Pendekatan Dan Teori Kepemimpinan (skripsi dan tesis)

Banyak tokoh memberikan pendapatnya tentang pendekatan serta teori kepemimpinan. Salah satunya adalah Stephen J. Carrol dan Henry L.Tosi membedakan pendekatan kepemimpinan menjadi tiga, yaitu pendekatan sifat, pendekatan perilaku dan pendekatan kontingensi. (Sutarto, 1991). Awalnya timbul suatu pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan dibuat. Pemikiran ini disebut pemikiran ”hereditary” atau turun temurun. Pendekatan turun temurun menyatakan bahwa pemimpin dilahirkan bukan dibuat; bahwa pemimpin tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin, tetapi mewarisinya. Pada masa berikutnya muncul sebuah teori baru yang dinamakan ”physical characteristic theory” atau teori ciri fisik yang dikemukakan oleh W.H. Sheldon. Kemudian muncullah pendapat bahwa pemimpin itu dapat diciptakan melalui latihan. Dengan demikian menurut pendapat ini setiap orang dapat dilatih menjadi pemimpin atau dengan perkataan lain setiap orang berpotensi menjadi pemimpin. Potensi tersebut dapat menjadi kenyataan apabila yang bersangkutan telah memperoleh latihan kepemimpinan dan berusaha untuk mempraktekannya. Banyak karangan yang menyebutkan sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin. Pandangan semacam ini dinamakan pendekatan sifat (Sutarto, 1991).

Pendekatan perilaku berlandasakan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh gaya bersikap dan bertindak pemimpin yang bersangkutan. Dalam pendekatan perilaku ini diuraikan beberapa pendapat yang menyebutkan tentang macam gaya kepemimpinan, antara lain : a. Studi kepemimpinan Universitas Lowa b. Studi kepemimpinan Universitas Ohio c. Studi kepemimpinan Universitas Michigan d. Manajerial Grid e. Empat sistem manajemen f. Teori X dan teori Y Situasi yang berbeda harus dihadapi dengan perilaku kepemimpinan yang berbeda pula. Oleh karena itu muncul pendekatan yang disebut ”contingency approach”, pendekatan ini disebut juga ”situasional approach” atau pendekatan situasional. Pendekatan ini mencoba mengerti antar hubungan di dalam subsistem-subsistem sebaik antara organisasi dengan lingkungannya dan menegaskan pola-pola atau bentuk-bentuk variabel. Macam pendekatan kontingensi, antara lain: a. Model kepemimpinan Kontingensi dari Fiedler b. Model tiga kepemimpinan dari Reddin c. Model kontinum kepemimpinan dan Tannenbaum dan Schmidt 27 d. Model kontinum kepemimpinan berdasarkan banyaknya peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan dari Vroom-Yetton e. Model kontingensi lima faktor dari Farris f. Model kepemimpinan ”path-goa” dari Evans dan House g. Model kepemimpinan ”vertical dyad linkage” dari Green h. Model kepemimpinan sistem dari Bass i. Model kepemimpinan situasional dari Hersey dan Blanchard.