Gejala Stres Kerja (skripsi dan tesis)

Robbins (2003), mengelompokkan gejala stres kerja ke dalam tiga aspek, yaitu: a. Gejala fisiologikal, berikut termasuk dalam simptom-simptom ini yaitu: (1) Sakit perut, (2) detak jantung meningkat dan sesak nafas, (3) tekanan darah meningkat, (4) sakit kepala, (5) serangan jantung. 19 Simptom-simptom pada fisiologikal memang tidak banyak ditampilkan, karena menurut Robbins (2003) pada kenyataannya selain hal ini menjadi kontribusi terhadap kesukaran untuk mengukur stres kerja secara objektif. Hal yang lebih menarik lagi adalah simptom fisiologikal hanya mempunyai sedikit keterkaitan untuk mempelajari perilaku organisasi. b. Gejala psikologikal Adapun simptom-simptomnya sebagai berikut: (1) Kecemasan, (2) ketegangan, (3) kebosanan, (4) ketidakpuasan dalam bekerja, (5) irritabilitas, (6) menunda-nunda. Gejala-gejala psikis tersebut merupakan gejala yang paling sering dijumpai, dan diprediksikan dari terjadinya ketidakpuasan kerja. Pegawai kadangkadang sudah berusaha untuk mengurangi gejala yang timbul, namun menemui kegagalan sehingga menimbulkan keputusasaan yang seolah-olah terus dipelajari, yang biasanya disebut dengan learned helplessness yang dapat mengarah pada gejala depresi Bodner & Mikulineer (dalam Robbins, 2003). c. Gejala Perilaku Berikut simptom-simptom gejala perilaku: (1) Meningkatnya ketergantungan pada alkohol dan konsumsi rokok, (2) melakukan sabotase dalam pekerjaan, (3) makan yang berlebihan ataupun mengurangi makan yang tidak wajar sebagi perilaku menarik diri, (4) tingkat absensi 20 meningkat dan performansi kerja menurun, (5) gelisah dan mengalami gangguan tidur, (6) berbicara cepat. Dari ketiga gejala tersebut diatas ada dua kategori simptom dari stres kerja yang lebih penting yaitu gejala psikologikal dan gejala perilaku. Robbins (2003) mengatakan bahwa gejala psikologikal akibat stres kerja adalah ketidakpuasan kerja yang lebih ditunjukkan dengan, kecemasan, ketegangan, kebosanan, irritabilitas dan menunda-nunda. Cooper (1995) membagi gejala stres kerja menjadi tiga yaitu : a. Gejala fisik Gejala stres menyangkut fisik bisa mencakup: nafas memburu, mulut dan kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot tegang, pencernaan terganggu, mencret-mencret, sembelit, letih yang tak beralasan, sakit kepala, salah urat, gelisah. b. Gejala-gejala dalam wujud perilaku Banyak gejala stres yang menjelma dalam wujud perilaku, mencakup: 1. Perasaan, berupa: bingung, cemas, dan sedih, jengkel, salah paham, tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa, gelisah, gagal, tak menarik, kehilangan semangat. 2. Kesulitan dalam: berkonsentrasi, berfikir jernih, membuat keputusan. 3. Hilangnya: kreatifitas, gairah dalam penampilan, minat terhadap orang lain. 21 c. Gejala-gejala di tempat kerja Sebagian besar waktu bagi pegawai berada di tempat kerja, dan jika dalam keadaan stres, gejala- gejala dapat mempengaruhi kita di tempat kerja antara lain: (a) kepuasan kerja rendah, (b) kinerja yang menurun, (c) semangat dan energi hilang, (d) komunikasi tidak lancer, (e) pengambilan keputusan jelek, (f) kreatifitas dan inovasi berkurang, (g) bergulat pada tugas- tugas yang tidak produktif