seseorang mengenai perubahan yang dialami tubuhnya. Makna dari kehilangan fungsi atau perubahan dalam penampilan dipengaruhi oleh persepsi individu tentang perubahan yang dialaminya. Body image terdiri dari elemen yang ideal dan nyata. Makin besar makna penting dari tubuh atau bagian tubuh yang spesifik, maka makin besar ancaman yang dirasakan akibat perubahan dalam Body image. Untuk meraih kembali konsep diri dan harga diri yang positif dan untuk mempertahankan kesehatan yang baik, mereka harus mengadaptasi stressor Body image mereka. Seseorang yang mengalami perubahan Body image sering merasa ditolak atau terasing. Perasaan tak berdaya juga merupakan perasaan yang umum pada orang yang mengalami perubahan Body image. Media yang sering menyajikan cerita positif mengenai orang yang mengalami perubahan tubuh dapat memberikan peran model positif bagi individu yang mengalami stressor akibat perubahan tubuh yang dialaminya, begitu juga bagi keluarga, teman dan masyarakat sekitar mereka secara keseluruhan. Pada masa remaja pergolakan fisik, emosional, dan sosial sering terjadi. Anak remaja dipaksa untuk mengubah gambaran mental mereka tentang diri mereka. Perubahan fisik dalam ukuran badan dan penampilan menyebakan perubahan dalam persepsi diri dan penggunaan tubuh. Anak remaja menghabiskan banyak waktu di depan cermin untuk mencari perbaikan dari penampilan mereka sebanyak mungkin, hal ini menyebabkan distress yang besar berkaitan dengan ketidaksempurnaan tubuh yang dirasakan. Pada dewasa muda, konsep diri dan Body image adalah kreasi sosial dan penghargaan dan penerimaan diberikan untuk penampilan normal dan perilaku yang sesuai berdasarkan standar sosial. Konsep diri secara konstan terus berkembang dan dapat diidentifikasi dalam nilai, sikap dan perasaan tentang diri. (Potter & Perry, 2005)