Atribut Produk (skripsi dan tesis)

Pada dasarnya suatu produk terdiri dari sekumpulan atribut yang menggambarkan ciri dari produk tersebut. Barang dalam arti sempit adalah sebagai kumpulan atribut dan sifat kimia yang secara fisik dapat diraba dalam bentuk yang nyata. Secara luas barang didefinisikan sebagai suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba (temasuk bungkus, warna, harga, prestice perusahaan atau lembaga tata niaga pelayanan perusahaan) yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Simamora (2002:92) menjelaskan bahwa jika suatu objek merupakan merek atau kategori produk maka dapat diberikan dua pengertian tentang atribut objek. Pertama, atribut sebagai karakteristik yang membedakan merek atau produk dari yang lain. Kedua, faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam mengambil keputusan tentang pembelian suatu merek ataupun kategori produk, yang melekat pada produk atau menjadi bagian dari produk itu sendiri. Jika  pengertian pertama digunakan maka atribut produk meliputi dimensi-dimensi yang terkait dengan produk atau merek seperti performans, conformans, daya tahan, keandalan, desain, reputasi dan lain-lain. Sedangkan jika definisi yang kedua digunakan, selain dimensi produk juga menyangkut apa saja yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan untuk membeli, menonton, memperhatikan suatu produk seperti harga, merek, ketersediaan produk, layanan purna jual dan lain- lain. Atribut produk dapat menjadi penilaian tersendiri bagi konsumen terhadap suatu produk. Konsumen akan melakukan penilaian terhadap produk dengan melakukan evaluasi terhadap atribut produk. Konsumen akan menggambarkan pentingnya suatu atribut bagi dirinya. Dengan kata lain, karakteristik produk menjadi perhatian konsumen untuk memilih suatu produk (Arifiana, dkk, 2013). Kebutuhan pelanggan akan produk dapat diartikan sebagai karakteristik/atribut yang mewakili dimensi yang oleh pelanggan dipergunakan sebagai dasar pendapat mengenai jenis barang atau jasa. Merupakan hal yang sangat penting mengetahui dimensi mutu produk sehingga melaluinya dapat diketahui bagaimana pelanggan mendefenisikan mutu barang dan jasa.

Dimensi kualitas produk adalah sebagai berikut (Dipta, 2014). 1. Kinerja: Kinerja utama dari karakteristik pengoperasian 2. Fitur: Jumlah panggilan dan tanda sebagai karakteristik utama tambahan 3. Reliabilitas: Profitabilitas kerusakan atau tidak berfungsi. 4. Daya Tahan: Umur Produk 5. Pelayanan: Mudah dan cepat diperbaiki  6. Estetika: Bagaimana mudah dilihat, dirasakan, dan didengar. 7. Sesuai dengan spesifikasi: Setuju akan produk yang menunjukkan tanda produksi 8. Kualitas penerimaan: kategori tempat termasuk pengaruh citra merek dan faktor-faktor tidak berwujud lainnya dapat mempengaruhi persepsi konsumen atas kualitas. Kotler (2002:203) menyatakan bahwa atribut produk meliputi harga (price), distribusi (place), dan promosi (promotion). 1. Harga adalah korbanan untuk mendapatkan sejumlah produk atau jasa. Kotler menyatakan bahwa harga adalah sejumlah nilai uang yang bersedia dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk atau jasa. Strategi bauran harga yang dapat dilakukan suatu perusahaan meliputi strategi penetapan harga, tingkat harga, keseragaman harga, serta syarat-syarat pembayaran. 2. Saluran distribusi adalah sekumpulan organisasi yang tergantung satu sama lain yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/jasa untuk digunakan atau dikonsumsi. Perusahaan menghadapi berbagai alternatif saluran distribusi untuk menjangkau pasar sasaran. Perusahaan sebagai produsen dapat menjual langsung ke konsumen atau dapat menggunakan beberapa saluran perantara 3. Pemasaran modern menghendaki lebih daripada mengembangkan produk atau jasa yang baik, menetapkan harga yang bersaing dan memungkinkannya dijangkau konsumen sasaran. Perusahaan juga harus mampu mengkomunikasikan diri dengan konsumen yang ada maupun yang potensial.

