Pengertian Minat Beli Konsumen (skripsi dan tesis)

Minat membeli itu dapat muncul melalui serangkaian
proses yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi,
evaluasi alternative hingga akhirnya timbul minat beli pada
konsumen. Tingginya minat mencerminkan tingkat kepuasan
konsumen ketika memutuskan untuk mengadopsi suatu produk.
Keputusan mengadopsi suatu produk terjadi setelah konsumen
mencoba kemudian timbul rasa suka atau tidak terhadap produk.
Rasa suka dapat diambil apabila konsumen memiliki persepsi
bahwa produk yang mereka pilih berkualitas baik, sehingga bisa
memenuhi bahkan melebihi ekspektasi mereka. Tinnginya nilai
suatu produk di mata konsumen membawa dampak positif bagi
keberhasilan barang atau jasa di pasar.
Minat beli identik dengan suatu dorongan kuat (drives),
dari dalam diri individu dan berhubungan dengan sikap, biasanya
individu yang berminat cenderung melakukan serangkaian
tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan obyek tersebut
Simamora (dalam Murtadana, 2014). Sedangkan menurut Kotler,
Bowen, dan Makens (dalam Wibisaputra,2011) minat beli dapat
muncul setelah adanya proses evaluasi alternatif, dimana pada
tahap tersebut individu akan membuat serangkaian pilihan
mengenai produk yang hendak dibeli berdasar merek maupun
minat. Kemudian Schiffman dan Kanuk (2004), menjelaskan
bahwa minat beli akan timbul ketika terdapat pengaruh eksternal,
salah satunya usaha pemasaran dan factor social budaya.
Berdasarkan pengertian di atas dapat kita jabarkan, jika
minat beli yaitu suatu dorongan dari dalam diri individu sebagai
akibat adanya stimulus eksternal, kesadaran kebutuhan,
pengenalan produk serta evaluasi alternatif untuk membeli
produk