Pengertian Stres Kerja (skripsi dan tesis)

Menurut Robbins (2003) stress adalah suatu kondisi dinamik yang didalamnya seorang individu dihadapkan pada kesempatan, hambatan dan tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan hasilnya dipersepsikan sangat penting tetapi tidak dapat dipastikan. Begitu pula menurut Hasibuan (2002) mengemukakan bahwa stres adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang. Stres juga didefinisikan sebagai tanggapan atau proses internal atau eksternal yang mencapai tingkat ketegangan fisik dan psikologis sampai pada batas atau melebihi batas kemampuan subyek (Cooper, 1995). Stres merupakan suatu kondisi yang umum dialami setiap individu akibat faktor internal maupun faktor eksternal individu. Karyawan suatu perusahaan atau organisasipun tak luput dari ancaman stres. Stres yang berhubungan dengan pekerjaan ini disebut dengan stres kerja. Luthans (1992) menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu respon adaptif pada situasi eksternal yang menghasilkan penyimpanganpenyimpangan fisik, psikologis dan tingkah laku bagi partisipasi organisasi.

Sementara untuk stres kerja, Selye (dalam Beehr, 1978) mendefinisikannya sebagai berikut: 1Stres kerja dapat diartikan sebagai sumber atau stressor kerja yang menyebabkan reaksi individu berupa reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku. Lingkungan pekerjaan berpotensi sebagai stressor kerja. Stressor kerja merupakan segala kondisi pekerjaan yang dipersepsikan karyawan sebagai suatu tuntutan dan dapat menimbulkan stres kerja. Menurut Riggio (1990) stres kerja adalah reaksi fisiologis, emosi dan psikologis seseorang terhadap peristiwa-peristiwa yang mengancam dan membahayakan yang terjadi di lingkungan kerja. Stres kerja dapat ditimbulkan baik oleh peristiwa yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Stres kerja merupakan respon adaptif, diperantarai oleh perbedaan individual dan atau proses psikologis yang merupakan konsekuensi tindakan, situasi atau peristiwa eksternal (lingkungan) apapun yang mengakibatkan tuntutan psikologis dan fisik pada orang yang mengalaminya (Gibson dkk, 1996).

Gibson, dkk (1996) mengemukakan bahwa stres kerja dikonseptualisasi dari beberapa titik pandang, yaitu stres sebagai stimulus, stres sebagai respon dan stres sebagai stimulus-respon. Stres sebagai stimulus merupakan pendekatan yang menitik beratkan pada lingkungan. Definisi stimulus memandang stres sebagai suatu kekuatan yang menekan individu untuk memberikan tanggapan terhadap stressor. Pendekatan ini memandang stres sebagai konsekuensi dari interaksi antara stimulus lingkungan dengan respon individu. Pendekatan stimulus-respon mendefinisikan stres sebagai konsekuensi dari interaksi antara stimulus lingkungan dengan respon individu. Stres dipandang tidak sekedar sebuah stimulus atau respon, melainkan stres merupakan hasil interaksi unik 13 antara kondisi stimulus lingkungan dan kecenderungan individu untuk memberikan tanggapan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja umumnya merupakan reaksi individu berupa reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku yang disebabkan oleh stressor kerja yang dominan berasal dari lingkungan eksternal individu dan yang dihasilkan dari tekanan atau ketidakenakan karena individu tidak merasa mampu mengatasinya