Komunikasi pemasaran semacam ini dilakukan melalui kegiatan promosi. Kotler (2002:41) mendefinisikan promosi sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya untuk meyakinkan konsumen agar membeli produk atau jasa tersebut. Menurut Kotler (2002:643), untuk mengkomunikasikan produk ini perlu disusun suatu strategi yang sering disebut dengan strategi “Bauran Promosi” yang terdiri dari lima komponen utama, yaitu: (1) periklanan, (2) promosi penjualan, (3) hubungan masyarakat dan publisitas, (4) penjualan pribadi dan (5) pemasaran langsung.

Sementara itu, Jain (2009:188), menyebutkan bahwa atribut produk yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan produk oleh suatu perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Product decision; hal yang pertama kali dilakukan pada aktivitas perencanaan dan pengembangan produk. Sebelum kegiatan produksi, pihak manajemen harus menentukan produk apa yang akan diproduksi dengan menimbang segala keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan. 2) Product size; ukuran suatu produk merupakan faktor yang berpengaruh terhadap waktu produksi, usaha pemasaran dan promosi. Ukuran dari suatu produk dapat dibedakan atas dasar besar, medium,dan kecil atau dengan pengukuran tertentu. Misalnya produksi garmen, furniture, sepatu, gadgets dan sebagainya yang tersedia dalam berbagai ukuran. Saat ini konsumen cenderung memilih produk berdasarkan ukuran serta desain yang berbeda 3) Product colour; warna dari sebuah produk merupakan salah satu bahan preferensi konsumen yang memiliki kontribusi positif bagi peningkatan promosi penjualan perusahaan. Karena itulah warna pasti menjadi hal yang paling diperhatikan dalam membuat perencanaan dan pengembangan suatu produk. Konsep warna sangat berpengaruh khususnya pada produk textile, furnitur, barang-barang plastik, karpet, lukisan, gadgets dan produk lainnya. Warna juga menjadi hal yangmenjadi pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk. Pada atribut warna, seorang produsen juga harus paham hubungan warna dengan kesehatan, kondisi sosial, keyakinan pada suatu kepercayaan, serta pengaruh warna terhadap kondisi psikis konsumen. 4) Product brand; perencanaan dan pengembangan produk juga menyangkut pemilihan merek yang akan digunakan. Suatu merek haruslah mudah diucapkan, mudah diingat, dan tentu saja sesuai dengan jenis produknya. 5) Product label; label adalah informasi yang tertera pada suatu produk. Pada label tercantum mengenai detail nama produk, kuantitas, isi, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa dan hal-hal lain menyangkut produk tersebut. Label suatu produk haruslah berbeda dengan produk kompetitornya. 6) Product packaging; kemasan berfungsi sebagai pelindung produk dari berbagai tumpahan, udara bebas, mencegah pemalsuan produk, sekaligus memudahkan dalam penyimpanan dan distribusi produk. 7) Product quality; pada sebuah perencanaan dan pengembangan produk, perusahaan memiliki tugas penting dalam meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan penjualan. Karena itulah manajemen marketing 51 peruhaan harus memiliki sistem quality control, sebagai pabrik dengan produk yang berkualitas. Kualitas diukur berdasarkan jenis produk; misalnya kandungan nutrisi suatu makanan, bahan dasar yang digunakan. 8) Product price; perencanaan dan pengembangan produk juga termasuk dalam penentuan harga. Harga sendiri merupakan elemen penting pada sebuah perencanaan produk dan merupakan hal yang paling sensitif pada tahap perencanaan. Pengaruh harga akan terlihat saat dipasarkan, berkompetisi, kapasitas pembelian konsumen, sistem distribusi, regulasi pemerintah, sehingga ketidaktelitian dalam menentukan harga akan berakibat fatal bagi perusahaan 9) Product uses; elemen ini berfungsi untuk mengeksplorasi kegunaan produk dan membuat produk tersebut dapat dikonsumsi. Peran produsen adalah meningkatkan kegunaan suatu produk yang mereka produksi. 10) Product guarantee; perencanaan produk juga harus mencakup garansi serta pelayanan purna jual. Garansi dapat memberikan kepuasan tersendiri pada konsumen. Elemen garansi yang selalu diperhatikan adalah masa berlakunya garansi, serta bentuk garansi yang diberikan; dapat berupa penggantian barang atau perbaikan barang secara gratis. Sedangkan, Hamdani dkk (2013), menyatakan bahwa dalam sebuah produk mengandung beberapa unsur. Penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat empat faktor yang terdapat dalam sebuah produk, yaitu: 1) Kualitas 52 Menurut Hidayat (2009), Kualitas produk merupakan suatu bentuk dengan nilai kepuasan yang kompleks. Kotler dan Amstrong yang dikutip oleh Saidani dan Arifin (2012), menyatakan bahwa kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal tersebut termasuk keseluruhan durabilitas (daya tahan), reliabilitas, ketepatan, kemudahan, pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. 2) Bentuk/disain Desain produk adalah pioner dan kunci kesuksesan sebuah produk menembus pasar sebagai basic bargain marketing, mendesain sebuah produk berarti membaca sebuah pasar, kemauan mereka, kemampuan mereka, pola pikir mereka serta banyak aspek lain yang akhirnya mesti diterjemahkan dan di-aplikasikan dalam perancangan sebuah produk (Muhajirin, 2011). 3) Merek Menurut American Marketing Association yang dikutip oleh Fajrianthi dan Farrah (2005), menyatakan bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, simbol rancangan, atau kombinasi yang dapat mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual agar dapat membedakan produk tersebut dari produk pesaing. 4) Kemasan Produk Kemasan merupakan seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan dari suatu produk (Cenadi, 2000). Berkaitan dengan produk formal, yang merupakan sebuah benda atau jasa yang ditawarkan pada pasar yang ditargetkan tersebut, juga memiliki unsur-unsur atau komponen yang sangat melekat dalam produk formal tersebut.

Kelima komponen tersebut akan digunakan sebagai pengukuran produk formal. Komponen-komponen tersebut diantaranya adalah (Vellas & Becherel, 2008:76): a. Tingkat mutu Dalam sebuah produk, tingkat mutu merupakan tingkat karakteristik produk itu sendiri yang dapat diukur. Berdasarkan pengguna, mutu adalah apa yang dikatakan oleh konsumen. Sedangkan berdasarkan manufaktur, mutu adalah derajat kecocokan produk dengan spesifikasi desain (Ma’arif & Tandjung, 2003:135) b. Penampilan/daya tarik/keistimewaan Penampilan sebuah produk merupakan aspek luar yang penting bagi sebuah produk untuk dapat dikenal dan menimbulkan minat beli pada konsumen. Dari penampilan produk tersebut akan menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi konsumen untuk dapat membeli produk tersebut. Oleh karena itu, daya tarik suatu produk sangat erat kaitannya dan tidak dapat dilepaskan dari sebuah kemasan. Sehingga, penampilan ini akan menjadi sebuah karakteristik produk dengan segala kelebihan dan keunggulannya (Cenadi, 2000). c. Corak Corak dalam sebuah produk (sensory characteristics), merupakan tampilan, desaign, corak dan daya tarik dari produk yang menjadi aspek penting dalam kualitas(Markoni, 2011). d. Merek dagang American Marketing Association (AMA), menyatakan bahwa merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol atau desain, atu kombinasi diantaranya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang dan jasa dari satu penjual atau 54 sekelompok penjual dan membedakannya dari barang dan jasa para pesaingnya (Tjiptono, dkk, 2008:347). e. Kemasan Kemasan merupakan penempatan suatu produk ke dalan wadah tertentu. Kemasan juga disebut sebagai iklan setengah detik. Sehingga, untuk lebih efektif, maka kemasan haruslah memuat: 1) kejelasan maksud sebagai definisi produk; 2) ekspresi visual yang menimbulkan rasa memiliki; 3) keterkaitan emosional melalui pesan penginderaan yang terpadu dan unsur kejutan (Marc, 2005:207)